>Terutama umat Kristen sering membawa Alkitab dengan bangganya ! Maka kitapun sebagai Umat Islam harus memiliki kebanggaan pada >Alquran yang sudah jelas - jelas menurut Allah adalah kitab yang paling benar ! "
bah!.. hari gini masih bawa2 alkitab.. jadul atuh banyak temen2 kantor baca alkitabnya cukup di Hp-nya joke dikantor... tiap hari jum'at.. mulai PK.11.40, kantor kami selalu sepi.. karyawan pd jumatan.. masjidnya cuma diseberang kantor (di PI) A : "kalo jumatan bawa2 buku gambar porno boleh ngga ?" B : "kagak boleh.. dosa tauk !!" A : "tapi lo jumatan ngantongin Hp, gambar2 bokep-nya dah lu delete ?" B : "blom.." :) ________________________________ From: pinpinyuliansyah <[email protected]> Ada kewajiban kepada seluruh anak - anak SD di sebuah Sekolah Negeri di sekitar Setiabudi Atas - Bandung untuk membawa Al-Quran saat pelajaran Agama dengan hukuman apabila ada murid yang tidak membawa maka murid tersebut disuruh pulang. Dalam ceramah pagi yang dilakukan hari ini, sang Guru berkata - kata di depan seluruh murid nya yang dikumpulkan di halaman sekolah bahwa umat Islam harus bangga membawa - bawa kitab suci nya kemana - mana. "Jangan kalah sama umat agama lain ! Coba lihat di jalan - jalan ! Coba lihat di angkot - angkot ! Terutama umat Kristen sering membawa Alkitab dengan bangganya ! Maka kitapun sebagai Umat Islam harus memiliki kebanggaan pada Alquran yang sudah jelas - jelas menurut Allah adalah kitab yang paling benar ! " Saya mendengar "Ceramah" itu dengan telinga saya sendiri. Karena beberapa hari ini saya tingal di Setiabudi Atas - Bandung dan kebetulan pas berhadapan dengan sekolah ini, dimana "ceramah" itu dipancarkan denan alat pengeras suara. ... Ini sekolah Negara. Sekolah ini tidak hanya dibuat untuk orang Islam, Namun untuk semua anak Bangsa dari semua agama dan untuk semua suku Bangsa. Meskipun di sekolah ini 100% murid nya adalah penganut Islam, namun seyogyanya sebuah lembaga pendidikan dasar yang dikelola negara tidak menanamkan sikap perbedaan SARA. Sekolah Negeri seperti "gitu" tidak hanya akan mencetak output yang kurang toleran, namun juga akan membuat orang tua yang beragama lain memilih untuk tidak menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri yang "kayak gitu". Saat ini kita melihat dengan mata telanjang sekian banyak anak-anak Muslim nyaman belajar di sekolah - sekolah seperti Mardi Yuana atau BPK Penabur yang dikelola oleh organisasi Kristen, namun kita nyaris tidak pernah melihat ada anak - anak Kristen bersekolah di sekolah - sekolah yang dikelola oleh ormas Islam. Kondisi ini terbalik dengan prinsip bahwa Islam - seyogya nya - adalah rahmat untuk seluruh alam, termasuk namun tak terbatas artinya bahwa Islam seyogyanya menjadi rahmat bagi semua penganut agama lainnya. Dengan kata lain, sebuah sekolah yang merangkul semua murid dari berbagai agama dan memberikan keyamanan bagi semua murid yang berbeda agama dan mengajarkan toleransi serta menciptakan suasana yang harmoni(s) di lingkungan sekolah dimana sekolah itu dikelola oleh organisasi non-Islam, sekolah seperti itu, yang dikelola oleh non Islam, apanan jadinya jauh lebih Islami dibanding dengan sekolah - sekolah yang dikelola oleh ormas Islam namun tidak mewujudkan prinsip "Rahmatan" untuk semua murid nya meskipun berbeda keyakinan. Agama Islam itu apanan - mestinya - bukan hanya rahmat bagi penganut Islam, namun -Konon- adalah rahmat bagi seluruh alam. ... Berbicara tentang "membawa Alquran kemana mana" memang rada sulit untuk dilakukan. Mengapa ? Sekian banyak penganut Islam kebanyakan apanan memperlakukan al-Quran sebagai benda yang disakralkan. disimpan di atas lemari, menyentuhnya harus dengan berwudhu, tidak boleh dibawa ke Toilet, tidak boleh diletakkan dimana saja. Repot jadinya -- ketika anjuran sang ustad itu dilakukan -- membawa Al-quran pada saat haid, atau membawa al-quran kemana -mana pas harus masuk toilet umum pegimana coba ? Terus kalau pas bawa alquran di angkot, terus kentut, terus Alquran nya siapa yang pegang atuh ? Berbicara tentang "Alquran adalah jelas kitab yang paling benar, paling lengkap,paling sempurna ..." namun apanan meskipun benar bahwa menurut kitab suci Al Quran di Surga itu ada sekian banyak bidadari cantik yang selalu perawan dan meskipun benar kaum lelaki diberi kekuatan untuk making love 100 kali lipat dan meskipun di surat Yaasin ada keterangan bahwa penghuni surga sibuk dengan kesenangan "seperti itu", lha ...masa iya ... hal "kayak gituan" harus diajarkan pada anak - anak lelaki kecil usia SD ?. Ayat - ayat suci itu boleh saja diyakini sebagai pegangan kebenaran, namun tidak semua yang benar itu baik untuk disampaikan. Mestinya ... Guru agama itu cerita bahwa Indonesia adalah negeri luas yang kaya raya. Mestinya guru agama itu bercerita bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku dan Agama, Mestinya guru agama itu bercerita bahwa sebagai umat Islam yang ada di Indonesia kita harus berlomba - lomba dalam kebaikan. Mencintai negara ini, bangsa ini karena sebagai sebuah bangsa kita telah bersumpah untuk berbangsa satu, berbahasa satu, bertanah air yang satu : Indonesia. Al-Quran sendiri apanan secara bahasa artinya adalah bacaan. Hari gini, bentuk nya bisa saja sudah digital dan tersimpan apik di dalam smartphone atawa tablet, dan bukan halangan -- tentu saja -- membawa smartphone atawa tablet kemana saja. Diangkot, di kantor, di sekolah, bahkan meskipun karena satu dan lain hal kita mesti masuk toilet umum, smartphone itu nddak perlu disimpen di luar toilet hanya harena di dalam nya ada "bacaan suci", karena kalau itu smartphone disimpen di luar toilet, maka bisa hilang dicuri orang dong ... Kebanggaan kita sebagai muslim bukan dengan cara menenteng al-quran dalam bentuk cetakan buku kemana mana, nddak harus diwujudkan dalam bentuk memperpanjang jenggot atau memakai baju arap, nddak usah juga dengan nge jeduk jedukin kepala ke lantai saat sujud sehingga ada "bekas sujud" berwarna hitam di jidat. Kebanggaan kita sebagai muslim apanan lebih baik dituangkan dalam bentuk amal baik, perkataan baik, perbuatan baik, pemikiran baik, yang memberi manfaat sebesar - besrnya bagi bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai Suku. Agama , Ras , dan Golongan. Meskipun penduduk di Papua masih banyak yang bertelanjang dada dan berkoteka, namun mereka adalah saudara kita, si Memey yang rajin ke Gereja juga adalah saudara kita, Si wayan yang rajin ke Pura juga adalah sahabat kita, kita semua adalah saudara yang lahir dari seorang ibu yang sama yang biasa kita panggil dengan sebutan Ibu Pertiwi. Ini Indonesia. Bukan Arap.
