Gereja Kutuk "Sex Trafficking" di Piala Dunia Monday, Jun. 12, 2006 Posted: 11:09:05AM PST
Piala Dunia FIFA 2006 telah dimulai di Jerman, Jumat 9 Juni 2006, dengan tuan rumah membuka turnamen yang sangat diantusiasi dengan kemenangan 4-2 melawan Kosta Rika, rekor tertinggi pertandingan pembuka dalam sejarah Piala Dunia. Akan tetapi, sebagai acara olahraga terbesar di dunia, Gereja bersatu untuk mengutuk membanjirnya pelacuran yang memasuki kota-kota utama di Jerman. Pelatih Jerman Jurgen Klinsmann menyatakan "energi luar biasa" dari kesebelasan pihaknya setelah memenangkan pembukaan Piala Dunia kelompok A. Namun, kaum wanita dari Gereja Methodist mendesak tindakan untuk mencegah perdagangan seks yang berlangsung selama acara tersebut. Menggunakan slogan "membeli seks bukanlah olahraga," mereka bersatu dengan The Coalition Against Trafficking in Women (CATW), dan bertekad untuk mengungkapkan efek-efek yang membahayakan kehidupan dari perempuan muda dan rapuh. Seorang Uskup Agung Vatikan pada minggu lalu juga ngeri akan ancaman itu, mengatakan bahwa perdagangan seks menurunkan harga diri perempuan, "yang harganya kurang dari sebuah tiket pertandingan bola." Uskup Agung Agostino Marchetto, seorang pejabat terkemuka pada konsili kepausan yang mengurusi imigran, ditanyai oleh Radio Vatikan mengenai industri seks Jerman yang akan meledak selama empat minggu turnamen itu. Kabarnya sebanyak 40.000 wanita dapat dibawa ke Jerman untuk dieksploitasi sebagai pekerja seks, walaupun beberapa pejabat Jerman mempertanyakan jumlah tersebut. Uskup Agung Marchetto mengatakan kepada Radio Vatikan, "Menggunakan istilah sepakbola, kartu merah harus diberikan pada industri ini, pada kliennya dan kepada pihak berwenang yang mengadakan acara itu. Pelacuran, faktanya membahayakan harga diri dari diri manusia, merendahkan dia (perempuan) menjadi obyek dan instrumen dari kesenangan seksual." "Perempuan menjadi seperti barang yang diperjual-belikan, yang bahkan harganya lebih rendah dari sebuah tiket untuk pertandingan bola." Pelacuran adalah legal di Jerman, diperkirakan 40.000 pekerja seksual terdaftar membayar pajak dan menerima keuntungan-keuntungan sosial dari pemerintah. Namun pemerintah Jerman menegaskan pelacuran paksa tidak dapat ditolerir. "Tentu saja kami tahu bahwa pelacuran diperbolehkan di beberapa wilayah di Jerman, tapi yang bahkan lebih serius adalah 40.000 perempuan akan memasuki sirkuit pelacuran dan banyak dari mereka yang dipaksa berlawanan dengan kehendak mereka," kata Marchetto, menurut AP. Tempat-tempat utama di Berlin sekarang diisi suatu area 3000 meter berpagar yang dipenuhi dengan 'performance boxes', lengkap dengan kondom dan pancuran air, yang dipersiapkan dekat stadion berlangsungnya pertandingan. Anggota dari Jaringan Wanita Methodist dari Distrik Cumbria akan berusaha "mengecilkan-hati" pengunjung yang menggunakan fasilitas-fasilitas seks ini. Mary Moody, seorang worship leader dari Gereja Gosforth Methodist di Inggris, berkata: "Untuk berpikir bahwa di Eropa Abad ke-21, manusia dapat dibeli dan dijual seperti barang adalah menakutkan. Kita harus berbuat apa yang kita bisa untuk memberikan tekanan kepada pemerintah untuk tindakan secepatnya. -- Brief CV of Jusfiq Hadjar Jusfiq Hadjar, a christian, 66 years old, is an Indonesian living in the Netherlands. He currently lives together out of wed-lock with Marlene Van Doorn - a documentalist in African Studies Center (ASC) library - in Leiden. Jusfiq Hadjar has, thus far, succesfully deceived many NGOs into believing that he is a human rights activistist. One of the NGOs that has been trapped in his lies is a Muslim human rights group, the Movement against Racism and for Friendship among Peoples. Jusfiq Hadjar is very active in his campaigns against Islam and Muslims on the Internet, especially in several Indonesian mailing lists. He will spread massive amounts of offensive, slanderous, lying statements against Islam and Muslims day in and day out and at the same time claiming that he is a Muslim. Undoubtedly, Jusfiq Hadjar is one of those people who still thinks that adhering to a daily routine of cursing and swearing on the Internet would help to make him look intelligent and preserve his sanity. It shoots no wonder then if you find mosts of his writings on the Internet are just about cursing and swearing at Muslims and licking the ass of his christian friends. Jusfiq Hadjar has joined several mailing lists in order to spread his severe hatred against Islam and Muslim on the Internet: http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/ http://groups.yahoo.com/group/proletar/ http://groups.yahoo.com/group/apakabar/ http://groups.yahoo.com/group/minangnet/ http://groups.yahoo.com/group/istiqlal/ http://groups.yahoo.com/group/partai-keadilan/ http://groups.yahoo.com/group/ijtihad/<http://groups.yahoo.com/group/partai-keadilan/> Marlene Van Doorn is very supportive of his life partner's evil activities on the Internet, and gives her financial support by providing him with meals, accomodation and Internet connection. He is also allegedly financed by Leiden church. He has no children. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/Zo.u8A/lOaOAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
