***Di Timor Leste, banyak yang rindu dan ingin kembali ke pangkuan NKRI. 
Sebarkan berita bahwa Indonesia akan tampung dan membantu 600 anggota 
angkatan bersenjata TimTim ajukan protes ke PBB, minta PBB adakan referendum 
lagi.

***Australia boleh, Indonesia lebih boleh...

Mar 29 20:21

RI MONITOR SITUASI DI TIMTIM, BELUM RENCANA EVAKUASI

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia terus memonitor situasi 
keamanan di Dili di tengah laporan media massa bahwa keadaan di ibukota 
Timor Leste itu memanas, menyusul pemecatan terhadap 600 anggota angkatan 
bersenjata Timor Timur (FDTL) baru-baru ini oleh panglima FDTL, Brigjen Taur 
Matan Ruak.

"Kita memonitor secara cermat. Gejolak itu yang baru terdeteksi selama ini 
masih di Dili, belum melebar ke perbatasan," kata Sekretaris Jenderal 
Deplu-RI, Imron Cotan, kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Menurut Imron, Jakarta belum berencana untuk melakukan evakuasi terhadap 
staf Kedubes RI di Dili.

"Sejauh ini kita belum mempunyai rencana untuk mengevakuasi kedutaan maupun 
staf kita," ujarnya.

Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kol Inf APJ 
Noch Bola, Rabu, seperti dikutip ANTARA mengatakan bahwa pada Selasa (28/3) 
sore sekitar 30 WNI dari Dili masuk ke wilayah NTT untuk menyelamatkan diri 
akibat meningkatnya gangguan keamanan di Dili.

Kekacauan yang terjadi di Dili, kata Danrem Bola yang mengutip laporan dari 
berbagai sumber, mulai menghangat dan memanas sejak 25 Maret lalu yang 
dipicu oleh kelompok Angkatan Bersenjata Timor Timur (Timtim) atau Timor 
Leste yang dipecat beberapa waktu lalu oleh Panglima FDTL, Taur Matan Ruak.

"Setelah 30 WNI yang masuk ke perbatasan Selasa sore, dilaporkan masih ada 
lagi WNI yang menyusul, namun sampai sejauh ini belum tercatat jelas karena 
masih dilakukan pendataan oleh petugas keamanan dari TNI di wilayah 
perbatasan NTT-Timtim," katanya.

Militer Indonesia yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan 
(Satgas Pamtas) Nusa Tenggara Timur (NTT)-Timor Timur, kata Danrem Bola, 
kini dalam posisi Siaga I untuk menghalau masuknya warga Timtim ke wilayah 
Indonesia.

Laporan juga menyebutkan bahwa kediaman Wakil Kepala Kepolisian Nasional 
Timtim yang letaknya tak jauh dari Kedubes RI untuk Timtim di Dili, dirusaki 
oleh kelompok bersenjata, yang juga dilaporkan merusaki puluhan rumah 
penduduk pada beberapa tempat di Timtim.

Juru Bicara Deplu-RI, Desra Percaya, ketika dihubungi ANTARA, Rabu, enggan 
berkomentar soal situasi keamanan di Dili, yang disebutnya sebagai masalah 
dalam negeri Timor Timur.

"Pemerintah Indonesia percaya bahwa pemerintah dan rakyat Timor Timur akan 
mampu mengatasi dengan baik perkembangan tersebut," katanya.(*)

http://www.antara.co.id/seenws/?id=30887




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke