Waduh, rekan Siau Lung. Saya sungguh tak mengerti dengan maksud Anda bahwa
"Tuhan bersembunyi di balik Big Bang".

Setahu saya, teori Big Bang adalah teori tentang alam semesta yang berasal
dari sebuah titik kecil yang luar biasa padatnya. Bayangkan saja semua alam
semesta dimampatkan ke sebuah titik kecil...

Titik kecil ini meledak dan mengembang, sehingga alam semesta tidak begitu
padat lagi. Dan pengembangan alam semesta itu masih berlangsung sampai
sekarang.

Menurut pendapat banyak ilmuwan, sebelumnya tentulah ada alam semesta yang
mengkerut sehingga menjadi satu titik kecil tadi itu. Sesudah mengkerut
sehabis-habisnya, ia tak bisa mengkerut lagi karena sudah sampai pada titik
dimana ia tak bisa mengkerut lagi, sehingga ia meledak dan mengembang
kembali.

Jadi Big Bang adalah sebuah siklus alam semesta dalam waktu yang maha luar
biasa panjangnya, sampai kita tak bisa menghitungnya. Jika dijumlahkan,
semua barang (maksudnya materi) yang ada di alam semesta ini sama sekali
tidak pernah bertambah atau berkurang. Cuma berubah-ubah bentuk... sedangkan
jumlah massanya tetap sama.

Jadi saya pikir, Tuhan pun tak bisa bersembunyi di balik Big Bang, karena...
wah, piye ya ngejelasinnya.

Bayangkan saja, sejak kapan Tuhan itu dikenal manusia? Ia baru dikenal
setelah manusia bisa berpikir, memiliki kesadaran sendiri (self conscience),
dan mulai mengutak atik asal usulnya, serta mulai mengira-ngira suatu tuhan
yang telah menciptakan alam semesta ini. 'Alam semesta' yang dimaksud pun
tak lebih dari apa yang bisa dilihatnya, antara lain "bintang-bintang yang
digantungkan sebagai hiasan langit", "bumi yang telah dihamparkan", "langit
yang telah ditinggikan", dan "terbenamnya matahari di lumpur hitam".
Tentulah ada yang menjaga "tempat terbit dan terbenamnya matahari". (Al
Qur'an).

Itu baru beberapa ribu tahun yang lalu, Bung Siau... Bagaimana ketika
manusia belum ada? Ketika sama sekali belum ada oksigen di muka bumi
sehingga tidak ada yang bisa hidup? Ketika bumi masih merah membara dan
belum tertutup oleh bebatuan yang membuat permukaannya dingin dan bisa
diinjak?

Waduh, bisa-bisa kita bicara tentang waktu dalam jutaan tahun, bahkan
miliaran tahun.

Kalau membayangkan hal itu, rasanya umur tuhan belum ada setahun jagung.
Apalagi tuhan yang namanya Allah. Bagaimana pula ia bisa bersembunyi di
balik Big Bang?

Ah rekan Siau Lung, ada ada saja.

Salam,
Xyzman Irsyaad Adam



----- Original Message -----
From: Siau Lung
To: [email protected]
Sent: Friday, June 02, 2006 9:50 PM
Subject: [] tempat persembunyian tuhan yang terakhir


Selama Ribuan tahun sejarah manusia, satu-satunya mahluk yang paling jago
bersembunyi adalah TUHAN. Boleh dikatakan Tuhan adalah jawara dalam hal
bersembunyi.

tapi sedikit demi sedikit tempat persembunyian tuhan mulai dibuka oleh
manusia (terutama para atheist) sehingga tempat persembunyian tuhan semakin
sedikit.
hingga sampai abad 21 ini, tuhan hanya bisa bersembunyi dibelakang proses
big bang.

adakah tempat persembunyian tuhan yang lain kecuali dibelakang proses big
bang?
saya rasa TIDAK.


~siau lung~

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke