Hidayat Nataatmaja yang dungu kayak anjing (bak anjing budug
    lapar melihat taik angat dia melahap saja omong kosong orang
    Arab yang bilang, tanpa bukti, al-Mushaf itu berisi wahyu Allah)
    dan telah dapat hidayah, artinya jadi bertabiat nista karena
    tukang tipu dan tukang fitnah, kali ini unjuk kedengkian
    fikirannnya... 

    Masaalah kejahatan seksual yang dilakukan oleh rohawiwan di
    gereja sedang diatasi oleh gereja Nasrani...

    Mereka buka masaalahnya, mereka bikin angket,mereka tungkup
    telentangkan masaalahnya, mereka analisa dan mereka cari jalan
    untuk mengatasinya... 

    Ini beda dengan perkosaan yang dialami TKWI di Arab  Saudi atau
    kejahataan seksual di berbagai madrasah... 

    Tidak ada angket yang serius, tidak ada diskusi terbuka untuk
    mengatasinya..... 
 


 

On 10 May 06, at 20:22, Hidayat Nataatmaja wrote:

> NGomong2..bagaimana dgn peran gereja sebagai sarang durjana yg merusak
> moral generasi muda dgn pratke nyabulin ribuan anak di bawah umur oleh
> pastur, sodomi oleh para pendeta dan kelakuan cabul suster pelayan
> tuhan? HUA HA HA HA HA
> 
>   kamu ini sok kemintar ya :)
> 
> heaven2_u <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Ha,ha,ha....Yang di usut itu bukan gereja tapi pesantren yang 
> notabene adalah sarang teroris.mao buktinya : Lu selidikin aja 
> amrozy cs alumni di mana? pesantren kan.
> 
> 
> namanahoogroups.com, "Bima Sakti" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > 
> > 
> > 
> > claire hills wrote:
> > >Indonesia tidak akan mengalami perubahan selama yang menduduki 
> > pemerintahan adalah orang-orang macam ini.
> > 
> > 
> > **Jadi menurut anda "claire hills" bangsa Indonesia itu mesti 
> > dipimpin oleh orang yang bagaimana ???
> > 
> > ...
> > 
> > 
> > --- In [email protected], claire hills 
> > <cleartruetoall@> wrote:
> > >
> > > Jawaban yang simple mungkin memang takut kepada non-muslim 
> > minoritas. Pertanyaan yang diajukan seharusnya bukan apakah mereka
> > tidak punya nurani keislaman lagi, karena kalau mereka benar-benar
> > islam, mereka tidak akan takut pada apapun atau siapapun apalagi
> > sekedar minoritas non-muslim, yang harus diajukan adalah apakah
> > mereka tidak bisa menegakkan hukum?. Dari fakta ini terlihat, yang
> > salah bukanlah pemerintah atau aparatnya tapi justru rakyat 
> indonesia 
> > sendiri yang telah memilih orang-orang yang tidak bisa menegakkan
> > keadilan dan kebenaran (bukan islam, karena keadilan dan kebenaran
> > berlaku untuk semua golongan, dalam hal ini kebetulan kaum muslim
> > yang menjadi korban). Indonesia tidak akan mengalami perubahan 
> selama 
> > yang menduduki pemerintahan adalah orang-orang macam ini. Apapun
> > agama mereka. Mengerikan memang. Pemerintahan sudah dipengan
> > mayoritas muslim saja masih terjadi seperti ini apalagi kalau 
> bukan.
> > >   Takut SARA? Pemecahannya bukan penyangkalan, penyembunyian 
> fakta 
> > dll yang selama ini dilalukan tapi justru dengan membawa isu SARA 
> dan 
> > berbagai masalah yang terkait dengan SARA kepermukaan untuk 
> > dibicarakan secara terbuka dan diselesaikan bersama-sama dengan 
> pihak-
> > pihak yang terkait, terlibat dan berkepentingan.
> > >    
> > >   
> > > 
> > > Astanto marda <mahadamai@> wrote:
> > >     Kasihan memang para penegak hukum dan pemerintah kita, tidak 
> > punya nyali utk tdk saja menghukum oknum2 gereja yg terlibat, 
> tetapi 
> > bahkan serius menindkalanjuti laporan2, bahkan kesaksian seperti 
> dari 
> > tibo cs itu... Saya bingung dan tdk mengerti, apakah para penegak
> > hukum dan pemerintah kita, yg nota bene mayoritas Islam, tidak 
> punya 
> > nurani ke-islam-an lagi...atau TAKUT dg orang kristen yg dlm arti
> > tertentu jaringan dan loby internationalnya lebih kuat???? 
> > >   aku bingung!!!
> > >   
> > > 
> > > pemerhatidunia <pemerhatidunia@> wrote:
> > >   preman Kristen ganas juga ya rupanya. masih belum sadar juga 
> pada 
> > > kesalahan inkuisisi abad pertengahan?? agama tidak boleh 
> dicampur 
> > > dengan politik, sebab dengan demikian, umat akan berlaku biadab 
> > pada 
> > > sesamanya demi tujuan politik. 
> > > 
> > > Usut Jaringan Gereja di Daerah Konflik
> > > 
> > > Fakta keterlibatan jaringan gereja dalam berbagai kerusuhan di
> > > Indonesia, diungkap sejumlah kalangan. Namun gereja menolaknya.
> > > Untuk kebenaran, pemerintah harus mengusutnya.
> > > 
> > > "Sudah jelas, jaringan gereja terlibat dalam setiap kerusuhan di
> > > Indonesia. Tapi, kenapa umat Islam yang selalu disebut teroris.
> > > Kenapa pula kaum Muslimin yang dikejar-kejar dan ditangkapi. Ini
> > > namanya diskriminasi. Umat sudah cukup sabar, tapi kesabaran 
> umat 
> > > tentu ada batasnya," kata salah seorang aktivis Islam saat 
> ditemui 
> > > SABILI beberapa waktu lalu.
> > > 
> > > Dengan nada geram aktivis Islam yang rutin memberi pengajian di
> > > sejumlah tempat ini menambahkan, "Jika kasus ini mau selesai, 
> maka 
> > > aparat berwenang harus mengusut tuntas keterlibatan jaringan 
> gereja 
> > > di setiap konflik di Indonesia. Kemudian mengadilinya sesuai 
> hukum 
> > > yang berlaku di Indonesia," tegasnya, memberi masukan dan saran 
> > pada 
> > > pemerintah. 
> > > 
> > > Kegeraman aktivis Islam tersebut seakan mewakili umat Islam 
> > > Indonesia pasca mencuatnya dugaan keterlibatan jaringan gereja 
> saat 
> > > aksi kekerasan di Papua beberapa waktu lalu. Fakta keterlibatan
> > > jejaring gereja tersebut begitu telanjang. Namun, pemerintah 
> nyaris 
> > > tak `bebunyi'. 
> > > 
> > > Keterlibatan jaringan gereja ini terungkap dan menjadi isu 
> hangat 
> > > saat Duta Besar Indonesia untuk Australia Tengku Hamzah Thayeb
> > > melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI, Selasa
> > > (18/4) lalu. Saat itu, Tengku Hamzah mengatakan adanya 
> keterlibatan 
> > > jaringan gereja dalam aksi kekerasan di Papua beberapa waktu 
> lalu. 
> > > 
> > > Lebih lanjut ia menguraikan, Persekutuan Gereja Australia 
> (Uniting 
> > > Church in Australia/UCA) mendukung kampanye pemisahan Papua 
> dengan 
> > > menebarkan informasi soal adanya genosida atau pembunuhan massal 
> di 
> > > Papua. Para petinggi UCA, kata Hamzah, mendapat informasi dari
> > > jaringan gereja di Papua. "Ini informasi akurat," tegas Hamzah 
> saat 
> > > itu. 
> > > 
> > > Info Tengku Hamzah, tentu saja menuai protes kalangan gereja. 
> Ketua 
> > > Umum Partai Damai Sejahtera (PDS) mengingatkan agar tidak 
> > mengaitkan 
> > > institusi gereja dengan aktivitas politik jemaatnya. Bantahan 
> juga 
> > > datang dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI). Wakil
> > > Sekretaris Umum PGI Pendeta Weinata Sairin menyatakan, 
> keterlibatan 
> > > jaringan gereja Australia dalam kasus Papua, bukanlah masalah 
> SARA. 
> > > Persoalan ini lebih merupakan isu politik, meski dihembuskan 
> oleh 
> > > institusi keagamaan.
> > > 
> > > Mantan Ketua Umum PGI Natan Setiabudi, juga menyatakan hal 
> senada. 
> > > Natan menyatakan, setuju dengan kabar yang menyebut telah 
> terjadi 
> > > pelanggaran HAM di Papua. Karena itu, ia menuding ada pihak 
> ketiga 
> > > yang sengaja menghembuskan adanya pembantaian massal di provinsi
> > > ini, tapi Natan menolak keterlibatan gereja. "Setahu saya gereja
> > > tidak pernah melakukan genosida. Nampaknya ada pihak ketiga yang
> > > melakukannya," tegas Natan. 
> > > 
> > > Entah terkait atau tidak dengan protes kalangan gereja tersebut,
> > > yang pasti tidak lama setelah itu Hamzah Thayeb mencabut
> > > keterangannya. Ketika SABILI menghubungi Thayeb melalui telepon
> > > genggamnya, ia malah balik menyalahkan para wartawan yang
> > > dianggapnya keliru menangkap pesan yang disampaikannya di depan
> > > Komisi I DPR-RI. 
> > > 
> > > "Ini yang saya tidak suka dengan wartawan, kalau mengambil 
> sesuatu 
> > > tidak betul. Konteksnya tidak begitu. Saya tidak pernah 
> menyalahkan 
> > > siapa-siapa. Saya tidak pernah membuat akselerasi apa-apa, kok. 
> > Yang 
> > > benar dong, kalau begini pemberitaannya, saya udah tak suka," 
> kata 
> > > Thayeb, sambil menutup telepon selularnya. Sayang, saat SABILI
> > > menghubunginya kembali, telepon selularnya tidak pernah 
> diangkat. 
> > > 
> > > Boleh saja Hamzah Thayeb mencabut keterangannya, termasuk 
> > > menyalahkan para wartawan yang dianggapnya tidak cermat 
> menangkap 
> > > pesan yang dia sampaikan. Tapi bagaimana dengan sinyalemen 
> beberapa 
> > > kalangan yang juga menyebut keterlibatan jaringan gereja pada
> > > kerusuhan Papua? 
> > > 
> > > Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional 
> > (Wantannas) 
> > > Letjen Muhammad Yasin pernah mengeluarkan pernyataan tertulis
> > > terkait kerusuhan di Papua saat rapat dengar pendapat dengan 
> Komisi 
> > > I DPR, Kamis (23/3) lalu. Yasin mensinyalir, gerakan separatis 
> > Papua 
> > > memanfaatkan jalur gereja. Jalur tersebut, mereka manfaatkan 
> > sebagai 
> > > media komunikasi untuk mendapatkan simpati dan dukungan 
> masyarakat 
> > > Papua maupun internasional. 
> > > 
> > > Melengkapi keterangan Yasin, sejumlah anggota Komisi I DPR-RI
> > > mengedarkan bagan dari jaringan separatis Papua yang berada di
> > > negeri Kanguru. Di dalamnya, diungkap keterlibatan sejumlah 
> elemen 
> > > di Australia dalam kerusuhan Papua. 
> > > 
> > > Selain menyebut pribadi-pribadi politisi Australia, seperti Bob
> > > Brown dari Green Party, Greg Sword dari Partai Buruh, Natasha
> > > Despoja dari Partai Demokrat, dan kalangan peneliti, seperti 
> Prof. 
> > > Denis Leith and Kell Dumet, bagan itu juga menyebut-nyebut 
> > > keterlibatan Uniting Church in Australia dalam mendukung gerakan
> > > separatis di Papua. 
> > > 
> > > Bak gayung bersambut. Ketua Umum Pengurus besar Nahdlatul Ulama
> > > (PBNU) K.H. Hasyim Muzadi kembali mengungkap keterlibatan gereja
> > > dalam kerusuhan tersebut. Hasyim Muzadi mengatakan, percaya 
> adanya 
> > > sinyalemen keterlibatan jaringan gereja dalam upaya pemisahan
> > > wilayah Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 
> Namun 
> > > Kiai Hasyim, bersikap lebih bijak. Ia lebih senang menyebut 
> oknum 
> > > gereja yang melakukan kerusuhan di Papua, daripada institusi 
> gereja.
> > > 
> > > Keyakinan Hasyim tersebut didasari pengalamannya sendiri saat
> > > menghadiri Sidang Dewan Gereja-gereja Dunia, di Brasil, Maret 
> lalu. 
> > > Menurut Hasyim, pada pertemuan itu, tiga dari 16 pendeta utusan 
> > yang 
> > > datang dari gereja Papua secara terang-terangan mengemukakan
> > > keinginan mereka agar Papua lepas dari NKRI. 
> > > 
> > > Ketiga pendeta tersebut terdiri dari satu pendeta perempuan dan 
> dua 
> > > pendeta laki-laki. Namun isu tersebut tidak terlalu mengemuka di
> > > forum karena ia bersama Pendeta Andrean Dewangggu dan Pendeta
> > > Richard Daulay berhasil meredam isu separatis tersebut, baik di
> > > tingkat komisi maupun pleno. 
> > > 
> > > "Ketika berbicara di tingkat pleno, saya kembali menekankan 
> bahwa 
> > > Papua tetap merupakan bagian dari NKRI. Ia pun meminta masalah 
> ini 
> > > tidak dibahas lebih lanjut," kata Hasyim.
> > > 
> > > Dengan cerita di atas, keterlibatan jaringan gereja di Indonesia
> > > dalam rusuh Papua, sulit dibantah, termasuk dari kalangan gereja
> > > sekali pun. Gereja acap kali disebut-sebut dalam berbagai 
> kerusuhan 
> > > di tanah air. Keterlibatan gereja pula yang disebut tervonis 
> mati 
> > > Tibo baru-baru ini. 
> > > 
> > > Menjelang eksekusi mati, panglima pasukan merah saat konflik 
> Poso 
> > > berkecamuk beberapa waktu lalu ini, mengungkap keterlibatan 
> Majelis 
> > > Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST). GKST Pimpinan 
> Pendeta 
> > > Damanik yang berpusat di Tentena ini, menurut Tibo, terlibat 
> dalam 
> > > pembantaian umat Islam Poso. 
> > > 
> > > Menurut Tibo, GKST memberikan dukungan moril dan lainnya kepada
> > > pasukan merah yang hendak menyerang kaum Muslimin Poso. Bahkan,
> > > lanjut Tibo, para pendeta mendoakan mereka dengan upacara ala
> > > Kristen di gereja tersebut. 
> > > 
> > > Hasilnya? Sebuah tragedi kemanusiaan yang di luar batas 
> kewajaran 
> > > manusia. Pembantaian dan penganiayaan terhadap umat Islam secara
> > > biadab telah dilakukan pasukan merah. Fakta ini terungkap dari
> > > keterangan sejumlah saksi saat persidangan Tibo beberapa waktu 
> > lalu. 
> > > 
> > > Kesadisan Pasukan Kelelawar pimpinan Tibo terhadap kaum Muslimin
> > > terungkap di persidangan. Menurut salah satu saksi, Pembina
> > > Pesantren Walisongo, Poso, Ustadz llham, ia melihat rekannya 
> > dibacok 
> > > pasukan merah pimpinan Tibo, sebelum ia nekat loncat dari mobil 
> dan 
> > > meloloskan diri. 
> > > 
> > > Sebelumnya, Ustadz Ilham bersama 28 orang lainnya disuruh buka 
> > baju. 
> > > Selanjutnya tangan diikat satu persatu dengan sabut kelapa, tali
> > > nilon dan kabel. Kemudian digiring lewat hutan tembus Desa
> > > Lempomawu. Rombongan Ustadz Ilham berjalan ke Desa Ranononco dan
> > > ditampung di sebuah baruga. 
> > > 
> > > Di sanalah mereka disiksa dalam keadaan berbanjar dua barisan.
> > > Selanjutnya ikatan tangan ditambah sampai bersusun tiga. Badan
> > > Ustadz llham diiris, ditendang dan dipukul dengan berbagai alat. 
> > Tak 
> > > puas dengan itu, mereka menyirami umat Islam dengan air panas 
> > selama 
> > > dua jam
> > > 
> > > Keberingasan pasukan merah itu juga diungkap saksi lainnya, 
> > Tuminah. 
> > > Menurut kesaksian Tuminah, pasukan merah mengikat mereka dengan 
> > tali 
> > > dan memisahkan antara laki-laki dan perempuan. Di bilik sebuah
> > > sekolah, Dominggus meminta para Muslimah melepas bajunya dan 
> > disuruh 
> > > berputar-putar di depannya. 
> > > 
> > > Jauh sebelumnya, keterlibatan gereja juga disebut-sebut saat
> > > penyerangan kaum Kristen terhadap umat Islam Maluku di akhir 
> tahun 
> > > 1999. Sehari setelah Natal, Ahad (26/12/99), dengan amat tiba-
> tiba 
> > > massa Kristen menyerang dan membantai kaum Muslimin di Kecamatan
> > > Tobelo, Maluku Utara. 
> > > 
> > > Seorang saksi menceritakan pembantaian yang menyayat hati umat 
> > Islam 
> > > tersebut. Menurut ceritanya, sebelum penyerangan biadab itu,
> > > terdengar suara lonceng gereja saling bersahutan serta suara 
> gaduh 
> > > tiang listrik, bak pertanda kesiapan untuk menyerang. 
> > > 
> > > Seketika, massa Kristen yang membawa berbagai senjata tajam 
> sudah 
> > > mengepung dan membombardir Masjid Jami, tempat berlindungnya 
> ribuan 
> > > kaum Muslimin. Masjid Jami pun diguyur bensin dan dengan cepat 
> api 
> > > menjilat tembok-temboknya. 
> > > 
> > > Jerit tangis anak-anak kecil, bayi yang kepanasan dan istighfar 
> > para 
> > > Muslimah terdengar bersahut-sahutan. Yang mencoba keluar masjid
> > > langsung dibantai. Kurang lebih 750 orang kaum Muslimin yang 
> berada 
> > > di dalam masjid tersebut terbakar hidup-hidup, hingga 
> mengeluarkan 
> > > aroma daging terbakar. 
> > > 
> > > Fakta keterlibatan gereja dalam berbagai kerusuhan di Indonesia
> > > memang tidak mudah mengurainya. Apalagi, jika ada pihak-pihak 
> yang 
> > > coba mengaburkannya ke arah persoalan politik. Karena itu, untuk
> > > memberi rasa keadilan bagi rakyat Indonesia yang notabene 
> mayoritas 
> > > Islam, maka tak ada kata lain, pemerintah harus mengusut 
> > > keterlibatan jaringan gereja ini sampai ke akar-akarnya. 
> > Masalahnya, 
> > > apakah pemerintah punya good will? Sebab, kalau tidak, sama saja
> > > membiarkan kebohongan terus berlanjut. Atau kita suka umat 
> langsung 
> > > yang menyesaikannya? Kalau begitu, di mana pemerintah?
> > > 
> > > 
> > > 
> > > Rivai Hutapea
> > > Laporan: Apriadi Murwanto, Chairul Ahmad, Diyah Kusumawardhani,
> > > Habibi Habibah.
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > >     
> > > ---------------------------------
> > >   Do you Yahoo!?
> > > Try the new Yahoo! Philippines Front Page! 
> > >     
> > > ---------------------------------
> > >   YAHOO! GROUPS LINKS 
> > > 
> > >     
> > >     Visit your group "islamkristen" on the web.
> > >     
> > >     To unsubscribe from this group, send an email to:
> > >  [EMAIL PROTECTED]
> > >     
> > >     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
> > Service. 
> > > 
> > >     
> > > ---------------------------------
> > >   
> > > 
> > > 
> > > 
> > >             
> > > ---------------------------------
> > > New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your 
> PC 
> > and save big.
> > >
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
>   YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
> 
>     Visit your group "islamkristen" on the web.
> 
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
> 
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
>     Service. 
> 
> 
> ---------------------------------
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone  calls to 30+ countries for just
> 2ยข/min with Yahoo! Messenger with Voice.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke