http://batampos.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=762&Itemid=33


      SEZ dalam Pradigma Ekonomi Islam        
      Jumat, 30 Juni 2006  
      Oleh: Ir.H.Donny Irawan*

      Bagian Pertama dari Dua Tulisan
      Akhir-akhir ini ramai dibicarakan tentang status Kawasan Batam dalam 
bidang Ekonomi. Akhirnya dengan ditandatangani MOU antara Pemerintah Indonesia 
dan Singapura pada Minggu 25 Juni 2006 yang lalu di Batam, maka resmilah Batam 
(termasuk Bintan dan Karimun) sebagai kawasan SEZ (Special Economic Zone). SEZ 
berbicara soal kawasan dengan berbagai fasilitas/insentif (kecuali untuk barang 
konsumsi). Kebijakan tersebut merupakan upaya untuk menarik Investor 
(Pengusaha) dalam menanamkan modal nya di Batam, yang sejak keberadaannya dulu 
memang Batam dikhususkan sebagai daerah Industri, disamping sebagai daerah 
perdagangan, alih kapal dan pariwisata. 


      Dengan SEZ diharapkan dapat meningkatkan daya saing Batam dalam 
perdagangan Internasional. SEZ ini dianggap 'solusi' dalam mengatasi 'kelesuan' 
ekonomi akibat tiada adanya daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya 
di kawasan Batam. Hal ini dilakukan dengan 'belajar' sukses pengembangan SEZ 
Suzhou di Cina. Dengan diberlakukan SEZ ini, maka keuntungan yang akan 
diperoleh adalah : Peningkatan Investasi, Pertumbuhan dan Penciptaan Lapangan 
Kerja serta Penambahan Devisa bagi negara. Nampaknya harapan terhadap SEZ  
tersebut 'mudah' diucapkan, 'indah' didengar akan tetapi faktanya'sulit' 
direalisasikan bahkan sebagai sesuatu yang 'utopis' diharapkan untuk 
menyelesaikan permasalahan  ekonomi yang sudah carut marut di negeri 'kaya' ini 
! Mengapa ? Masalahnya, terjadi 'kesalahan paradigma' dalam memandang akar 
masalah ekonomi yang terjadi. Tulisan ini mencoba mengungkap permasalahan SEZ 
dalam paradigma Ekonomi Islam. Mudah-mudahan hal ini merupakan suatu pencerahan 
bagi semua pihak yang mengharapkan solusi kehidupan yang sejahtera dibawah 
naungan Sistem Ekonomi yang sesuai dengan 'fitrah' manusia.


      Dari sisi pandangan ekonomi, jelas terdapat perbedaan antara sistem 
ekonomi Islam dan sistem ekonomi kapitalis dalam memandang ekonomi; dalam 
menetapkan apa yang menjadi permasalahan (problematika) ekonomi yang 
sebenarnya; dan dalam menentukan berbagai langkah dan strategi yang ditempuh 
untuk mengatasi permasalahan ekonomi tersebut. Dalam Ekonomi Islam terdapat 
gambaran real dan praktis kehidupan ekonomi yang meliputi kegiatan ekonomi di 
berbagai pasar komoditi yang mencakup kegiatan produksi, investasi, 
perdagangan, konsumsi, dan distribusi; pasar input yang mencakup sektor jasa 
(tenaga kerja), politik pertanahan; sektor kegiatan keuangan dan perbankan; 
perdagangan luar negeri; hingga pendapatan dan belanja negara. Jadi, dari sini 
saja dapat terlihat betapa permasalahan ekonomi dipandang sebagai suatu 
permasalahan 'integral' satu dengan yang lainnya, yang juga solusinya harus 
integral, tidak sekedar solusi parsial, seperti "SEZ" ini.
      Pandangan Tentang Ekonomi


      Dalam banyak literatur modern, istilah ilmu ekonomi secara umum dipahami 
sebagai suatu studi ilmiah yang mengkaji bagaimana orang-perorang atau 
kelompok-kelompok masyarakat menentukan pilihan. Pilihan harus dilakukan 
manusia pada saat akan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari karena setiap 
manusia mempunyai keterbatasan (kelangkaan) dalam sumberdaya yang dimilikinya. 
Pilihan yang dimaksud menyangkut pilihan dalam kegiatan produksi, konsumsi, 
investasi, serta kegiatan distribusi barang dan jasa di tengah masyarakat. 
Intinya, pembahasan ilmu ekonomi ditujukan untuk memahami bagaimana masyarakat 
mengalokasikan keterbatasan (kelangkaan) sumberdaya yang dimilikinya. 


      Ilmu ekonomi membahas aktivitas yang berkaitan dengan: alokasi sumberdaya 
yang langka dalam kegiatan produksi untuk menghasilkan barang dan jasa; 
cara-cara memperoleh barang dan jasa; kegiatan konsumsi, yakni kegiatan 
pemanfaatan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup; kegiatan investasi, 
yakni kegiatan pengembangan kepemilikan kekayaan yang dimiliki; serta kegiatan 
distribusi, yakni bagaimana menyalurkan barang dan jasa yang ada di 
tengah-tengah masyarakat. Seluruh kegiatan ekonomi-mulai dari produksi, 
konsumsi, investasi, serta distribusi barang dan jasa tersebut-dibahas dalam 
ilmu ekonomi yang sering dipaparkan dalam berbagai literatur ekonomi kapitalis. 


      Pandangan sistem ekonomi kapitalis di atas-yang memasukkan seluruh 
kegiatan ekonomi; mulai dari produksi, konsumsi, investasi, hingga distribusi 
dalam pembahasan ilmu ekonomi-berbeda dengan pandangan sistem ekonomi Islam. 
Perbedaan ini dapat diketahui dengan merujuk pada sumber-sumber hukum Islam 
berupa al-Qur'an dan as-Sunnah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. bersabda: 
"Dua telapak kaki manusia akan selalu tegak (di hadapan Allah) hingga ia 
ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan; tentang ilmunya untuk apa ia 
pergunakan; tentang hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia pergunakan; 
dan tentang tubuhnya untuk apa ia korbankan". [HR .at-Tirmidzi dari Abu Barzah 
r.a.]. 


      Hadis di atas memberikan gambaran bahwa setiap manusia akan dimintai 
pentanggungjawabannya atas empat perkara: umur, ilmu, harta, dan tubuhnya. 
Tentang umur, ilmu, dan tubuhnya, setiap orang hanya ditanya dengan 
masing-masing satu pertanyaan. Tentang harta, setiap orang akan ditanya dengan 
dua pertanyaan, yakni dari mana harta diperoleh dan untuk apa harta 
dipergunakan. Dengan demikian, Islam mengatur dan memberi perhatian yang besar 
terhadap aktivitas manusia yang berhubungan dengan harta. Dengan kata lain, 
Islam memberikan perhatian yang besar pada bidang ekonomi. 


      Akan tetapi, pengaturan Islam dalam bidang ekonomi tidak mencakup seluruh 
kegiatan ekonomi. Dalam konteks pengadaan serta produksi barang dan jasa, Islam 
tidak mengaturnya; bahkan menyerahkannya kepada manusia. Islam hanya mengatur 
kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan tatacara perolehan harta (konsep 
kepemilikan); tatacara pengelolaan harta, mulai dari pemanfaatan (konsumsi) 
hingga pengembangan kepemilikan harta (investasi); serta tatacara 
pendistribusian harta di tengah-tengah masyarakat. Pembahasan tentang pengadaan 
dan produksi barang dan jasa dipandang sebagai bagian dari ilmu ekonomi. 
Sementara itu, pembahasan tentang tatacara perolehan, pengelolaan, dan 
pendistribusian harta di pandang sebagai bagian dari sistem ekonomi. Atas dasar 
ini, Islam memberikan pandangan yang berbeda terhadap ilmu ekonomi dan sistem 
ekonomi. 


      Berbagai kegiatan ekonomi berjalan dalam rangka mencapai satu tujuan, 
yakni menciptakan kesejahteraan menyeluruh bagi setiap individu rakyat-Muslim 
dan non-Muslim-yang hidup dalam naungan Sistem Ekonomi Islam. Hal ini karena 
semua kegiatan ekonomi diarahkan untuk mewujudkan penerapan politik-ekonomi 
Islam, yakni menjamin tercapainya pemenuhan semua kebutuhan pokok (primer) tiap 
indidvidu masyarakat secara keseluruhan pemenuhan berbagai kebutuhan pelengkap 
(sekunder dan tersier) sesuai dengan kemampuan mereka. Politik-ekonomi seperti 
ini pada akhirnya akan menciptakan kehidupan ekonomi yang sejahtera, penuh 
ketenangan dan kesederhanaan, namun tetap produktif dan inovatif. 


      Kondisi ini berbeda dengan kehidupan ekonomi dalam sistem ekonomi 
kapitalis. Meskipun penerapan sistem ekonomi kapitalis berhasil menciptakan 
pertumbuhan ekonomi, namun secara bersamaan, telah melahirkan gejolak, 
pertentangan antarkelas yakni pemilik modal (kapitalis) dan kelompok pekerja. 
Akibatnya, akan kita temukan berbagai dampak nyata dalam kehidupan ekonomi 
kapitalis; mulai dari ketimpangan sosial yang parah, munculnya ketegangan, 
pertentangan, pemogokan buruh dan keresahan diantara kelompok masyarakat; 
berkembangnya kehidupan materialistik yang penuh dengan keserakahan yang 
didorong oleh semangat mencintai harta dan asyik dengan kekayaan; hingga 
terjadinya proses de-humanisasi karena manusia tidak ubahnya seperti binatang 
yang hanya berupaya memperebutkan materi semata. (bersambung)


      *)Ir H Donny Irawan, Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) - Batam
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke