On 15 Feb 2006, at 12:38, croissantpolos wrote:

> --- In [EMAIL PROTECTED], "helsing744" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Masalah kritik atau dikritik adalah hal yg biasa, yg menjadi tidak 
> > biasa adalah CARA mengkritik itu tadi. Anda kan pernah (atau masih) 
> > menjadi pendidik, dalam profesi anda tentunya juga diajarkan untuk 
> > mengenali sisi EMOSIONAL dan PSIKOLOGIS anak didik anda kalau anda 
> > benar2 ingin sukses mendidik mereka, meskipun kita tidak harus 
> > menjadi otoriter, tapi sikap lapang dada dan rasa "lebih besar" dgn 
> > mau mencoba mengerti kondisi psikologis anak didik anda maka proses 
> > ajar mengajar (pendidikan) akan lebih mudah diwujudkan dan 
> > mendapatkan kesuksesan. Hal mana ini juga berlaku saat anda 
> > menghadapi orang yg terbiasa dgn brain-washed sejak kecil 
> > untuk "melek keterbukaan" dan melek dgn REALITAS kehidupan yg ada 
> > dgn segala perbedaannya.
> > 
> 
> Saran ini ada benarnya. 
> Mengkritik tidak harus mematikan semangat dan memupuk dendam.
> 
> Jadi bagaimana cara mengkritik islam/umat islam supaya 'grow up' dan 
> berhenti bersifat pengamukan?
> 
> Jadi bagaimana cara mengkritik ummat islam moderat supaya lebih aktif 
> membela kemanusiaan dan menentang pengamukan?
> 
> Atau mungkin kita harus selalu siap dengan saran cara marah yang 
> sehat? Lha, kalau orang sudah marah dinasehati apa didengar ya? 
> hik..hik..
> 
> Nonton lagi dah islam paki ngamuk lanjut.


    Runyam memang dengan orang Islam... 

    Saya selalu teringat kartun di koran Sinar Harapan di zaman
    Suharto yang menunjukkan wartawan (digambarkan kecil) yang
    gemetaran ketakutan  dihardik penguasa (digambarkan jangkung dan
    gendut) bilang: "Kritik sih boleh, tapi jangan pedes...". 

    Lalu disitu juga dilukiskan ada cabe yang bisa bikin enak
    makanan itu, tapi saya nggak ingat dipegang siapa... 

    Ketikaitu saya teringat akan kutipan dari wartawan Perancis
    Albert Londres yang bilang (saya terjemahkan secara bebas):
    "Tugas wartawan itu adalah menghunjamkan mata pena ke luka
    (perasaan) yang menganga....." 

    Agar jelas: antara fascisme Orde Baru dan Islam itu jaraknya
    tidak jauh (saya parafrasi omongan Ibn Warraq, orang Pakistan 
    yang murtrad itu). 

    (Ngomong-ngomong tentang amukan di Pakistan itu: yang dibakar
    itu KFC dan MacDonald...). 




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke