Saya tertarik dengan ide "mem-Bali-kan Islam", dan itu emang sejalan dengan 
"me-nyunda-kan" Islam, dalam arti, saat terjadi akulturasi antara Islam dan 
Sunda, maka -- mestinya -- daya tawar menawar antara 2 kubu itu bisa 
menghasilkan Islam dalam bentuk lain atau Sunda dalam bentuk lain dalam artian 
yang lebih baik.

Sorry kalimat - kalimat di atas mungkin rada rumit buat dibaca sama si Uplik. 
Namun maksut nya begini ...

Jika Islam itu bisa seperti Bali, maka semua manusia bisa nyaman - nyaman saja 
ketika berada dalam lingkungan itu. Seperti orang Bali yang tetep anteng dan 
para pelancong bisa nyaman ketika berlama - lama di Bali tanpa harus menjadi 
penganut Hindu. Percis ketika "madrais" si penganut "sunda Wiwitan" bisa 
memiliki pengikut dari berbagai agama. Percis seperti ajaran Budha yang 
sebenernya bisa diaplikasikan oleh semua pemeluk agama, percis seperti Yoga 
yang bisa dipraktekkan oleh manusia muslim atawa kristen.

Saat Islam berhadapan dengan Sunda, maka Mesjid sunda itu bentuknya Bale 
Nyuncung. 3 Umpak, sebagai terjemahan dari filosofi orang Sunda tentang adanya 
"3 Dunia". Saat Islam berhadapan dengan Sunda, apanan orang Sunda mah pakai 
sarung, pakai peci "haji Iming" untuk pergi ke Masjit, bukan pakai jubah dan 
sibuk manjangin jenggot. Bahkan orang sunda mah lebih akrab menyapa Tuhan 
dengan sebutan "Gusti Allah" sebagai kata lain dari Batara Tunggal yang sudah 
sejak dahulu dipercayai .

Islam itu apanan kalau kita mau jujur adalah agama Hybrida. Dan Budaya sunda 
pun adalah budaya Hybrida. 

Dalam kasus Islam dan Sunda, maka bagi saya mah, dalam pandangan saya gituh, 
Sunda lah yang telah berhasil "menyunda kan Islam" dan bukan sebaliknya.

Buktinya ?

Di Arap mah atuh moal aya bedug .. moal aya Wayang Golek, Moal aya budaya 
"Nadhom" ( Puji pujian pakai bahasa sunda setelah Adzan ), dan euweuh ti dituna 
atuh aya urang arab, di arab, ka Masjid make sarung terus make peci. Moal aya 
urang arab anu tatalu bedug !

Silahkan main ke kampung naga atawa googling tentang Islam "Versi" kampung Naga 
... Apanan itu Islam yang total berbeda dengan Arab.

gituh.

--- In [email protected], Habe Proletar <proletar4@...> wrote:
>
> lu ini sekedar tolol atau memang sudah dari sananya terlahir goblok?
> si pinpin menawarkan alternatif, lu bilang dia sedang berjihad ngibul
> 
> apa yang sipinpin bilang nggak salah
> orang prianger itu toleran
> lu liat di bandung, gak pernah lu denger ada kerusuhan sara
> gereja aman aman aja
> 
> menurut gua, islam dengan wiwitan kalau dicampur memang kelihatan klop
> kebengisan islam ( arab ) berkurang banyak begitu berbenturan dengan adat 
> atau filosofi orang sunda
> 
> kalau lu perhatiin ada perbedaan antara islam di indonesia
> di parahyangan, penduduknya  men- sunda kan islam
> di minang atau aceh , minang atau aceh diarabkan islam
> 
> goblok lu tem
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
>  From: itemabu2 <itemabu2@...>
> To: proletar <[email protected]> 
> Sent: Friday, September 20, 2013 2:45 PM
> Subject: Re: [proletar] RE: Islam Sunda
>  
> 
> 
>   
> Saking gbloknya si pinpin ini dia msh ga sadar bhw Islam itu sedang 
> memusnahkan budaya Sunda atau budaya lokal lainnya (bukan berarti ada budaya 
> Sunda yg bisa dibanggakan).
> 
> 
> Jadi si pinpin ini sebetulnya cuma omong gede dan ngibul dlm rangka berjihad 
> di jalan auloh.
> 
> 
> pinpin itu, spt orang Sunda umumnya, cuma tukang omong gede, tp ga becus 
> kerja, bermuka dua, pemalas, rasis dll.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 2013/9/20 <bukan.pedanda@...>
> 
>  
> >  
> >
> >Orang Islam Sunda itu, seperti juga orang Islam lain di Indoneisia sungguh 
> >adalah manusia dungu-dungu kayak babi...
> >
> >Mereka ikut-ikut menjadikan allah taik babi sebagai sembahan  yang adalah 
> >tuhan takhayul hasil khayalan orang Arab primitif..
> >
> >Orang Islam Sunda itu seperti juga orang Islam Indonesia lain betul-betul 
> >adalah manusia  dungu kayak babi.
> >
> >
> >
> >
> >--- In [email protected], <[email protected]> wrote:
> >
> >
> >Mayoritas agama suku Sunda saat ini adalah Islam, namun Budaya Sunda jelas 
> >bukan budaya Arab. kaum lelaki 'urang Sunda' tidak memakai jubah putih, tak 
> >ada sorban melilit di kepala. Mojang sunda tidak memakai cadar, kami punya 
> >kebaya, bukan Burqa. 
> >
> >Sebelum Islam memperkenalkan Tuhan, kami sudah mengenal Tuhan. Bahkan 
> >sebelum Budha dan Hindu datang, kami sudah percaya Tuhan. 
> >
> >Kami dikenal sebagai suku bangsa yang ramah, jujur, pekerja keras dan 
> >periang. Sebelum Islam datang, kami sudah punya Pajajaran !
> >
> >Mayoritas suku Sunda memang beragama Islam, namun kami bukan bangsa Arap. 
> >Kami adalah bagian dari bangsa Indonesia.
> >
> >Kami telah menerima Allah Swt sebagai Tuhan kami. Kami mengangkat Nabi 
> >Muhammad sebagai jungjunan kami, namun boleh lihat sejarah kami ke belakang 
> >...
> >
> >Di bumi parahyangan ... kami tidak memperlakukan wanita sebagai budak.
> >Negeri kami subur, kami bukan bangsa perampok atau perompak.
> >
> >Kami Orang Sunda, Mayorias dari kami beragama Islam, dan budaya kami jelas 
> >bukan budaya Arap !
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Kirim email ke