http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=15846


Jangan Maafkan (Penyakit) Soeharto!


Senin, 22-Mei-2006, 02:02:428
Soeharto adalah drama paling tragis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara 
yang kita jalani di bumi pertiwi ini. Drama tersebut dimulai sejak lengsernya 
Bapak Pembangunan itu delapan tahun lalu. Kasus Soeharto adalah bukti betapa 
hidup dalam konteks kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia saat ini banyak 
mengidap penyakit yang sulit disembuhkan.


Drama Soeharto nan tragis itu dimulai sejak Indonesia dipimpin B.J. Habibie. Di 
era Habibie, Soeharto sangat tidak berharga. Dia adalah public enemy number 
one. Segala hal yang terkait dengan Soeharto dibenci, dicaci, dan dihujat 
masyarakat umum. Bahkan, Majelis Permusyawaratan Rakyat ketika itu mengeluarkan 
Tap MPR Nomor XI/MPR/1998 yang berisi penindakan terhadap Soeharto dan 
kroninya. 

Soeharto adalah drama yang berisi pesan-pesan bahwa hukum di negara ini 
benar-benar imun (kebal) bagi orang kuat; penguasa dan pemilik modal. Juga 
drama tentang politik di negara ini yang membenarkan kekotoran. Soeharto juga 
gambaran bahwa negara kita harus siap memasuki titik akhir sebuah peradaban 
jika terus-menerus mengalami kebobrokan di sana-sini. 

Bangsa kita butuh banyak energi untuk berlaku jujur. Kejujuran menjadi barang 
langka di negeri ini. Kasus Soeharto menyiratkan secara tegas bahwa kinerja 
pemerintah masih jauh dari bersikap jujur. Tak penting apakah Soeharto nanti 
divonis bersalah atau tidak ketika proses peradilan terhadapnya dijalankan. 

Sampai saat ini, perilaku jujur dan terbuka dari pemerintah -dari rezim ke 
rezim- terkait pengusutan kasus Soeharto masih belum ada. Pemerintahan yang 
tidak transparan, tidak berpihak kepada rakyat, adalah bentukan nyata (baca: 
penyakit) rezim Orde Baru yang tetap hidup sampai saat ini. 

Soeharto's disseas yang menjalar dalam tubuh pemerintahan di negeri ini adalah 
hambatan utama untuk melakukan proses peradilan bagi presiden 32 tahun 
tersebut. Rakyat Indonesia butuh pemimpin yang berani menghancurkan dan 
menghilangkan Soeharto's disseas dalam menjalankan kehidupan bernegara dan 
berbangsa hari ini. Mantan Presiden Soeharto boleh-boleh saja dimaafkan oleh 
pemerintahan SBY. Tetapi, membiarkan ketidakjujuran dan ketidakterbukaan hidup 
di pemerintahan adalah hal yang salah. 

*Denny Ardiansyah,  e-mail: [EMAIL PROTECTED]


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Home is just a click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke