aha..dollarpun mengalami kenaikan lumayan terhadap rupiah
menandakan` kekayaan gue dalam rupiah juga mengalami gejala kenaikan yang sama
tanda tanda rejeki naik entah secara diduga atau tidak terduga


memandang ke belakang, satu setengah dekade yang lalu
sungguh amat lucu, 

saat itu gw nyaris tidak memiliki apa apa, kecuali mitsubishi galant butut
yang ac beltnya putus di oklahoma, dalam perjalanan ke missouri
yang namanya saving account hampir non eksis
jika masa depan bisa diukur dari ketebalan dompet
memerlukan mikroskop elektron untuk menemukan apa isi dompet  gw tersebut

menyedihkan? naaaah...jauh dari itu...
mengaysikan malah, hidup bokek dinegeri orang itu malah
frase hidup yang menegangkan sekaligus meng"kayakan" 

sebab bukan cuma keberuntungan  faktor yang dibutuhkan untuk survived dan sukses
di negeri orang, tapi keuletan, disiplin, cerdas cermat ( 100 untuk grup A dari 
sma 24
Jakarta, pertanyaan selanjutnya...)

sekarang, bukan cuma kenaikan dollar yang mengusung nilai kekayan habe
nilai 2 rumah yang baru beli 2 tahun terakhir disinipun mengalami peluncuran ke 
antariksa
dibandingkan 10 bulan yang lalu, property value di amerika naik diatas 30 persen
yang bisa diterjemahkan dalam bahasa sunda sebagai " seberaha? gelo atuh naikna
kayak naik angkot ngepot ke cibiru... "

soal ongkos naik haji, si ajeg yang perlu curiga, gw pastikan sama dia, gue 
sanggup
naik haji kapan saja gua mau, tapi" kemauan " itu masalah dasarnya kenapa gua
sampai saat ini menolak jalan jalan ke sana, apalagi naik haji

kemauan untuk mengeluarkan duit cuma dalam rangka ibadah ke tempat historic, 
sambil
nangis nangis labaik alllahuma labaik ( seolah olah Allah markas besarnya 
disana ), muter muter ngga jelas, memuaskan kehausan spiritual  menurut gue 
adalah seremonial yang dibenturkan pada
teori cerdas cermat, teori nilai habe, the great mathematician, pengukur 
manfaat dan mudarat profesional- sebagai hal yang menjurus pada kemubaziran 
yang tidak masuk akal .

sebab sodara sodara, Allah ada dimana mana, ada dalam denyut nadi si arra, di 
kue bolen kiriman si pinpin,
ada di sepeda jengki jendral sudirman style si jusplik, ada dipucuk idung si 
reza, di apartement kosong johnindon
dan diwajah istri gua yang sedemikian sumringah dan cerah

dan sebab, kekayaan kelas menengah seperti gw  juga kekayaan  sekian ratus atau 
juta calon jemaah haji yang ngantri di indoneia adalah kekayaan yang labil, 
yang dalam waktu sekejab entah lantaran penurunan dollar atau
hentakan nasib bisa mendadak koit, oh malangnya entar mengalami tragedi  
lengser keprabon

dan sebab, orang orang seperti gua belum sanggup menghapuskan kemiskinan di 
keluarga jauh sendiri, jangankan di lingkungan tetangga sendiri di 
jakarta,serta  kemiskinan yang sering ditemui di bandung sana

kalau gua islam, gua mengkatagorikan naik haji itu hukumnya seperti merokok 
alias  mubbah
naik haji cuma ibadah kecil, mengentaskan kemiskinan adalah perkara ibadah besar

kalau punya duit, lebih bagus jalan jalan ke negeri yang peradabannya  sudah 
maju, melihat dan mempelajari budaya mereka, kedisplinan mereka, adat istiadat 
mereka supaya suatu waktu bisa diadaptasi di Indonesia.
atau ke tempat yang peradabannya pernah maju , sambil mempelajari kenapa 
sekarang mereka bisa miskin dan gagal seperti yunani atau peru,  sambil tentu  
tidak lupa besedakah sama tetangga miskin sebelum menjelajah ke sana dengan 
airbus A380

 kelas menengah diIndonesia seperti si johny dan  reza, lebih bermanfaat 
menggunakan uangnya untuk menyekolahkan anak mereka   ke universitas bagus di 
negara maju seperti australia, canada atau amerika
sebab pada umumnya lulusan amerika, atau negara barat lebih maju dan berhasil 
dari lulusan sekolah lokal,
lebih berwawasan, dan bermasa depan lebih cerah dari matahari  siang di padang 
arafah

Ibarat Allah dan manusia itu laksana kita dengan semut
tidak ada pengaruhnya ratusan ribu semut menggerombol  nungging nungging 
menghormtai kita atau 
atau nungging nungging memamerkan pantatnya meledek kita

urusan semut adalah cari makan, saling bantu dan menyelamatkan koloni mereka 
dari lengser keprabon

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke