http://www.sinarharapan.co.id/berita/0605/17/sh01.html

Ribuan Petani Tuntut Reformasi Agraria 

Oleh
Fransisca Ria Susanti



Jakarta - Ribuan petani dari 17 elemen petani di Jawa Barat dan Jawa Tengah, 
Rabu (17/5) pagi, mendatangi Istana Negara.

Mereka menuntut pemerintah serius melaksanakan reformasi agraria dengan 
menerapkan Undang-Undang Pokok Agraria No.5/1960, menghentikan liberalisasi 
perdagangan, menolak impor beras, dan mewujudkan kedaulatan pangan. 


Selain sejumlah tuntutan tersebut, ribuan petani yang bergabung dalam Aliansi 
Rakyat Menggugat (ARM) ini juga meminta pemerintah menghentikan segala bentuk 
kriminalisasi negara terhadap rakyat, khususnya petani. Mereka juga menggelar 
sejumlah spanduk di antaranya berbunyi "Stop Impor Beras!" 


Sedikitnya, 500 petugas kepolisian di antaranya 200 polisi wanita (polwan) 
diterjunkan untuk mengamankan aksi ribuan petani tersebut. 


Sebanyak delapan delegasi diterima di Istana Negara. Mereka antara lain 
Agustiana (Sekjen Serikat Petani Pasundan), Henri Saragih dan Rully Ardiansyah 
dari Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI), dan Usep Setiawan dari 
Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). Pejabat yang menemui mereka adalah Menteri 
Pertanian Anton Apriantono dan Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto. 
Hingga berita ini diturunkan, pertemuan masih berlangsung di Istana Negara.


Setelah dari Istana Negara, ribuan petani tersebut akan menggelar aksinya di 
Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat dan berakhir di Gedung DPR/MPR 
Senayan. 


Para pengunjuk rasa juga menolak Perpres No.36/2005 tentang penyediaan lahan 
untuk fasilitas umum yang diartikan petani sebagai perampasan tanah yang 
dilegalkan. 


ARM merupakan aliansi dari sejumlah serikat petani dari Jawa Barat, Jawa 
Tengah, dan Lampung, di antaranya Serikat Petani Pasundan (SPP), FSPI, KPA, 
Forum Petani Subang (FPS), Paguyuban Petani Cianjur (PPC), Himpunan Petani dan 
Nelayan Pakidulan (HPNP) Sukabumi, delegasi petani Jawa Tengah, dan Serikat 
Tani Lampung (STL). 


Sejumlah lembaga yang bergerak di sektor pertanian, termasuk Koalisi Rakyat 
untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dan Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air (KRHA), 
juga bergabung dalam aksi ini. 


Koordinator KRKP Witoro mengatakan pemerintah selama ini terlihat tak serius 
dalam mengatasi masalah pertanian dan pangan. 


Menurutnya, kedaulatan pangan menjadi satu-satunya alternatif untuk mengatasi 
masalah pertanian. Dan kedaulatan pangan ini terwujud dengan pelaksanaan 
reformasi agraria, pertanian berkelanjutan serta perdagangan yang adil. 
Aksi ini sendiri digelar bersamaan dengan pelaksanaan FAO Asia Pacific Regional 
Conference di Jakarta yang dimulai sejak Senin (15/5) lalu. 


Salah satu hasilnya adalah ikrar dan komitmen pada kepala negara untuk 
mengatasi kelaparan dan malnutrisi, terutama di Asia dan Pasifik. Para delegasi 
negara-negara anggota juga diharapkan bisa membuat kerangka aksi yang lebih 
konkret dan terukur untuk mengatasi masalah kelaparan dan kekurangan pangan. 





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Home is just a click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke