Saya pernah dengar tentang Tarian Kontemporer. Apa tarian anggota DPR ini termasuk tarian tsb?
On Tue, 28 Mar 2006 10:39:03 +0200 "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=13021 > > > Menari di Atas Uang Rakyat > Oleh Adlil Umarat > Selasa, 28-Maret-2006, 00:30:4110 clicks > > > > Sungguh sedih hati ini mendengar isu tentang rencana >kenaikan gaji anggota DPR saat ini. Ketika mendengar >berita tersebut, saya langsung teringat pada Paman Gober, >seorang tokoh dalam serial Donald Bebek yang sangat >digemari anak-anak. > > > Dalam setiap cerita, Paman Gober selalu mempunyai uang >banyak dan menari-nari di atas tumpukan uang tersebut, >tanpa peduli dengan saudaranya sendiri, Donald Bebek. >Gambaran Paman Gober yang menari-nari di atas uang sambil >tersenyum girang tersebut lalu saya analogikan dengan >anggota DPR sekarang yang menari-nari di atas uang >rakyat. Jika memang benar ada kenaikan gaji DPR, >keputusan tersebut akan sangat menyayat >saudara-saudaranya di Indonesia yang sedang susah mencari >sesuap nasi. > > Tiga Masalah Kunci > > Dalam isu kenaikan gaji DPR ini, paling tidak ada tiga >hal yang menarik untuk dibahas: > > pertama, sejak isu ini mulai merebak, terjadi kericuhan >di intern DPR sendiri. Pihak yang ditengarai >memberitahukan berita ini ke publik dianggap sebagai >pembocor rahasia (pengkhianat atau pahlawan?) oleh pihak >lain. Adalah anggota dari Fraksi PKS yang dituding >sebagai 'pembocor' rahasia rapat anggota dewan tersebut. >Menurut saya, tindakan anggota dari PKS ini bukan >pembocoran isu. Tindakan ini adalah bentuk transparansi >lembaga dewan yang terhormat terhadap rakyat sebagai >konstituennya. Jika pun ada kode etik di DPR yang >dilanggar anggota dari fraksi PKS tersebut, menurut saya, >itu tidak seharusnya menjadi masalah besar. > > Mengapa? Apa yang disampaikan ke publik bukanlah rahasia >negara yang membahayakan posisi negara, bukan pula >menyangkut masalah national security. Justru ini masalah >moral anggota dewan yang belum mampu menunjukkan >empatinya kepada masyarakat. Jangan lupa, dalam ranah >demokrasi, DPR bukanlah apa-apa. Rakyatlah yang >seyogyanya berkuasa. DPR hanyalah pion yang seharusnya >bertindak sesuai keinginan dan kebutuhan konstituennya, >yaitu rakyat. > > Kedua, ada beberapa alasan di balik rencana kenaikan >gaji DPR tersebut. Salah satunya adanya kebutuhan anggota >DPR untuk menambah uang penunjang komunikasi dan juga >staf ahli anggota dewan. Ada juga pihak yang 'membaca' >bahwa kenaikan gaji DPR sebagai 'uang pelicin' dari >pemerintah eksekutif agar kenaikan TDL dimuluskan. Khusus >mengenai staf ahli, memang harus dibicarakan lebih >lanjut. Kita harus paham bahwa anggota DPR tergolong >sibuk. Jadi, mereka tidak mempunyai waktu untuk >meng-update berita dan isu terhangat. Keberadaan tim staf >ahli dalam hal ini memang diperlukan. > > Tetapi, inilah problemnya. Masyarakat seolah menutup >mata terhadap kebutuhan mendesak anggota DPR ini. >Padahal, keberadaan staf ahli ini akan membantu >meningkatkan kualitas dan efektivitas kerja DPR ke depan. >Maka untuk menghindari fitnah dan persepsi negatif >masyarakat, hendaknya diciptakan sistem perekrutan, >penggajian, dan audit tentang staf ahli. > > Tentu saja sistem ini harus terbuka dan transparan. >Kalau perlu, dibuat sistem terbuka tentang staf ahli ini. >Mereka bisa direkrut dari dunia kampus, yang masih >idealis dan dekat dengan dunia akademis. > > Ketiga, disparitas gaji terbawah dan teratas di negeri >ini sangat mencolok. Sebenarnya konsep pembangunan di >Indonesia mengikuti tren modernisasi. Tren yang terjadi >di Indonesia mengikuti perkembangan negara-negara di >Eropa dan Amerika. Sesuai pendekatan fungsionalis, setiap >elemen dalam masyarakat menjadi penting artinya dan >mempunyai peranan yang saling terkait. > > Di Eropa dan negara-negara maju lainnya, tidak ada >disparitas gaji terbawah dan teratas yang sangat mencolok >dalam hal okupasi. Gaji tukang sampah dengan direktur >suatu perusahaan tidak terlalu jauh berbeda. Anehnya, di >Indonesia tidak berlaku rumusan seperti itu. Mereka yang >berstrata sosial tinggi secara ekonomi, yang miskin pun >semakin miskin. Pada titik inilah kita tidak mengenal >keadilan komutatif. Suatu keadilan sosial yang bisa >menyebar di seluruh masyarakat. Struktur sosial >masyarakat membuat manusia Indonesia seolah telah >ditakdirkan untuk mengenyam sendiri nasibnya. > > Saya simpati dengan tanggapan Ketua MPR Hidayat >Nurwahid, yang menilai rencana kenaikan gaji DPR Rp 14 >juta hingga Rp 16 juta lebih untuk pimpinan, dan Rp 15 >juta untuk anggota tidak tepat waktu karena saat ini >kondisi perekonomian rakyat Indonesia masih terpuruk. >Jika memang kinerja DPR semakin membaik dan bisa dinilai >memuaskan, barulah rakyat akan ikhlas memberikan kenaikan >gaji. Tetapi, dari kenyataan yang ada, persepsi publik >terhadap DPR sendiri masih sangat negatif. > > Terbukti hasil survei yang dilakukan Survei Transparency >International Indonesia (TII) menyebutkan tujuh lembaga >dinilai paling korup tahun ini. Berdasar peringkat, >lembaga korup dari hulu ke hilir ini semakin semilir dari >tahun ke tahun. Hasil survei yang dipublikasikan Jumat >(23/12/2005) seperti dilansir detikcom, terlihat >urutannya tidak terlalu berubah dengan tahun sebelumnya. > > Misalnya, selama dua tahun, responden menilai parpol dan >parlemen, dua lembaga yang saling terkorelasi, merupakan >lembaga paling korup. Berdasar peringkat perolehan nilai >terbesarnya, berturut-turut adalah; Partai Politik (4,2), >Parlemen (4,0), Polisi (4,0), Bea dan Cukai (4,0), >Peradilan (3,8), Pajak (3,8), dan Birokrasi (3,5). > > *Penulis adalah peneliti senior Kelompok Studi Mahasiswa >Eka Prasetya UI (email: [EMAIL PROTECTED]) > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > List owner : [EMAIL PROTECTED] > Homepage : http://proletar.8m.com/ > Yahoo! Groups Links > > > > > > =========================================================== Ikuti Lomba Puisi Online Jawa Timur, dapatkan hadiah menarik setiap bulannya dan hadiah total senilai 60 juta rupiah hanya di http://www.plasa.com (Khusus Jawa Timur) =========================================================== Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
