Refleksi: Sesuai BPS penduduk Papua pada tahun 2003 berjumlah 2.366.000. 80% dari penduduk Papua Barat hidup dibawah garis kemiskinan [ Kompas 22/05/2005]. Hampir seluruh anak dibawah umur 10 tahun menderita Hepatit A [Sinar Harapan 2/03/2005]. Menteri Kesehatan RI Dr Siti Fadilah Supari menyatakan Propinsi Papua Barat adalah yang terberat mengalami busung lapar dari seluruh Indonesia [Tempo Interaktif 7/06/2005]. Sekarang diberitakan bahwa Papua mempunyai angka orang butahuruf yang tertinggi di NKRI. Angka-angka ini tentunya memberitahukan pengalaman hidup pahit Rakyat Papua. Dengan begitu timbul pertanyaan apakah rakyat Papua tidak mempunyai hak untuk memisahkan diri dari penderitaan untuk hari depan yang lebih baik?
Hanya dari PT Freeport untuk tahun 2005 diberikan US$ 2,5 milyar kepada pemerintah NKRI. CENDRAWSIH POS Kamis, 18 Mei 2006 Papua Tertinggi Buta Aksara JAYAPURA- Kendati dalam beberapa tahun terakhir ini berbagai terobosan telah dilakukan pemerintah Papua dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, namun hingga saat ini secara nasional, Provinsi Papau masih tetap menjadi daerah yang tertinggi buta aksaranya. Hal tersebut seperti diungkapkan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Prof Dr Sunyoto, ketika membawakan paparan Mendiknas Prof DR Bambang Sudibyo, MBA di Sasana Krida Sore kemarin. "Dibanding daerah lain di Indonesia, Papua adalah yang tertinggi dalam jumlah buta aksara," katanya. Tingginya jumlah buta aksara tersebut sangat relevan dengan tingginya kemiskinan di daerah ini. "Jadi penduduka Papua ini sebenarnya miskin sehingga buta aksaranya juga tinggi," jelasnya. Lanjutnya, karena akibat dari sumber daya manusia (SDM) yang belum memadai ini, maka membuat kemakmuran di daerah ini menjadi provinsi termiskin pula. Hanya saja, Sunyoto tidak menyebutkan jumlah real buta aksara tersebut. Ia lalu menyebutkan bahwa hal ini sangat jelas terlihat dalam angka partisipasi murni (APM) dan angka partisipasi kasar (APK) serta kualitas pendidikan yang masih rendah secara nasional. Ia mencontohkan, di Kabupaten Paniai, meski secara provinsi kualitas pendidikannya lumayan tinggi, namun secara nasional masih rendah, sedangkan dari segi APK masih snagat rendah. Demikian juga Waropen, Sarmi, Biak dan Kabupaten Jayapura meski secara provinsi diatas rata-rata namun secara nasional masih rendah. Meski demikian, Sunyoto menyebutkan bahwa Kota Jayapura adalah daerah yang kualitas pendidikannya paling bagus secara provinsi secara nasional juga cukup baik. Sementara Yahukimo serta sejumlah kabupaten lainnya maish harus kerja keras mengejar ketertinggalannya. "Untuk itu, para bupati harus bekerja keras mengejar ketertinggalab ini," tandasnya. Tak hanya itu, usai acara kepada Cenderawasih Pos Sunyoto mengatakan bahwa penyebab lain tingginya buta aksara ini adalah disebabkan letak geografis dan kondisi medan yang sangat sulit, dimana masih banyak daerah yang tertinggal sehingga pendidikannya masih tertinggal sehingga menuntut peluang untuk orang-orang tidak bersekolah. "Saya kira sudah masuk akal ketika memang di Papua pendidikannya masih rendah, terlihat dari letak geografis, SDM menuntut peluang untuk orang-orang tidak sekolah," katanya. Kemungkinan lainnya adalah hasil dari drop out dari siswa SD yang tidak bisa melanjutkan ke sekolah lanjutan sehingga menjadi buta huruf lagi ketika dia tidak mendapatkan pendidikan lebih lanjut. Sementara itu, penjabat Gubernur DR Sodjuangon Situmorang, M.Si terkait dengan persoalan tersebut mengatakan bahwa melalui program yang sudah ditanda tangani itu, Pemprov bersama kabupaten dan walikota dengan difasilitasi oleh pemerintah pusat, akan menuntaskan buta aksara tersebut bersama program lainnya. "Sudah ada rencana kerja yang disiapkan oleh masing-masing kepala dinas. Tinggal pelaksanaannya saja untuk melibatkan semua stake holder pendidikan. Semua tokoh masyarakat diharapkan berpartispasi melaksanakan program ini. Kita harus optimis bahwa masalah pendidikan di Papua lebih cepat teratasi," tandasnya.(ta) Dirjend Didasmen Prof DR Sunyoto didampingi Pj DR Sodjuangon Situmorang, M.Si ketika memberikan keterangan pers kepada wartawan.(1034) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> You can search right from your browser? It's easy and it's free. See how. http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
