Apabila novelnya Dan Brown telah bisa terjual s/d akhir Mei 2006 ini 
60,5 juta eksemplar, maka mang Ucup juga boleh turut bangga juga, 
karena sejak tulisannya mang Ucup di tayangkan ternyata sudah lebih 
dari 6 orang yang mencak-mencak sewot seperti cacing kepanasan, 
karena oret-oretan tsb. Rupanya dari segi marketing saya telah salah 
pilih judul nama buku "The Mang Ucup Code" maklum ini tidaklah 
sepopuler seperti nama Da Vinci, sebab nama Mang Ucup itu hanya 
dikenal dikalangan para penjual jamu gendong ato para supir angkot 
disekitar daerah Gombong saja. Hal inilah yang membuat mang Ucup 
jadi patah semangat untuk meneruskan menulis sambungannya dari "The 
Mang Ucup Code". 

Begitu juga dengan tokoh Musa yang dijual; ini pun tidak begitu 
laku, seperti Yesus. Sebab telah terbuktikan Yudas Iskariot atau 
salah satu muridnya yang murtad berhasil menjual Yesus dengan harga 
30 keping perak, jadi apa salahnya dipasarkan sekali lagi oleh Dan 
Brown, sedangkan Musa s/d saat ini belum pernah laku terjual. Dan 
ternyata ini kali nilai jualnya Yesus meningkat sampai jutaan kali 
lipat jauh lebih tinggi daripada 2.000 tahun yang lampau, maklum 
Yesus sekarang ini sudah termasuk manusia antik. Sama seperti juga 
lukisannya antiknya Van Gogh ketika orangnya masih hidup lukisannya 
sangat murah, tetapi sekarang setelah mati bisa mencapai harga 
jutaan AS Dollar. 

Yudas menjual Yesus kepada para orang Farisi atau para pembimbing 
agama yang munafik; begitu juga dengan Dan Brown ia telah berhasil 
menjual Yesus sekarang ini kepada para kaum Farisi modern atau para 
pemakai "Salonpas" atau mereka yang pada saat berpaPASan selalu 
saling mengucapkan kata ShALOM agar kelihatan lebih soleh begitu.

Cobalah renungkan oleh akal sehat Anda, apakah Anda mau membeli buku 
yang memojokkan nama baik Anda atau ortu Anda ? Saya yakin tidak, 
sebab dengan kita membeli buku tsb berarti kita memberikan honor 
atau hadiah kepada sipenulis maupun penerbitnya. Oleh sebab itulah 
tidak bisa dipungkiri kebanyakan umat Kristen itu sendirilah yang 
sebenarnya telah membeli Yesus untuk disalib kembali melalui bukunya 
Dan Brown, maklum berdasarkan statistik ternyata buku maupun film 
tsb paling  laris laku terjual di negara-negara yang mayoritasnya 
beragama Kristen. Saudara kita yang beragama Islam tidaklah se GO-
BLOCK seperti umat Kristen, cobalah tawarkan kepada mereka, apakah 
mereka bersedia untuk membeli gambar karikatur pelecehan Nabi ?

Apabila Yesus sekarang ini bisa laku dijual sehingga bisa 
menghasilkan jutaan AS Dollar, kenapa tidak dijual lagi untuk 
kesekian kalinya mungpung lagi jadi komoditi yang sedang nge-top. 
Dan jawablah dengan jujur siapa promotor sales marketingnya Da  
Vinci Code ialah umat Kristennya itu sendiri melalui para Pdt maupun 
Romo-romonya dan para fundi-nya, dimana hampir setiap Minggu di 
promosikan di berbagai macam gereja entah ini berupa khotbah, 
seminar, talk whow TV ataupun dalam bentuk tulisan di berbagai macam 
milis. Domba-dombanya hanya bisa mengembik Amin, Amin.

Semakin di tentang, semakin laris pulalah penjualan buku maupun 
filmnya dan lucunya kebanyakkan para penentangya itu sendirilah yang 
sebenarnya telah membeli buku maupun nonton filmnya. Oleh sebab itu 
juga mang Ucup tidak pernah mau membeli buku, membaca maupun nonton 
film The Da Vinci Code, karena saya bukanlah orang Farisi yang mau 
membeli Yesus untuk menyalibkan Dia untuk kedua kalinya

Begitu juga perlu diketahui, bahwa apa yang ditulis oleh mang Ucup 
mengenai Musa semuanya ini hanyalah omong kosong atau sekedar 
dongeng fiktif semata-mata atau khayalannya mang Ucup saja dengan 
modal resep nulis seperti yang digunakan oleh Dan Brown; dimana saya 
mencampur baurkan fakta sejarah, Alkitab maupun khayalannya mang 
Ucup. Dengan menggutak-gutik antara sejarah, logika maupun dongeng 
begitu.

Jadi apa sih tujuannya mang Ucup menulis artikel mengenai Musa 
ini  ? Hanya untuk memperlihatkan kalau mau, maka tidaklah sukar 
untuk menggutak-gutik dan memutar balikkan isi Alkitab, walaupun 
demikian saya yakin haqul yakin, bahwa entah itu tulisannya Dan 
Brown maupun tulisannya mang Ucup hingga kapanpun juga tidak akan 
mungkin dapat merubah maupun mempengaruhi isinya Alkitab itu 
sendiri. Bayangkan saja kalau dalam edisi Alkitab yang berikutnya 
nama Mang Ucup tercantum sebagai penulis apakah dunia tidak akan 
jadi geger tuh !

Kalau iman kita kuat dan percaya bahwa Alkitab itu benar, maka kita 
sebagai umat-Nya tidaklah perlu membela maupun ribet-ribet mikirin 
maupun mendiskusikan masalah Da Vinci Code, moso sih Alkitab mo 
dijadikan buku tandingan dari The Da Vinci Code malu atuh oiii….i. 

Begitu juga bagi mereka yang melakukan demo maupun sweeping terhadap 
tulisannya Dan Brown ini memperlihatkan betapa kecilnya kepercayaan 
Anda, maka dari itu percuma azah deh Lho nungging berdoa berkali-
kali sehari sambil  komat-kamit memanggil nama Yesus, kalau 
kenyataannya Lho lebih percaya ama tulisan maupun dongengnya si Dan 
Brown ato Mang Ucup daripada kepada Firman-Nya Yesus itu sendiri. 

Mang Ucup – The Drunken Priest
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.org






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Home is just a click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke