KONON sebelum Islam datang di tanah Arap ( Boleh baca dengan kata Arab ), 
wanita dalam posisi rendah dan direndahkan. Tak bernilai. Namun disaat 
bersamaan - KONON - Ada seorang wanita pengusaha sukses yang bernama Khadizah 
yang kemudian menjadi Istri Muhammat ( Boleh baca Muhammad ).

Jika bener wanita Pra Islam dalam posisi rendah, apanan bagaimana bisa ada 
wanita yang bisa menjadi pengusaha sukses sekaliber Khadizah ? Jika ya setelah 
Islam datang wanita "dimuliakan", siapa wanita di jaman itu yang berhasil 
menjadi pengusaha sukses sekaliber Khadizah ? Sok mangga emutan sing leres 
geura ...

Bagaimana bisa wanita menjadi pengusaha hebat seperti Khadizah, bagaimana bisa 
wanita bisa jadi pilot atau astronot kalau untuk naik sepeda sendirian aja baru 
diperbolehkan beberapa tahun yang lalu .. perlu waktu hampir 1.500 tahun hanya 
untuk memperbolehkan wanita dewasa di Arap untuk bisa naik sepda sendirian ( 
dan tetep dilarang hingga detik ini untuk mengendarai kendaraan bermotor 
sendirian -- apalagi -- pesawat terbang ).

yang nddak habis pikir, semakin banyak saja orang - orang di Indonesia yang 
bersemangat untuk menjadikan Indonesia seperti Arap di jaman 1.500 tahun yang 
lalu ! Come On ....

Saya shalat, saya puasa, saya Muslim. Namun kalau arus ini memaksa saya untuk 
memilih antara Islam Versi Lawas dengan Kembali menjadi penganut Sunda Wiwitan, 
maka saya akan memilih pilihan yang ke 2.

Kalau mau surut ke belakang, Urang Sunda akan memilih untuk menjadi warga 
negara Kerajaan Pajajaran daripada dipaksa untuk menjadi warga negara Arap.

Jika pemerintah terus tinggal diam terhadap merebaknya aksi Fundamenalis 
seperti ini, maka jangan disalahkan jika kemudian negeri ini menjadi pecah 
berkeping - keping menjadi "Pajajaran baru", "Majapahit Baru" , "Sriwijaya 
Baru", "Deli Baru" , "Neo Pasai" dllsb.

Sebentar lagi 2014 apanan ya ... coba lebih selektif lagi dalam memilih 
pemimpin baru, coba di setiap pemilihan caleg lebih selektif lagi ... kita 
tidak butuh pemimpin atau wakil rakyat yang menjadikan jabatan itu hanya 
sebagai ladang untuk mencari nafkah.

Indonesia terbukti telah mencetak sekian banyak wanita pengusaha, berhasil 
menempatkan wanita duduk di berbagai bidang dan setara dengan lelaki.

Kita tentu tidak ingin sejarah surut ke belakang dimana wanita hanya berfungsi 
sebagai pembuat anak atau teman bobo doang.

Gituh.



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Kirim email ke