Kerna saya muslim, makanya tadi saya ke mesjit. Jumatan. Lagian mesjit nya juga 
pas di samping rumah. bener bener bersebelahan sama rumah.

Knapa saya Jumatan ? Nddak ada urusan sama 72 bidadari, nddak ada urusan sama 
takut neraka, saya Jumatan ya karena mau aja Jumatan, nddak ada paksaan ari 
pihak manapun, dalam keadaan sehat wal afiat. Cageur, pinter, Bener, Bageur.

Jadi, melangkahlah saya ke luar rumah... pakai sendal jepit swalloow warna 
biru, celana jeans biru, kaos oblong putih dengan sajadah ijo di pundak kiri. 
Keren pan ? Udah mah cakep, baik hati, murah senyum, eh...sholeh lagi. he he 

Sampe di Mesjit saya pilih duduk di teras luar, udaranya adem karena banyak 
pepohonan di sekitar masjit. Shalat sunnat 2 rakaat dengan khusyu, kemudian 
duduk bersia sambil baca ... Buletin Jumat terbitan salah satu ormas Islam yang 
dibagikan di Masjit secara Gratis.

ini kertas A4 dicetak bolak balik. judul artikel utamanya "OBAMA MENGUTUK 
KEKERASAN DI BUMI KINANAH PADAHAL DIALAH YANG MEMICU PEMBANTAIAN DAN 
PERTUMPAHAN DARAH. AMERIKA-LAH YANG MEREKAYASA BERBAGAI URUSAN DI MESIR, MULAI 
DARI PRESIDEN YANG TERGULINGKAN, YANG DIPECAT, HINGGA PRESIDEN DICAMPAKKAN!" 
Itu judul emang semua pakai huruf kapital. Saya mengerutkan dahi.

Saya paham, tentang semangat yang dimiliki oleh penulis di "buletin dakwah" 
ini, namun ... ini buletin dibagikan gratis lho ... kasihan anak - anak usia SD 
yang "mengunyah" tulisan sangat provokatif ini di Mesjit. Padahal mereka ke 
mesjit apanan mau shalat Jumatan, bukan mau menerima materi sangat berat berisi 
kudeta di negeri antah berantah. Mestinya, buletin kayak ini DILARANG KERAS 
untuk diedarkan di mesjid. Karena efeknya sangat tidak mendidik, berpotensi 
sangat jelas mengobarkan sikap dan pandangan fundamentalis yang sangat picik. 
Gaya penulisan yang tidak santun dan yang terutama membuat saya keberatan 
adalah materi tulisan yang sangat sulit untuk dimengerti oleh anak - anak usia 
SD dan SMP yang kebetulan pada baca tulisan itu.

Adzan berkumandang. Saya lihat sekelebatan sang muadzin berpakaian ala pangeran 
diponegoro. Di depan saya duduk bapak - bapak yang alhamdulillah berkopiah 
hitam, berbaju koko biru dan ijo serta mengenakan sarung. Saya nddak bisa 
larang orang berpakaian ala arap. tapi islam itu bukan arap. boleh pakai 
sarung, boleh pakai celana jeans, boleh pakai bendo, boleh pakai pakaian 
tradisional jawa atawa minang, kita bisa tetap memakai pakaian kita sendiri 
berdasarkan jatidiri bangsa atau kesukuan kita tanpa harus melepaskan Islam.

Setelah Adzan, maka sang Imam pun ber khotbah. Selintas saya denger thema nya 
adalah bermaafan...berbudi luhur....kemampuan untuk memaafkan dan tidak baik 
nya perasaan dendam ... mata saya kembali melirik ke "buletin dakwah" dan 
terbaca " tidak dibaca saat khatib sedang khutbah", tapi apanan tetep aja 
kebaca ada 2 kolom advertorial yang isinya lagi - lagi sangat provokatif : 
"Indonesia Merdeka Hanya Dengan Khilafah !" "Jalin Silaturahmi ! Terus berjuang 
Menuju Kehidupan Islam di bawah Naungan Khilafah Isamiyah !"

Saya berpikir, seharusnya pemerintah tegas dan turun tangan untuk membenahi hal 
- hal yang kayak ginian. Kalau perlu itu pengurus buletin dan organisasinya 
ditraining 7 hari 7 malam dengan penataran pedoman penghayatan dan pengamalan 
Pancasila pola 200 Jam. Biar itu pengurus buletin paham bahwa ini Indonesia. 
Bukan Arap. Bukan Mesir.

Masalah REAL masyarakat Indonesia hari ini bukan ngurusin omongannya Obama atau 
ngurusin bangsa mesir nun jauh di Sana. Urusan Umat Islam Indonesia saat ini 
adalah memberantas kebodohan dan memerangi kemiskinan diantaranya namun tidak 
terbatas pada upaya nyata untuk menyelamatkan Indonesia dari paham - paham 
Salafi - Wahabi - isme.

Indonesia punya NU, Punya Muhammadiyah, Punya sekian banyak ormas Islam yang 
mengakar dalam sejarah panjang perkembangan Islam di Indonesia. Masa iya ujuk 
ujuk ketentraman dan kedamaian yang sekian lama tercipta mesti porak poranda 
dengan mulai mewabahnya virus wahabi.

Bangsa ini adalah bangsa yang sangat beraneka ragam. Dan menegakkan syariah 
Islam di Indonesia itu sama dengan harus meng adendum Pancasila dan Undang 
undang dasar 45, berbanding lurus dengan mengganti NKRI.

Saya lebih bangga menjadi orang Indonesia.
Dari pada harus menjadi orang Arap !





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke