Yth. Sdr. Abusisia;

Rekan Abusisia, ada beberapa hal yang hendak saya sampaikan kepada Anda. 
Walaupun Anda mengirim surat secara pribadi pada saya, namun karena kita 
tidaklah kenal secara pribadi - melainkan hanyalah sesama anggota forum milis 
ateis - maka saya anggap rekan-rekan lainnya juga tidak apa-apa untuk tahu. 
Oleh karena itu balasan untuk Anda ini saya kirimkan pula salinannya untuk 
rekan-rekan di milis ateis.

Pertama, saya bersimpati dengan Anda, rekan Abusisia. Anda yakin dengan 
kepercayaan Anda, namun Anda tidaklah memusuhi rekan-rekan ateis - yang nota 
bene adalah 'lawan' bagi kepercayaan Anda.

Dibalik posting Anda untuk kami di milis, saya melihat sesuatu - yang tidak 
tampak dengan mata, namun terdeteksi dengan rasa - dalam diri Anda. Yaitu: 
itikad baik.

Anda tidaklah menyampaikan apa yang telah 'dipesankan' oleh orang lain untuk 
disampaikan. Anda menyampaikan semua itu kepada kami karena benar-benar merasa 
bahwa apa yang Anda sampaikan adalah kebaikan, dan tentunya Anda ingin kami 
mendapatkan pula kebaikan tsb.

Maafkan saya bila kegeeran, bila saya anggap bahwa Anda menyayangi kami semua, 
Anda tidak ingin apabila ada umat manusia yang tersesat dari 'jalan yang 
benar', sehingga akhirnya mereka harus menderita dalam neraka.

Saya menyukai Anda, bung Abusisia. Maafkan saya bila sempat menulis dengan 
kata-kata agak pedas terhadap Anda. Membaca tulisan Anda membuat saya 
seolah-olah mendengarkan ayah saya bicara.

Namun, izinkanlah pula saya untuk menyampaikan pandangan lain, Bung Abusisia. 
Anda boleh percaya bahwa saya menyampaikan ini pada Anda juga adalah karena 
itikad baik. Saya tidak hendak 'mengkafirkan' Anda. Saya tidak akan meminta 
Anda untuk mengiyakan apa yang saya katakan. Tidak pula menyuruh Anda untuk 
mengubah keyakinan.

Saya cuma ingin Anda mengerti kenapa seseorang bisa menjadi ateis, dari 
sebelumnya seseorang yang mengerti agamanya dengan baik. Seorang muslim yang 
menjadi ateis tidaklah jarang kita temukan, Bung Abusisia. Saya sendiri adalah 
contohnya.

Baiklah, di bawah ini akan saya tanggapi surat Anda berdasarkan pandangan saya 
- yang mungkin tidak jauh berbeda dengan pandangan rekan-rekan ateis lainnya.



----- Original Message ----- 
From: "abusisia" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "XIA" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, June 02, 2006 2:40 AM
Subject: Sumber tulisan


Memang benar saudara XIA bahwa tulisan dibawah adalah bukan karangan 
saya. Itu adalah kutipan atau boleh dikatakan forward dari tulisan 
di Winklopidia. 

[XIA: Yang Anda maksud adalah Wikipedia, tentunya.]

Maksud saya menyadur tulisan itu adalah mengingatkan kembali 
beberapa saat keberadaan atheis dan memberi ingat kembali proses 
pertumbuhan dan perkembangan atheis. Mengenai suka atau tidak suka 
atau mengenai setuju atau tidak setju atas suatu tulisan adalah 
tergantung pembacanya. Yang pasti belum ada satupun didunia ini 
kebenaran yang diterima begitu saja tanpa pembuktian. Kecuali yang 
namanya iman. Dan mungkin para atheis tidak memilikinya.


[XIA: Betul sekali, rekan Abusisia. Anda tahu persis bahwa "belum satupun di 
dunia ini kebenaran yang diterima begitu saja tanpa pembuktian". Kecuali iman. 
Dengan kata lain iman adalah kepercayaan tanpa bukti. Beriman kepada kodok 
buduk yang telah menciptakan alam semesta dan menghamparkan bumi serta 
meninggikan langit adalah sama dengan iman kaum muslim kepada Allah SWT. 
Keduanya adalah iman.]

Adanya tuhan juga merupakan pembuktian dari adanya segala bentuk 
materi, baik yang nampak dan tidak nampak. 
Para atheis tidak menyadari ternyata keatheisannya merupakan bentuk 
penolakan mentah mentah terhadap bentuk ketuhanan. Sementara para 
atheis tidak pernah mau mencari tau sejarah dan pertumbuhan agama 
agama yang ada.


[XIA: Ateis tidak menolak mentah-mentah bentuk ketuhanan tsb, rekan Abusisia. 
Kami tidak menolak, hanya tidak bisa mempercayai karena setelah kami analisa, 
hasil analisa itulah yang membuat kami tidak/ belum bisa percaya. Jika Anda 
bisa memberikan bukti-bukti yang kuat, tidak ada alasan bagi para ateis untuk 
segera bersujud pada Tuhan Anda itu, bung Abusisia. Apalagi jia Dia sendiri 
yang membuktikan keberadaan-Nya pada kami, dan bukan Anda yang bersikeras. Jika 
sudah demikian, saya jamin bahwa para rekan-rekan yang sekarang ateis akan jauh 
lebih saleh daripada Anda.]


Dengan pengetahuan yang benar dan betul tentang sejarah pertumbuhan 
agama agama yg ada. Untuk sumber juga cukup banyak, baik tempat atau 
bukti bukti yang diperlukan. Bahkan jika bleh dibilang aneh, bahwa 
sampai saat ini Alqur'an yang ada sekarang tidak berubah isinya 
sampai saat ini. Dan terbukti merupakan buku yang tdak pernah bosan 
bosan membacanya. 
Bila para atheis ingin membuktiannya, waktu dan tempat tersedia 
selama para atheis masih hidup. Dan saya yakin keberadaan tuhan akan 
terbukti bukan sebagai produk pemikiran.

Abusisia

[XIA: Penjelasan Anda pada bagian akhir surat Anda ini menunjukkan bahwa betapa 
kurangnya pengetahuan Anda tentang sejarah Al Qur'an. Pernyataan Anda bahwa Al 
Qur'an merupakan "sebuah buku yang tdak pernah bosan bosan membacanya." sungguh 
tidak objektif. Pernahkan Anda membandingkan berapa orang di dunia ini yang 
tidak pernah bosan, dan berapa orang yang ternyata sebaliknya?

Jika memang "waktu dan tempat tersedia" untuk pembuktian tuhan itu, bagaimana 
caranya bung Abusisia? Kami sungguh sangat menyambut gembira jika memang benar.

Pada dasarnya ateis bukanlah orang yang 'menelan mentah mentah', rekan 
Abusisia. Kami tidak menelan mentah-mentah omongan orang Amerika, Inggris, 
Belanda, Jepang, Jerman, atau orang manapun. Oleh karena itu pulalah kami tidak 
bisa menelan mentah mentah omongan orang Arab.

Demikian saja, rekan Abusisia. Semoga Anda tidak kapok-kapok berdiskusi dengan 
kami. Jika kita tidak bisa sependapat, sekurang-kurangnya kita bisa bersahabat 
bukan?]

Salam hangat,
Xyzman Irsyaad Adam 
(Singk: XIA)

[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/ateis






[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke