http://www.indomedia.com/bpost/072006/1/opini/opini1.htm

Menantikan Polisi Sipil Berjiwa Sipil



HARI ini Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tepat berusia 60 tahun. Cukup 
tua untuk ukuran rata-rata harapan hidup warga negara di republik ini. 

Selazimnya usia tua memberi pengalaman segudang. Pengalaman lebih baik, lebih 
terampil, mahir dan profesional dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai 
pengemban keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Sejatinya inilah tugas pokok kepolisian, sejak berdiri di negeri ini. Polisi 
ada, karena masyarakat membutuhkan ketenangan hidup dan kedamaian dari ulah 
individu atau kelompok orang yang bersifat mengganggu orang lain.

Masyarakat memerlukan keamanan yang menjamin kelancaran kegiatan anggota 
masyarakat sehari-hari, apakah dalam berkarya atau beristirahat di rumah. 
Jelaslah, posisi Polri sebagai pelayan masyarakat. Bukan sebaliknya!

Sering kita mendengar, pejabat Polri menyatakan polisi sebagai pelayan 
masyarakat. Faktanya, pernyataan itu masih jauh dari fakta empirik. Satu 
parameter yang mudah dibuktikan siapa pun, rasa cemas bahkan takut ketika 
bertemu atau berpapasan polisi. Di mana pun tempatnya.

Rasa was-was kerap menggelayuti benak setiap orang, tak terkecuali rakyat kecil 
hingga kalangan pengusaha. Tak heran jika sosok polisi kadang dijadikan bahan 
pameo dalam obrolan komunitas pengusaha hingga orang kecil.

Mengapa ini terjadi? Ini rahasia umum, Polri sendiri mafhum. Peran dan fungsi 
dalam tataran aplikasi, cenderung menyimpang dari tugas pokok. Sosok polisi 
begitu menakutkan bagi masyarakat.

Di jalanan, masyarakat sering menunjuk Sang Polantas sebagai Raja Peluit. 
Cenderung mencari kesalahan orang berlalulintas, daripada membantu membuat 
kelancaran dan keamanan berkendara di jalan.

Belum lagi, jika anggota masyarakat memerlukan surat dari kepolisian. Mulai 
STNKB, SIM hingga surat kelakuan baik. Ketentuan memudahkan urusan tanpa 
embel-embel pelicin, masih jadi wacana.

Cukup banyak persoalan yang menggiring pada persepsi miring terhadap eksistensi 
Polri, termasuk dalam penegakan hukum. Pameo kehilangan kambing, kalau lapor 
polisi akan kehilangan sapi, masih lekat di masyarakat.

Nah, ketika usia Polri makin matang, masyarakat dapat tambahan referensi 
tentang profil buram Polri. Penyalahgunaan wewenang, dalam kasus pembobolan BNI 
senilai Rp1,2 triliun. Menghebohkan, karena melibatkan para jenderal polisi dan 
perwira menengah.

Bahkan mantan Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar sempat disebut-sebut. Yang telah 
terbukti di pengadilan, Kombes Irman Santoso. Dua hari lalu ia divonis hukuman 
32 bulan penjara.

Yang mungkin menyusul, Brigjen Polisi Samuel Ismoko dan Komjen Pol Suyitno 
dalam kasus sama. Masalah ini teramat menyesakkan dada Kapolri Jenderal Pol 
Sutanto saat ini. Sutanto yang dikenal 'bersih' dan bermoral tinggi, mencoba 
mereformasi Polri.

Sayang, mengubah budaya tak semudah membalik tangan. Hingga kini Polri masih 
lekat dengan sosok 'saudara tua'. Ikatan korps sebagai pasukan tempur, sulit 
dienyahkan. Tak heran sikap angker dan kurang bersahabat, sering dirasakan 
masyarakat.

Polisi ramah yang dikampanyekan dalam paket polisi: sipil yang dipersenjatai, 
belum bisa diamalkan secara maksimal. Terlalu sedikit polisi yang benar-benar 
mampu menjalankan peran dan fungsinya secara ikhlas.

Alasan mencari kompensasi setelah jadi polisi, masih saja sebagai imperatif 
ideas. Kapolri pun mencoba melenyapkan melalui program Cegah KKN, sistem 
perekrutan anggota baru diperbarui. 

Itikad baik ini sepatutnya kita dukung. Betapa pun kurangnya dan buruknya 
pelayanan Polri, kita terima dengan ikhlas. Tentu dengan kritik dan masukan 
membangun, karena baik-buruknya Polri tergantung kita juga. Selamat Ulang Tahun 
Sang Bhayangkara!


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke