http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=139587


 REVISI KK FREEPORT
Menteri ESDM Jangan Lempar Bola ke Pihak Lain 



Kamis, 30 Maret 2006
JAKARTA (Suara Karya): Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) jangan 
"main lempar bola" ke pihak lain terkait revisi kontrak karya (KK) pertambangan 
PT Freeport Indonesia. Sebagai inspektur pertambangan, Menteri ESDM merupakan 
pihak yang harus berinisiatif melakukan perubahan kontrak karya Freeport ini. 

Menurut praktisi hukum Luhut Pangaribuan, Menteri ESDM baru bisa lepas tanggung 
jawab atas perannya sebagai inisiator revisi kontrak karya Freeport jika 
Presiden Yudhoyono tidak mempercayainya mengemban tugas itu. "Jika memang sudah 
tidak mempercayainya, Presiden bisa saja menunjuk pejabat lain untuk menjadi 
inisiator perubahan KK Freeport ini," katanya di Jakarta, kemarin. 

Meski begitu, Luhut menekankan bahwa revisi KK itu tidak bisa dilakukan 
tiba-tiba. "Harus lebih dulu dibuktikan di pengadilan bahwa Freeport 
mendapatkan kontrak karya dengan melanggar hukum, atau operasi mereka melanggar 
hukum lingkungan," katanya di Jakarta, kemarin. 

Cacat hukum dalam memperoleh kontrak karya, menurut Luhut, bisa saja terjadi 
jika pihak yang mewakili pemerintah saat kontrak tersebut ditandatangani tidak 
memiliki integritas. "Atau dia berada di bawah tekanan saat menandatangani 
kontrak itu," katanya. 

Pendapat hampir senada diungkapkan Ketua Panja Freeport di DPR Rapiudin 
Hamarung. "Seharusnya yang menjadi inisiator perubahan kontrak karya itu 
Menteri ESDM saja, tidak usah diserahkan ke Menko Perekonomian. Tapi untuk 
koordinasi, Menko Perekonomian dan menteri-menteri terkait memang perlu 
dilibatkan. Cuma penanggung jawab inisiator perubahan kontrak karya cukup 
Menteri ESDM saja," katanya. 

Kendati demikian, Rapiudin melihat Menteri ESDM merasa perlu melibatkan menteri 
lain terkait perubahan kontrak karya Freeport ini. 

"Mungkin Pak Purnomo (Menteri ESDM) melihat bahwa perubahan KK itu juga 
bersentuhan dengan sektor lain-lain. Misalnya sektor pendapatan negara dan 
kehutanan. Karena itu, dia mengatakan bahwa revisi kontrak karya itu merupakan 
tugas Menko Perekonomian. Tapi kalau menurut saya, tidak harus Menko. Perubahan 
kontrak karya cukup dilakukan Menteri ESDM saja," papar Rapiudin. 

Dia juga mengatakan, pihaknya berencana menemui tim pencari fakta yang dibentuk 
pemerintah guna melihat kemungkinan terjadinya pelanggaran yang dilakukan 
Freeport. Tim itu sendiri terdiri dari unsur Departemen ESDM, Kantor Menneg 
Lingkungan Hidup, Departemen Keuangan, Departemen Dalam Negeri, Kantor Menko 
Perekonomian, Kantor Menko Polhukam, Mabes TNI, dan Mabes Polri. 

"Kami dan tim pencari fakta perlu duduk sama-sama membicarakan masalah ini. 
Mungkin ada fakta yang mereka dapatkan, dan ada yang masih harus mereka gali. 
Jadi, kita saling berkoordinasi karena persoalan Freeport ini bukan tanggung 
jawab pemerintah saja. DPR juga harus berbicara," kata Rapiuddin. 

Tim pencari fakta belum menyimpulkan hasil temuan mereka di lokasi tambang 
Freeport. Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, hasil temuan tersebut 
diumumkan satu hingga dua bulan mendatang. 

Menurut Purnomo, pemerintah sedang melakukan audit menyeluruh terhadap kinerja 
Freeport. Karena itu, tim pencari fakta yang diterjunkan ke Mimika sejak dua 
hari lalu tidak hanya bekerja mengaudit hal-hal yang berkaitan dengan pra dan 
pascaproduksi tambang oleh Freeport, tetapi juga seluruh aspek - termasuk 
program community development, aspek lingkungan hidup, juga sumbangan Freeport 
terhadap APBN dan keuangan daerah. 

Dalam perbincangan dengan wartawan dalam penerbangan dari Timika menuju 
Jakarta, kemarin, Purnomo memperkirakan hasil audit atas hal-hal di luar aspek 
produksi tambang itu kemungkinan menarik perhatian publik. Tim pencari fakta 
sendiri, katanya, akan melacak kebenaran penyaluran pajak dan royalti hingga 
dana untuk keuangan daerah yang disalurkan Freeport. "Apakah itu dilakukan 
sebagai charity (belas kasih) atau sebagai wujud social responsibility. 
Informasi tentang itu akan digali tim," kata Purnomo. (Nefan Kristiono/M Kardeni

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke