http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=6780
Jumat, 12 Mei 2006, Pak Harto Terima Kasih Keluarga Cendana menyambut gembira keputusan pemerintah yang menghentikan kasus dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto. Pak Harto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Beliau (Pak Harto, Red) mengatakan, sampaikan terima kasih kepada SBY," ungkap Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra usai menjenguk Pak Harto di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, kemarin. Yusril yang pernah menjadi pengetik naskah pidato Pak Harto itu menceritakan kondisi terakhir kesehatan penguasa Orde Baru tersebut. Menurut dia, kondisi Pak Harto sangat lemah. Dia hanya berbicara beberapa kata. Kepada Pak Harto, Yusril menyampaikan secara langsung perkembangan sikap pemerintah yang saat ini sedang mengkaji opsi bentuk penghentian kasus hukumnya. "Keluarga Cendana menyambut baik penghentian hukum yang dilakukan pemerintah. Mereka menyerahkan semuanya kepada pemerintah," paparnya. Keluarga Pak Harto melalui pengacara Juan Felix Tampubolon menyatakan suka cita atas keputusan pemerintah tersebut. Kendati demikian, Juan Felix sempat menanyakan mengapa keputusan itu baru diambil sekarang. "Ini sebenarnya merupakan harapan tiga atau empat tahun lalu, ketika berkas pemeriksaan dikembalikan dari PN (Pengadilan Negeri) Jakarta Selatan ke kejaksaan," katanya. Ketika itu, menurut dia, seharusnya pemerintah langsung menghentikan proses hukum kliennya tersebut. "Terlebih lagi, saat itu tim dokter independen yang dibentuk Kejaksaan Agung bersaksi di bawah sumpah bahwa Pak Harto mengalami kerusakan permanen di otak. Kerusakan inilah yang membuat Pak Harto tidak mungkin lagi diperiksa ataupun menjalani proses hukum," urainya. Juan Felix yakin bahwa keputusan pemerintah itu pasti diambil setelah mempertimbangkan banyak hal. "Pertama adalah aspek hukumnya. Selanjutnya, tentu mengenai kesehatan, jasa, serta menjadi bagian dari sejarah Indonesia," ucapnya. Apa pun pertimbangannya, Juan Felix mengatakan bahwa pihaknya menyambut bahagia putusan pemerintah tersebut. PDIP Setuju Tutup Buku PDIP juga setuju kasus Pak Harto ditutup. Sekjen PDIP Pramono Anung mengatakan, tidak elok bangsa Indonesia mempertontonkan kepada dunia terhadap mantan pemimpinnya yang sudah sepuh dan sakit-sakitan harus menjalani proses hukum. "PDIP, terutama Bu Megawati Soekarnoputri, menyatakan bahwa kita harus memberikan penghargaan kepada para pemimpin bangsa. Jadi, dalam persoalan Pak Harto ini PDIP berpandangan, sudahlah. sebaiknya ditutup buku saja," tandas Pramono di Bali kemarin. Menurut dia, biarlah kesalahan Pak Harto menjadi catatan bangsa saja. Sikap itu sebagai wujud bahwa bangsa ini harus menghormati pemimpin dan mantan pemimpinnya. Bukan balas dendam. "Tetapi, bagi kroni-kroninya dan orang yang ikut menikmati, tentu tidak sama dengan Pak Harto," tegasnya. Kalau terbukti korupsi, mereka harus diseret ke meja hijau. (ein/ano/rid/jpnn) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Everything you need is one click away. Make Yahoo! your home page now. http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
