yg benar adalah masjid bukan mesjit (berkali2 anda tulis mesjit)....
________________________________ Dari: pinpinyuliansyah <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Jumat, 6 September 2013 13:43 Judul: [proletar] Jumatan ... Saat sampai di Mesjit, Saya ngambil selembar buletin terbitan HT ( Hizbut Tahrir ) kali ini dengan judul "KONTES MISS WORLD WAJIB DITOLAK ! ) << Edisi 670 Tahun XVIII >> Saya duduk di sayap kanan masjit. Saya seneng duduk di sini karena udara nya bebas dan bisa lihat pepohonan. Di Mimbar isinya masih pengumuman, cerita duit Minggu kemaren segitu, pengeluaran segitu dan saldo segitu ... Saya nyengir sendiri, itu speaker masjit mostinya diturunkan dan dipasang di setiap sudut masjit di dalam masjit. Saya nyengir ngebayangin betapa tersiksanya seluruh jamaah mendengar suara "toa" yang menggelegar. Sayangnya cuma bisa dalam bayangan ajah. Karena itu "Toa" tetep bertengger di atas masjid dan salah satunya tepat mengarah ke tempat tinggal saya yang tepat bersebelahan sama Masjit. Jadi ... saya termasuk orang yang terseksa setiap saat Toa ini beroperasi. Bagi Yang ada di dalam Masjit sih nddak keganggu, lha Toa nya ada di pucuk bangunan masjit dan mengarah ke utara, selatan, barat dan timur ( Saya tetep usul 1 biji ajah itu Toa diarahkan ke dalam ruangan masjit biar jamaah bisa merasakan penderitaan sayah selama ini ;-) ) Thema Khotbah ... Thema Khotbah hari ini adalah "5 Jalan menuju bahagia Menurut Rasul". Diantaranya yang saya tangkep adalah mengucapkan Bismillah setiap akan melakukan suatu pekerjaan. Sisanya ngomong apa saya nddak tertarik lagi. Bukan karena saya nddak mau hidup bahagia, tapi : Pertama : Saya nddak melihat bahwa yang ngasih khotbah adalah orang yang berbahagia , Kedua : Saya melihat kok banyak nya mat Islam hidupnya kok nddak bahagia. Ini serius lho ... coba lihat itu anggota ormas Islam tertentu yang kerjannya marah maraaaahhh aja. Lihat orang nddak puasa dipukulin ! Lihat warung makanan buka di bulan puasa dibakar ! Lihat orang berbeda keyakinan eh dipentungin ! Itu -- menurut saya -- adalah ciri - ciri orang yang nddak bahagia. Ketiga : Saya sudah bahagia dengan keadaan saya saat ini. Jadi nddak penting penting amat untuk mendengarkan tips cara bahagia menurut si Fulan yang hidup 1500 tahun yang lalu dimana saat itu belum ada internet, belum ada studio XXI, belum ada LED TV, HBO ... tidak ada sambel lalap, nddak ada rendang padang, keadaan alam nya tandus nddak seindah Indonesia :-) Wew ! Dan kayaknya yang nddak tertarik sama isi khotbah itu bukan saya sendirian. Sebagian besar jamaah kayaknya pada ngantuk ( bahkan ada yang ngorok dengan lelap nya ;-0 dan beberapa anak - anak asyik melipat - lipat itu buletin "Al-Islam" terbitan HT dijadikan kapal-kapalan... perahu perahuan ... terompet terompetan.... Oriami neh :-) Wew ! Saya kemudian nyuri pandang baca itu isi buletin. Yang dipermasalahkan adalah Kontess Missworld yang diadakan di Bali dan Sentul. Saya sebagai orang yang mencoba menggunakan Akal yang diberikan oleh Gusti nu maha Suci kitu tah ... nddak habis pikir. Kontes Miss Worl di Bali, kok yang ribut di sini ? Apanan itumah bali atuh ... kecuali Miss Worl diadakan di Masjid Istiqlal misalnya... itu baru masalah. Lha..inimah apanan di Bali ? Kalau Missworl nddak boleh karena itu katanya merendahan perempuan, atuh sekalian ajah para penganut Hindu juga jangan beribadah di Pura yang banyak bertebaran di Bali. Apanan itumah bukan hanya merendahkan perempuan, tapi nyembah dewa lho ... lebih gawat itu apanan pan ? Saya baca lagi ... Katanya apapun alasannya pokoknya itu nddak sesuai dengan Islam. Itu merendahkan kaum perempuan. Lha...saya mikir lagi ... Apakah perempuan - perempuan indonesia yang jumlahnya ribuan dan kerja sebagai TKW di arap saudi dimuliakan oleh Umat Islam Arap saudi ? Pernahkah ada sampai detik ini, saat ini, orang arap saudi yang dihukum karena memperkosa wanita Indonesia yang kerja di sana ? No Sir . Nddak ada. Bahkan di sana ... wanita baru aja diperbolehkan naik sepeda. Sebelumnya dilarang lho ... Sok sebutin tokoh tokoh wanita produk Arap Saudi yang mulia, pintar, punya kepribadian, yang memberi kontribusi nyata dalam kehidupan sehari hari misalnya sebagai insinyur...perdana mentri...atawa jabatan - jabatan publik yang tinggi gitu lho, ada nddak ? Siapa "RA Kartini" nya Arap Saudi ? Sok ... ada nddak wanita Islam produk Arap Saudi sekaliber Margareth yang pernah jadi Perdana Menteri di Inggris ? Ada ? Trus kalau nddak ada.... mulia nya di mana ? hanya karena pakai pakaian yang menutupi aurat gituh ? Hadeh. PEmbodohan Umat ... Ini buletin bilang kalau kontes itu adalah pembodohan umat. Pembodohan nya di mana cuy ! Konon karena menanamkan kecantikan ala kapitalis tubuh yang Tinggi, ramping, sensual.... jee.... mau kapitalis, mau kopunis, mau marxis, mau atheis, ya ...lelaki waras emang bakal bilang bahwa yang wanita yang pernah menyandang mahkota MissWorld itu ya emang cantik ! Masa iya ...kriteria miss World harus wanita dengan spesifikasi kayak Marlene yang -- konon -- satu rumah sama uplik di Leiden itu noh ... Miss World : Proyek Liberalisasi Budaya Nah ini die. Bukankah HT, FPI, Mujahidin bisa berkembang di Indonesia karena di sini emang negara yang iberal ? Emangnya HT bisa berkembang dengan baik disebuah negara yang nddak liberal ? Sok...jung...sebarkan HT di arap saudi ! Sebarkan HT di Iran ! Pasti ditangkep sama penguasa sana. kenapa ? Karena Arap Saudi dan Iran nddak liberal. Ini orang yang nulis Buletin ini kira kira dulu sekolah nya di mana ya ? Miss World : Melanggengkan kapitalis dan memuaskan kerakusan Kapitalis. Hadeehhh.... ini orang nulis nya ngasal !malah ngomong tentang belanja kosmetik nasional yang tahun 2011 aja katanya 10.4 trilyun. So what gitu lho kalau kosmetika laku ? APanan istri saya aja emang suka pakai susu pembersih, pakai bedak, pakai masker, kadang pakai lipstik. Ini negara bebas atuh ... masa wanita dilarang mempercantik diri ? Hellloooowwwww ...... Seperti biasa khas dari HT, di akhir tulisan mengajak pembaca dengan kalimat "wahai" umat Muslimin ....pokoke dukung deh tegaknya Khilafah Rasyidah ... Konyol sekali pan ? Emang nya jaman Rasul ada itu ajaran untuk menegakkan khilafah Rasyidah ? Helloooowww..... kalau emang ada, nddak bakalan atuh itu para sahabat sampai kebingungan dan akhirnya saling bunuh setelah Muhammad meninggal. Kenapa ? Karena saat itu belum ada yang namanya demokrasi. Nddak ada Pemilu. Nddak ada kampanye buat jadi Presiden, akhirnya apanan terjadilah perebutan kekuasaan, akhirnya apan muncullah Syiah VS Sunni ... berantem sampai sekarang deh ... Sebagai Muslim yang hidup di Indonesia, saya MENDUKUNG Kontes Missworld yang diadakan di Bali dan Sentul. Sebagaimana saya menghargai Umat Kristen yang menyembah Tuhan Yesus, sebagaimana saya menghargai Umat Hindu Budha, sebagaimana saya menghargai orang yang menganut kejawen, sebagaimana saya menghargai orang Baduy yang beragama sunda wiwitan, sebagaimana saya menghormati sekian banyak wanita - wanita dewasa di Irian Jaya yang bertelanjang Dada. ini Indonesia Bung ! Bukan Arap ! Merdeka !
