http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/052006/22/0102.htm


Penyimpangan Soeharto Perlu Diperinci 

JAKARTA, (PR).-
Permintaan maaf dari keluarga H.M. Soeharto atas kesalahannya saat memimpin 
negara selama 32 tahun, perlu disertai dengan deskripsi kesalahan dan 
penyimpangan yang dilakukannya semasa berkuasa.

Menurut Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Teten Masduki, Soeharto 
perlu menyatakan pengakuan kesalahan dalam bidang hak asasi manusia (HAM), 
politik, dan ekonomi. 

Menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Minggu (21/5), Teten menyatakan, 
pengakuan secara terperinci diperlukan sebagai bentuk pengakuan dari Soeharto 
sendiri, sekaligus pelajaran bagi siapa pun yang berkuasa. "Pengakuan ini 
penting agar kebijakan-kebijakan di masa lalu yang keliru jangan diulang oleh 
pemerintah berikutnya," ujarnya.

Khusus dalam hal dugaan korupsi oleh Soeharto, Teten menekankan pentingnya 
mengembalikan harta yang diperoleh secara tidak benar. Begitu pula usaha-usaha 
yang dibangun anggota keluarganya atas dasar korupsi, kolusi, dan nepotisme 
(KKN), perlu diaudit untuk dikembalikan sebagian kepada negara.

Sementara bagi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dia mengharapkan 
mau menawarkan rekonsiliasi sebagai bentuk pencarian kebenaran. "Ini penting 
supaya bangsa ini secara formal berani mengakui kesalahan-kesalahan rezim 
Soeharto. Apabila tahapan ini telah ditempuh dan terpenuhi, pemerintah baru 
menyatakan pengampunan bagi Soeharto dan kroninya dari segala tuntutan hukum," 
kata Teten. 

Doakan

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengimbau umat Islam 
dan bangsa Indonesia mendoakan kesembuhan Soeharto. "Kami umat Islam khususnya, 
mari mendoakan bagi kesembuhan Soeharto. Andaikata Allah SWT menentukan lain, 
agar semuanya berjalan lancar," katanya usai menjenguk Soeharto di RS Pusat 
Pertamina (RSPP) Jakarta, kemarin. Dia didampingi mantan Menteri Pemberdayaan 
Perempuan Tuty Alawiyah.

Soal permohonan maaf dari Soeharto melalui Ny. Siti Hediati, Din mengatakan, 
hal itu tidak dibicarakan. Namun, pernyataan itu menarik, simpatik dan perlu 
ditanggapi positif oleh masyarakat.

Mengenai proses hukum, dia menyatakan perlu teroboson politik tanpa mengabaikan 
aspirasi masyarakat. 

Mantan tahanan politik, Jumhur Hidayat menyambut baik permohonan maaf Soeharto. 
"Secara personal, saya memaafkannya sesuai ajaran agama. Tapi, proses hukum 
harus jalan terus," kata Jumhur yang pernah ditahan selama 31 bulan di era 
pemerintahan Soeharto, karena menentang kebijakan pemerintah.

Namun, Jumhur mempertanyakan permintaan maaf Soeharto tersebut. "Apakah dia 
meminta maaf sebagai presiden atau sebagai pribadi. Kalau sebagai pribadi, kita 
maafkan. Tetapi sebagai presiden, itu harus ditindaklanjuti oleh pemerintah 
sekarang dengan memberikan kompensasi kepada para korban Orde Baru," kata 
Jumhur.

Mantan mahasiswa ITB itu menjelaskan, kompensasi ini merupakan bentuk 
penghargaan negara terhadap para korban politik dan pelanggaran HAM di era Orde 
Baru. "Ini bukan berarti Jumhur minta duit. Rekonsiliasi dan kebenaran itu 
harus membicarakan kompensasi terhadap orang-orang yang mendapatkan kezaliman 
negara. Waktu itu, personifikasi negara adalah presiden yang mendapat restu 
dari DPR. Bentuknya tidak perlu uang," kata Jumhur.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Zaenal Ma'arif mengatakan pernyataan maaf 
keluarga Soeharto itu merupakan bukti dari ketulusan mengakui kesalahan. 
Permintaan maaf itu sudah cukup bagi elite politik untuk tidak menekan Soeharto.

"Saya kira permintaan maaf itu sudah merupakan teladan bagi elite politik, 
karena keluarga sudah menyampaikan seperti itu," kata Zaenal.

Ketika disinggung proses hukum Soeharto, kata Zaenal, itu sudah selesai karena 
Jaksa agung telah mengeluarkan Surat Keterangan Penghentian Perkara (SKPP). 
Namun, masih dimungkinkan untuk diselesaikan lewat perkara perdata. "Ya, kalau 
masalah perdatanya, saya kira bisa jalan terus, karena setiap Muslim harus 
menyelesaikan segala macam utang piutangnya," kata Zaenal. (A-84/A-130)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke