Bung HU, 
  Terus terang aku sudah lupa ujut Glodok itu macam apa. Yang masih aku 
ingat2(maklum hanya 1X ngunjungi) Glodok itu gedung tingkat 2 kalau ngak salah 
dan di-apit oleh 2 jalan yang mengitarinya. Betulkah ini? Gedung2 kuno inilah 
yang aku maksud sebagai suatu asset sebenarnya buat negara. Perlu di 
pertahankan, paling sedikit wajah muka gedung( facade) yang berbentuk kuno. 
Gedung2 perumahan kuno  juga di pertahankan oleh S'pore yang sudah modern 
ke-mana2.
    Kalau tidak salah ada tuh hotel peninggalan Belanda di Jl sekarang jl Gajah 
Mada kalo ngak salah, namanya apa tuh hotel de sein atau senada gitulah 
namanya. Gedung itu juga di hancurkan. Goblok bener DKI itu. Koq ngak lihat 
Hotel Raffles di S'pore, tetap di pertahankan malahan di modernisir tapi tanpa 
mengorbankan fasade yang sudah terkenal di-mana2.
   
  Kalau perkara jorok itu sebenarnya tergantung dari pemerintah atau pemerintah 
daerah yang punya tanggung jawab untuk memelihara kesehatan lingkungan.  Coba 
birokrat2 itu studi tour aja ke S;pore tanya itu Lee ShienLung gimana ngatur 
negara atau perkara bersih2 tempat kediaman.
  Apa salahnya kalau disuatu pengelompokan yang majority orang Tionghoa misale, 
mereka guna-in bahasanya sendiri. Aku walaupun ngak banyak ngerti bahasa 
mandarin, okay2 saja kalau ke China town sini. Itu namanya cosmopolitan dan 
multi kultural. Ada juga tuh suburb yang dihuni oleh orang middle eastern, ya 
no objection at all tuh, asal jangan terus ngerancang rakitan bom, he he he. 
Semua etnis seyogianya punya hak untuk menetapkan pilihannya mau berdiam 
dimana. Tapi semua harus tunduk kepada hukum negara. Simple as that.
  
***Dont bet, sesunggunya simple as that, cuma dibelit anda saja. Tentu anda 
juga tau yang canangkan ganti nama, sekolahan Tionghoa ditutup...adalah Lim 
Bian Kun dan Bian Kie. Menyalahkan Soeharto dan OrBa, cuma sontoloyo yang 
berani nuduh. Tentu anda bukan sontoloyo, Aussie tidak terima migran miskin 
Indonesia, sontoloyo dari Indonesia.
   
  ===============Harry:
  Bian Kun,Bian Kie itu tidak punya nyali kalau ngak ada backing-an dari Orba. 
Mana sih kedua ber-saudara itu punya nyali, lah lihat pisiknya saja sudah 
kelihatan kalau patut untuk dijadikan  gedibal-nya Suharto.  Cocoklah kalau 
mereka itu jadi piara-annya Suharto, demi memberikan kredibilitas  dan 
legimitasi atas UU yang diskriminatif  yang kemudian  di keluarkan oleh 
Suharto. Legimitasi bisa diberikan, .....lah Cino-nya sendiri, diwakili oleh 
dua Tionghoa ceking itu sudah meng-okay dan minta budaya Tionghoa dilenyapin 
melalui LPKB koq! Kan Suharto ketawa dalam hati, tuh Cina2 itu yang minta 
budayanya di larang, bukan aku (Suharto) lho, demikian kayaknya Suharto punya 
pikiran.Simple as that!

Harry Adinegara

                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
  Yahoo! Health: Dedicated to providing current health news and information. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke