B I - MU'JIZAT

 


 


1. Pandangan Umum
 


Kitab Injil penuh dengan kisah mu'jizat yang dilakukan oleh Yesus Kristus,
dan di  dalam Injil tersebut, tidak di lainnya, disangka terletak dalil
Keilahiannya. Bahkan  sebenarnya inti ajaran agama Kristen itu adalah
mu'jizat; jika Yesus tidak bangkit dari  antara yang mati, maka kepercayaan
dan ajaran Kristen niscaya akan sia-sia belaka. Kewajiban agama, ajaran yang
normal dan kebangkitan rohani tidak terdapat kecuali mu'jizat dan mu'jizat
saja yang terdapat pada Injil tersebut. Orang mati dibangkitkan dari kubur,
banyak orang sakit disembuhkan, air dirobah jadi anggur, roh jahat
dilenyapkan, dan banyak sekali perbuatan yang aneh-aneh dilakukan. Demi
berdalih, maka catatan di berbagai Injil tersebut secara harfiah dikira
benar; tapi apa pengaruh dari semua itu terhadap kehidupan orang-orang yang
pernah menyaksikan segala mu'jizat aneh tersebut? Mu'jizat dalam kehidupan
seorang Nabi harus bisa meyakinkan orang terhadap hakikat risalahnya dan
harus meyakinkan pula pikiran orang biasa bahwa dengan memiliki kekuatan
yang luar biasa itu dia harus diikuti risalah rohani. Dia harus membawa
perubahan akhlak dan rohani yang menjadi tujuan utamanya, dan mu'jizat itu
hanya diperlukan demi menunjang tujuan tersebut. Yang pertama-tama harus
diperhatikan adalah mu'jizat itu harus memiliki makna tujuan akhir,
sedangkan mu'jizat seperti itu cuma berakhir pada dirinya sendiri saja. Jadi
mu'jizat itu harus dibuktikan dengan pengaruh yang dihasilkannya.

 

Pertanyaan paling penting bagi kita karenanya: dengan mengira Yesus
melakukan segala mu'jizat atau keajaiban-keajaiban yang menakjubkan seperti
tercantum di dalam Injil, apa hasilnya? Seberapa besar keberhasilan yang ia
capai dalam mentransformasi manusia? Salah satu Injil mengatakan kepada kita
bahwa Yesus telah diikuti oleh sejumlah besar orang sakit yang semuanya
disembuhkan, lainnya lagi mengatakan banyak sekali yang disembuhkan.
Sekarang, jika yang dinyatakan itu benar, maka tak seorang pun di negeri itu
akan tersisa untuk beriman kepada Yesus. Sungguh tak masuk akal bahwa mereka
yang menyaksikan perbuatan luar biasa yang dilakukan Yesus Kristus itu malah
dia sendiri ditolak dan dituduh sebagai seorang pendusta. Mereka melihat
bahwa orang-orang yang sakit disembuhkan dan yang mati dihidupkan kembali
tapi mengapa mereka masih saja tidak beriman kepadanya bila tak ada satu
keajaiban pun yang ditempa? Dan betapa anehnya meskipun sejumlah besar
manusia disembuhkan, tapi mengapa tak seorang pun percaya kepada Yesus,
meskipun Injil memberitahukan kepada kita bahwa kepercayaan itu adalah
kondisi paling prima untuk kesembuhan; karena jika sejumlah besar manusia
itu percaya kepada Yesus, niscaya dia akan diikuti oleh lebih banyak lagi
ketika saat penyalibannya dari sekedar kenyataan yang telah terjadi, maka
saat itu pun niscaya cukup besar untuk  merobohkan kekuasaan pada waktu itu.

 

Tapi apakah yang kita dapati? Para pengikut Yesus itu menyedihkan sekali,
bukan hanya dalam jumlah, tapi juga dalam hal karakter. Dari sejumlah
limaratus orang yang mengikutinya dia hanya memilih duabelas orang saja yang
duduk dalam duabelas kedudukan terhormat yang bisa dipercaya untuk bekerja
di hadapan Tuannya, dan yang duabelas orang ini benar-benar sangat lemah
karakternya, yang paling menonjol dari mereka adalah Petrus yang pernah
mengingkari Yesus sebanyak tiga kali karena merasa takut diperlakukan keras
oleh para musuh, dan ia tak ragu-ragu mengutuk yang kutukan itu dia anggap
hanya untuk mengelak saja. Lain-lainnya lagi bahkan tidak mau mendekati
Yesus, sementara salah seorang yang terpilih dari mereka berbalik menjadi
pengkhianat. Dalam suatu peristiwa paling awal ketika Yesus meminta kepada
mereka untuk berdo'a baginya, beliau dapati semuanya tertidur lelap. Sering
sekali beliau memberi peringatan keras kepada mereka karena tak memiliki
iman. Jika di dunia ini segala mu'jizat dilakukan oleh Yesus, dan bila
mereka pernah menyaksikannya, tidakkah perkara itu akan berkesan? Tapi
buktinya Yesus tidak bisa membawa perubahan berarti, baik kepada para
sahabatnya apalagi kepada para musuhnya, ini cukup untuk menjadi bukti dan
saksi bahwa kisah segala keajaiban itu sebenarnya hanyalah rekayasa belaka.

 

Kegetiran hasil yang dicapai oleh Yesus Kristus meskipun dibarengi segala
kisah keajabian yang dianggap hebat itu, tak ada artinya bila dibandingkan
dengan hasil yang dicapai oleh Nabi Besar Dunia yang muncul di negeri Arab.
Di hadapan Nabi Suci adalah bangsa yang belum pernah samasekali mendapat
petunjuk kebenaran, di antara mereka itu belum pernah ada seorang Nabi pun
yang pernah muncul sebelum beliau, usaha mereformasi mereka baik yang
dikerjakan oleh Yahudi maupun Kristen terbukti gagal total. Bangsa ini, baik
kebudayaan materi maupun moral, telah tenggelam ke jurang kehinaan dan
kebobrokkan, berabad-abad lamanya suara para pembaharu hanya jatuh menimpa
telinga tuli. Namun dalam waktu yang kurang dari seperempat abad saja,
perubahan ajaib telah membalikannya. Kejahatan yang sudah begitu tua
dilenyapkan, kedunguan dan klenik khayali diganti dengan kecintaan terhadap
ilmu dan keintelektualan. Dari segala unsur manusia yang pecah berantakan
yang tidak mengenal apa itu namanya bangsa, tumbuh menjadi suatu bangsa yang
hidup bersatu dan menjadi bangsa yang termaju di antara berbagai bangsa yang
besar-besar di dunia dari keadaan yang tak mempunyai kekuasaan apa pun yang
kemudian ilmu pengetahuannya menjadi obor dunia selama berabad-abad.
Ketahuilah bahwa kemajuan material itu adalah akibat dari perubahan batin,
perubahan akhlak dan sudah tentu utamanya adalah perubahan atau transformasi
rohaniah dimana hal ini tidak ada persamaannya dan tidak pernah pula
disaksikan di belahan dunia lainnya. Baik dalam bidang akhlak, moral maupun
material, Muhammad saw membangkitkan suatu bangsa dari keterpurukkan ke
tingkat kemajuan yang luar biasa. Kebalikan dari ini, apa yang diperbuat
Yesus Kristus? Di hadapan beliau sudah terpampang bangsa Yahudi yang sudah
pandai membaca kitab-kitab suci dan pernah berpengalaman melakukan kebajikan
yang paling tidak dalam bentuk lahiriahnya saja. Beliau juga sudah mendapati
bahwa bangsa itu hidup di bawah pemerintahan yang berbudaya dengan peradaban
material demi menunjang kemajuannya. Meskipun dengan adanya kemajuan
tersebut, beliau tetap tidak bisa menghasilkan perubahan sedikit pun
terhadap kehidupan bangsa tersebut apalagi secara keseluruhan. Jika
akibatnya begitu menyedihkan, maka sudah pasti tidak mungkin ada sesuatu
yang dikerjakan secara menakjubkan. Dalam hal inilah, kisah segala keajaiban
atau mu'jizat yang aneh-aneh itu jelas sekali hanya berupa rekayasa semata
atau hanya berupa perkara yang dilebih-lebihkan saja dari keadaan yang
sebenarnya demi menutupi borokborok kegagalan yang jelas-jelas kelihatan di
depan mata.

 

Kritik yang menelaah Injil menunjuk kepada kesimpulan yang sama. Markus 8:12
berisi tanda-tanda pengingkaran yang nyata:

 

"Dan ia mengeluh dalam hatinya, dan berkata, Mengapa generasi ini meminta
keajaiban? Sungguh aku katakan kepadamu. Tak akan ada keajaiban yang akan
diberikan kepada generasi ini".


 


Pernyataan yang sama dikemukakan di dalam Injil lainnya. Lihatlah Matius
12:39; 16:4 dan di dalam Lukas 11:29.

 

"Beberapa orang ahli Taurat dan kaum Parisi menjawab sambil berkata, Tuan,
kami  ingin melihat keajabian darimu. Tapi dia menjawab dan berkata kepada
mereka,  Generasi yang jahat dan berzina ini meminta keajaiban; tidak akan
ada keajaiban apa  pun yang akan diberikan kepadamu, kecuali keajaiban dari
nabi Yunus" (Matius  12:38-39).

 

Di sini kita ditunjukkan pengingkaran yang begitu nyata bahwa di sana tidak
ada suatu tanda keajaiban pun kecuali keajaiban Nabi Yunus, yang ini
dipahami oleh beberapa komentator Injil dengan arti keajaiban ajaran, yang
oleh lainnya dipahami sebagai tetap tinggal di kuburan (yakni tetap hidup
sebagaimana Yunus) selama tiga hari tiga malam. Jika Yesus telah melakukan
keajaiban-keajaiban yang adiluhung, mengapa kaum Parisi meminta keajaiban
dan mengapa Yesus menolak untuk memberikan keajaiban tersebut? Dalam
menjawab permintaan mereka itu, beliau seharusnya menunjuk kepada ribuan
saksi yang telah disembuhkannya; yang pada faktanya kerumunan massa yang ada
di sekeliling beliau itu harus bisa membungkam pertanyaan orang-orang
tersebut dengan bukti mereka sendiri. Tapi tidak ada sesuatu pun yang
terjadi. Para komentator Injil berkata bahwa kaum Parisi mereka meminta
keajaiban luar biasa dan bukan penyembuhan orang-orang yang sakit "karena
mereka sudah biasa melakukan hal itu". Jika itu memang benar begitu, maka
jelas sekali bahwa Yesus bisa menyembuhkan orang-orang yang sakit itu bukan
dalam hal yang luar biasa. Dan mengapa Yesus tidak menunjuk kepada
orang-orang yang dibangkitkan dari kematian?

 

Lagi, Markus memberitahukan kepada kita bahwa Yesus tidak bisa berbuat
sesuatu yang luar biasa sewaktu di Nazareth, beliau hanya menyembuhkan
beberapa orang yang sakit: "Dia tidak bisa mengerjakan sesuatu yang luar
biasa, dia hanya menyembuhkan beberapa orang yang sakit dengan meletakkan
tangannya di atas mereka, lalu menyembuhkan mereka". Ini pun menunjukkan
bahwa Yesus tidak mampu melakukan mu'jizat yang aneh-aneh, dan menyembuhkan
beberapa orang yang sakit tersebut itu cuma pekerjaan biasa saja. Pernyataan
ini cukup menjadi bukti bahwa kisah perbuatan yang ajaib serta aneh-aneh
itu, sekali lagi, hanya rekayasa belaka, atau paling tidak, ya cuma
dilebihlebihkan saja.

 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke