http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006051701055915
Rabu, 17 Mei 2006
BURAS
Mbah Maridjan, Idolaku!
H. Bambang Eka Wijaya -
"NAMA Mbah Maridjan, kuncen Gunung Merapi, melejit karena ia mbalelo!"
ujar Umar. "Ia tak mematuhi imbauan Sri Sultan HB X untuk turun dari lereng
Merapi karena tugas sebagai kuncen ia terima dari Sri Sultan HB IX dan Sultan
yang menugasinya itu belum memerintahkan dia untuk itu!"
"Keberaniannya menolak imbauan Sri Sultan HB X itu bagi seorang abdi luar
biasa!" timpal Amir. "Apalagi ia klasifikasikan perintah Sri Sultan HB X itu
sebagai perintah seorang gubernur! Perintah sultan yang ia tunggu tetap dari
Sri Sultan HB IX!"
"Masalahnya, sikap Mbah Maridjan itu bukan menyangkut diri sendiri!" ujar
Umar. "Warga sekitar desanya mengikuti Mbah Maridjan, kalau dia tak turun,
warga juga tak mau turun!"
"Justru sikap warga mengikuti Mbah Maridjan itulah magnitudo, jadi
menarik dibicarakan!" tegas Amir. "Kalau Mbah Maridjan sendiri tak mau turun,
itu risiko pribadinya jika terjadi sesuatu! Tapi kepercayaan warga pada Mbah
Maridjan, konsekuensinya menjadi taruhan sikap Mbah Maridjan!"
"Tapi, kenapa Mbah Maridjan bisa begitu?" kejar Umar.
"Keluguan cara berpikirnya, hingga ia punya logika sendiri yang justru ia
pegang sebagai sebuah prinsip!" sambut Amir. "Dalam alur pikir Mbah Maridjan,
sejauh ini bisa diduga, ia sama sekali tak merasa ataupun bermaksud untuk
mbalelo dari siapa pun! Karena dalam struktur berpikirnya ketaatan tertinggi
dalam tugasnya itu adalah pada perintah Sri Sultan HB IX, sehingga tanpa
perintah langsung dari Sri Sultan HB IX, ia tetap menjunjung amanah yang ia
terima!"
"Berarti sebenarnya dia tidak lugu seperti perkiraan umum, tapi justru
bersikap amanah!" tegas Umar. "Dan karena dia bersikap secara apa adanya itu,
ia menjadi orang yang terpercaya dan panutan warga desanya! Panutan yang bukan
kepalang sampai siap tetap mengikutinya meskipun ancaman bencana di pelupuk
mata!"
"Panutan yang dipercaya sekuat itu oleh para pengikutnya, hal langka di
negeri kita!" timpal Amir. "Bagi seorang idola, bergaya atau bersikap eksentrik
seperti Mbah Maridjan, justru merupakan kelaziman--seperti keidolaan Don Kisot
dengan sikapnya yang selalu konyol dalam sastra klasik Barat!"
"Tapi, banyak orang sengaja nyentrik--berani tampil beda--tapi tak
kunjung jadi idola!" sambut Umar.
"Mbah Maridjan telah terbukti menjadi idola warga desanya dengan sikap
lugunya yang oleh orang luar bisa saja dianggap eksentrik!" tegas Amir. "Malah,
ada gejala Mbah Maridjan juga sedang menanjak sebagai idola masyarakat luas,
setidaknya dikagumi, dengan sikapnya yang berani mbalelo baik dari kekuasaan
formal maupun kultural!"
"Itu bisa terjadi karena bangsa kita memang sedang merindukan seorang
tokoh idola yang amanah, berani menghadapi risiko maut dan teguh memegang
prinsip untuk berkata 'Tidak!'," timpal Umar. "Tak kepalang pula, jika tokoh
idola seperti itu muncul dalam sosok Mbah Maridjan--model sah rakyat jelata!"
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
You can search right from your browser? It's easy and it's free. See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/