--- In [email protected], PAREWA PAREWA <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > BELANDA MINTA TANAH > 1947, Belanda Bantai 40 Ribu Rakyat Sulawesi > Rakyat Merdeka, Senin, 10 April 2006, 13:39:47 WIB > Batara R. Hutagalung > Ketua Komite Utang Kehormatan Belanda > > WALAUPUN pura-pura mengakui Papua Barat sebagai bagian dari RI, Pemerintah Belanda telah menugaskan dan mendanai Prof. Drooglever, seorang pakar sejarah yang sangat dikagumi oleh banyak sejarawan Indonesia, untuk membongkar kembali Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) di Papua Barat tahun 1969. Hal ini dinyatakan oleh J. van Aartsen, mantan Menlu Belanda sebelum Ben Bot. >
Belanda itu jauh bisa dipercaya katimbang Indonesia ataupun anda yang penuh dengan fitnah. Belanda bukanlah pura2 mengakui Papua Barat melainkan tadinya percaya bahwa Sukarno akan patuh terhadap janjinya sendiri mengadakan perpera seperti juga Referendum di Timor timur. Ternyata Sukarno menipu, perpera itu tidak pernah ada apalagi tidak ada yang mengawasinya, bahkan Amerika sendiri ditipunya. Berbeda dengan Timor timur yang referendumnya berada dibawah pengawasan United Nation, Papua mengadakan perpera cuma dibawah pengawasan RI. Wajar saja kalo sekarang baru bisa dibuktikan pencaplokan Papua oleh Indonesia ternyata ilegal. Belanda tidak pernah mendanai prof.Drooglever atau siapapun juga, terbongkarnya rahasia penipuan itu sendiri bukan melalui penelitian sejarah melainkan adanya saksi2 utama yang mengakuinya dimuka sidang PBB sewaktu terjadi kerusuhan di Papua. Saksi2 itu justru orang2 Indonesia sendiri yang dulunya menanda tangani pernyataan sebebai pelaksana Perpera itu sendiri. Lalu kalo pelakunya sendiri yang mengaku, apa lagi yang masih mau disembunyikan? > Drooglever melakukan penelitian selama lebih dari 5 tahun(!). Dia berkunjung ke Papua dan mendatangkan orang-orang Papua ke Belanda untuk diwawancarai. Drooglever menerbitkan hasil penelitiannya dalam buku setebal 740 halaman (!) pada bulan November 2005 yang lalu. > Enggak ada datanya, karena Drooglever itu sendiri tidak mempunyai izin meneliti dan izin masuk ke Indonesia. Dan penipuan Perpera itu sudah dibongkar sejak sebelum Suharto sendiri turun. > Komentar singkat Drooglever atas PEPERA: âPEPERA ADALAH SUATU KECURANGAN!â Buku tersebut tentu menjadi referensi yang sangat berharga bagi orang Papua Barat yang ingin memisahkan diri dari RI, karena sebagai kajian ilmiah yang ditulis oleh seorang pakar sejarah yang sangat dikagumi oleh banyak sejarawan Indonesia sendiri. > Kalo anda sendiri menyadari bahwa banyak sejarawan Indonesia sendiri mengaguminya, lalu apa lagi yang harus diperdebatkan??? Apakah anda harus lebih percaya oleh penipu2 katimbang ahli2 itu sendiri??? Lalu mau menggunakan referensi apa anda mau membenarkan diri permainan atau rekayasa Perpera ini ???? > Yang menjadi pertanyaan sekarang, mengapa Pemerintah Belanda setelah lebih dari 50 tahun, masih tetap ingin memecah belah RI dengan memisahkan Papua Barat dari RI? > Bukanlah Pemerintah Belanda yang ingin memecah belah RI, melainkan pemerintah RI itu sendiri yang dipertanyakan tujuannya menghabisi ras Papua ditanahnya sendiri???? > Kini Pemerintah Australia memberikan visa perlindungan sementara yang berlaku tiga tahun bagi 42 orang Papua Barat yang beragama kristen. Sebelumnya, Australia menolak permohonan suaka dari orang-orang Afghanistan dan Irak yang beragama Islam. > Pemerintah Australia memberi visa perlindungan kepada 42 orang Papua sudah merupakan ketentuan Internasional bahwa siapapun yang hidupnya terancam harus dilindungi, bukan karena dia beragama Kristen, bahkan pengungsi Irak dan Afghanistant sendiri jauh lebih banyak yang mendapatkan suaka politik di Australia. ke 42 orang Papua itu tidak seharusnya masuk secara ilegal ke Australia, sehingga tak bisa difitnahkan sebagai kesalahan Australia, justru kesalahan itu terletak di pemerintah RI itu sendiri yang mengejar mereka untuk membantainya. > Apakah ini bukan konspirasi lagi dari Belanda dan Australia? > Kalo negara anda melakukan pembantaian kepada bangsa dan sesama agama anda sendiri seperti umat Ahmadiah itu, kenapa harus dituduhkan konspirasi negara lain???? Tindakan itu berada ditangan pemerintah anda sendiri, jangan menyalahkan negara lain !!!! Andalah yang harus mencegah tindakan pemerintah anda bukan Belanda atau Australia. > Masih ingat sebelum pemisahan Timtim dari RI? Belanda dan Australia termasuk negara-negara yang mengakui Timtim sebagai bagian dari RI, lalu apa yang terjadi? Telah kita ketahui bersama. > Sama sekali tidak ada urusan dan tidak ada hubungan pengakuan Belanda dan Australia sebelum TimTim berhasil memisahkan diri. Wajar saja Belanda dan Australia harus mengakui Timtim sebagai bagian Indonesia karena Indonesia juga menipu mereka se-olah2 rakyat Timor Timur dikatakan memilih Indonesia. Tetapi setelah dibuktikan dalam referendum, bagaimana mungkin Belanda dan Australia bisa anda haruskan tetap mengakuinya???? Pengakuan Australia dan Belanda itu se-mata2 berdiri diatas kepentingan rakyat2 yang dijajah, kalo memang mereka mau dijajah siapa yang bisa menentangnya, juga terbukti bahwa mereka menentang dijajah oleh Indonesia, kenapa harus tetap berkuku mendukungnya??? Anda itu idiot, apakah kalo orang Belanda dan Australia dulunya berhasil ditipu RI yang menyatakan rakyat Timor Timur memilih bergabung kepada Indonesia, harus tetap mendukung Indonesia yang penipu itu ???? Tentu saja kalo terbukti adanya penipuan dan kecurangan maka wajar dukungan itu dicabut. Sama halnya dengan Papua itu !!!! > Apakah tindakan Pemerintah Belanda dengan membiayai penelitian Prof. Drooglever selama lebih dari lima tahun ini dapat dikatakan sebagai tindakan sahabat sejati? > Sekali lagi, tidak pernah ada pemerintah Belanda membiayai apapun juga, dan ingat SAHABAT SEJATI TIDAK AKAN MENIPU SAHABATNYA SEPERTI YANG DILAKUKAN INDONESIA DI TIMOR TIMUR MAUPUN PAPUA !!!! Indonesia itu sendiri yang melakukan konspirasi penipuan untuk mendapatkan dukungan Amerika dulu. Penipuan tetap penipuan, kalo anda berhasil menipu dulu sehingga mendapatkan dukungan, maka setelah penipuannya terbongkar tidak mungkin dukungan dulu itu bisa tetap anda harapkan dengan alasan sahabat sejati, karena kalo anda bersahabat tidak bermoral kalo anda menipu sahabat anda sendiri yang sudah begitu banyak membantu dan mendukung anda !!!!! > Mengapa Presiden Yudhoyono tidak mempertanyakan mengenai pembantaian 40.000 orang rakyat Sulawesi Selatan yang dibantai oleh tentara Belanda antara Desember 1946 â" Februari 1947? > Tidak kah anda baca buku Cindy Adam sahabat karib Bung Karno yang mendapatkan keluhan Westerling tentang penipuan Sukarno tentang jumlah korban di Sulawesi Selatan yang cuma berkisar antara 50-100 orang saja yang kemudian diberitakan 40 ribu????? Cindy Adam bertanya kepada Bung Karno, "kenapa jumlah korban yang cuma 50-100 orang anda beritakan 40 ribu?" Bung Karno menjawab, bahwa menyebarkan berita bohong tentang jumlah yang dilipat ganda itu dimaksudkan untuk membakar semangat perjuangan mengusir Belanda !!!! Menurut Bung Karno hal itu perlu dilakukan dimasa perjuangan, karena semangat juang bisa dibakar dengan kebencian dengan cara2 itu. Cindy Adam juga menanyakan, apa Kriteria Bung Karno untuk menganggap seseorang itu pahlawan Indonesia, pahlawan Revolusi??? Karena kalo diteliti, maka Pangeran Diponegoro bukanlah pahlawan, Untung Surapati juga cuma perampok yang ditolak Gubernur Belanda sewaktu melamar anaknya. Diponegoro perang dengan Belanda se-mata2 urusan pelanggaran tanahnya, sedangkan Untung Surapati ditangkap karena menyerang Gubernur untuk urusan pribadi karena lamarannya ditolak. Oleh Bung Karno dijelaskan, bahwa bangsa yang besar harus memiliki pahlawan, oleh karena itu bagi Bung Karno, siapapun yang dimusuhi Belanda dimasukkan kedalam pahlawan karena Indonesia sebagai bangsa yang baru membutuhkan pahlawan2 bangsa untuk teladan perjuangan melawan Belanda. Demikianlah, bagi Bung Karno berbohong halal asal untuk melawan Belanda, sehingga cukup pertanyaan anda terjawab bahwa pembunuhan 40 ribu orang di Sulawesi itu hanyalah rekayasa Bung Karno dan sudah diketahui Belanda dan Amerika karena tulisan2 Cindy Adam sudah disebarkan keseluruh dunia, dan seharusnya anda membacanya sebelum bertanya. Untuk apa SBY bertanya kepada Belanda untuk hal2 yang dia sendiri sudah tahu ????? JANGANLAH MENUTUP KESALAHAN ANDA ATAU NEGARA ANDA DENGAN MEN-CARI2 KESALAHAN NEGARA LAIN YANG TIDAK SALAH TETAPI ANDA REKAYASA SEBAGAI KESALAHAN. Semua pertanyaan anda sama sekali tidak applicable karena selain yang anda tanyakan tidak ada, bahkan bisa dibuktikan merupakan rekayasa fitnah yang merupakan kesalahan pemerintah RI sendiri dan bangsa anda. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
