SURAT “TELANJANG” UNTUK FPI DAN KAUM-KAUM “REAKSIONER AGAMA” ( I ) 
   
  “Salam bagi setiap orang yang selalu berjuang untuk menegakkan nilai-nilai 
kemanusiaan, demokrasi, pembebasan, dan kesetaraan…!” 
   
  Akhir-akhir ini kita selalu “dijejali” oleh bermacam problematika sosial yang 
merupakan realitas dalam kehidupan masyarakat masa kini, suatu realita yang 
merupakan turbulensi bagi kesadaran rasionalitas kita tentang masyarakat, 
pemerintahan, dan globalisasi. Sehingga kita berada pada titik kedilematisan, 
ambiguitas, bahkan yang lebih ironis dari itu: absurditas! Dan ini merupakan 
realita yang bukan hanya kita (dalam beberapa bagian sub-masyarakat) yang 
mengalaminya secara khusus, tetapi ini telah berpraksis secara meluas dan 
menyeluruh (lebih tepatnya fenomena bombastis) kepada seluruh manusia yang 
hidup di muka bumi ini.
   
  Kemiskinan, eksploitasi, peperangan, liberalisme pasar, rejim kapitalisme 
global, neo-imperialisme dan neo-kolonialisme, serta bermacam bentuk kejahatan 
terhadap kemanusiaan; merupakan realita sejarah—yang merupakan bagian dari 
sejarah perkembangan masyarakat di dunia—dari segala bentuk manifesto dengan 
satu penjelasannya, yaitu ideologi! Dan ternyata, perjuangan yang hanya 
melandaskan nilai-nilai tentang keilahian itu sendiri, pada akhirnya harus 
kembali pada ide-ide dasar yang membentuk sistem perjuangan tersebut. Suatu ide 
yang menyadari adanya kontradiksi “yang tak terdamaikan” di dalam masyarakat 
itu sendiri, yaitu realita tentang kelas yang telah terjadi pada sejarah 
masyarakat di dunia, jauh sebelum masa kolonialisme langsung dan eksistensi 
imperium kapital global pada masa kini.
   
  Apa yang dilakukan oleh berbagai tokoh “pembebasan” dari masa lampau hingga 
waktu sekarang, adalah praksis yang mengakomodasi nilai tentang keilahian 
(kepercayaan-agama), ideologi, ataupun gabungan terhadap keduanya; yang 
menerangkan tentang basis berpikir terhadap perjuangan pembebasan bagi 
masyarakat di negaranya ataupun di seluruh dunia. Dan ini tidak hanya merupakan 
suatu perjuangan sektarian kelompok-agama (atau yang mengedepankan tentang ras, 
suku, dan kepercayaan), radikalisme kekanak-kanakan, ataupun suatu sikap 
reaksionalitas secara “membabi buta”; tetapi merupakan perjuangan yang menuntut 
rasionalitas pada bentangan realita masyarakat secara obyektif!
   
  Kemaksiatan, pornografi, pornoaksi, dan berbagai praksis ikutannya; tidak 
hanya dapat disederhanakan oleh suatu logika “haram-halal, baik-buruk, 
hitam-putih, dosa-berpahala, suci-kotor”, dan sebagainya. Karena sejak masa 
kanak-kanak, masyarakat di bumi nusantara ini telah “dijejali” habis-habisan 
terhadap doktrin dari nilai-nilai tersebut. Atau secara realitanya, bahwa di 
dunia ini ada negara yang paling banyak memiliki rumah ibadah, kaum dan tokoh 
agamanya, serta kartu identitas penduduknya “harus” dicantumkan agama yang 
dianutnya (diperalatnya); tetapi segala bentuk “kejahatan” juga tersedia di 
negara itu. Tentunya sangat tragis bukan?! Negara tersebut bernama Indonesia, 
dan dengan kekuasaan yang diisi oleh kaum yang menganggap dirinya 
“Pancasilais-Agamais”; ternyata kemunafikan absolut terjadi secara ekstrem 
dalam praksis-praksisnya, apakah itu secara subyek ataupun kepada obyeknya. 
   
  Apakah realita kemaksiatan, pornografi, dan pornoaksi harus “ditumpas” oleh 
beberapa praksis yang mengintikan “barbarianisme” atau kembali pada masa 2000 
tahun kebelakang dan lebih jauh lagi dari itu? Apakah seseorang atau kelompok 
kritis, obyektif, rasional, dan humanis; harus difitnah sebagai penghinaan 
terhadap Qur’an? Atau labelisasi “komunis” bagi beberapa ide yang memaparkan 
realita kemiskinan masyarakat di republik ini? Ataukah jika ada aksi-pawai 
ataupun kegiatan untuk beraspirasi, harus dihadapkan ataupun diintimidasi oleh 
sekumpulan manusia yang menjelaskan sebagai aksi premanisme yang 
“mengkomersialisasi” agama? Dan beragam pertanyaan lainnya patut dilontarkan 
secara lebih transparan. Karena suatu kebenaran ataupun nilai-nilainya akan 
absurd, jika kebenaran itu tidak terakomodir oleh basis rasionalitas yang mampu 
menjelaskan realita historisnya. (bersambung)    
   
  Mei 2006, Leonowens SP

                
---------------------------------
Ring'em or ping'em. Make  PC-to-phone calls as low as 1¢/min with Yahoo! 
Messenger with Voice.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke