Selasa, 04/07/2006 11:01 WIB
Anwar: Cabut keistimewaan etnis Melayu
oleh : Rahmon Amri

KUALA LUMPUR (Bloomberg): Malaysia harus mengakhiri perlakuan istimewa bagi 
etnis Melayu karena kebijakan ini menghalangi investor lokal dan asing masuk 
ke negeri jiran.

Etnis Melayu atau Bumiputra, yang berarti penduduk asli mendapat kemudahan 
akses ke perumahan, pendidikan dan posisi di pemerintahan. Ini dimungkinkan 
karena Kebijakan Ekonomi Baru yang telah berlaku 35 tahun.

Kebijakan itu bertujuan untuk melindungi kepentingan etnis mayoritas di 
negara di mana warga Tionghoa dan keturunan India menjadi minoritas.

"Kita harus beranjak dari pemikiran kuno ini. Kita perlu memikirkan 
kebijakan baru yang tidak diskriminatif demi kemajuan rakyat Malaysia", 
papar Anwar, 58, pemimpin oposisi yang dipecat dari jabatan deputi PM 
Malaysia pada 1998, di Kuala Lumpur.

Kebijakan Ekonomi Baru berhasil mengangkat kesejahteraan etnis Melayu, 65% 
dari total populasi negeri jiran, dan meredakan ketegangan dengan etnis 
Tionghoa (25%) sebagai segmen populasi terkaya di negara itu. (ram)

http://www.bisnis.com/




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke