KOMPAS Selasa, 01 Agustus 2006 BASMI RABIES Masyarakat Flores Tidak Boleh Memelihara Anjing
Kupang, Kompas - Guna membasmi virus rabies di Flores, Nusa Tenggara Timur, masyarakat setempat harus bersedia membunuh semua anjing peliharaan yang mengandung virus mematikan itu. Mereka harus bersedia tidak memelihara anjing selama 2-3 tahun berturut-turut sampai virus itu benar-benar hilang dari daerah tersebut. Tenaga Fungsional Subdinas Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT), entomolog Acep Effendy, di Kupang Senin (31/7), mengatakan, dalam satu bulan terakhir ada dua warga di Kabupaten Sikka meninggal dunia setelah digigit anjing. Mereka adalah Maria Mbe (17), warga Kecamatan Paga, dan Nona (13) dari Kecamatan Sikka. "Dari Januari-Juni 2006 ada 568 kasus gigitan anjing rabies. Setelah divaksinasi sebagian besar selamat. Hanya dua meninggal, semua dari Kabupaten Sikka. Dua yang meninggal dunia ini baru dibawa ke rumah sakit setelah delapan bulan digigit," kata Effendy. Ketika anjing itu menggigit, air liur yang mengandung virus rabies masuk ke tubuh korban. Jika tidak segera divaksinasi, virus akan menyerang organ-organ tubuh vital sampai rusak. Meski kasus rabies sudah berlangsung sejak 1997 di Kabupaten Flores Timur, masyarakat setempat belum memiliki komitmen untuk membasmi anjing-anjing peliharaan sampai tuntas. Masyarakat begitu sayang terhadap anjing peliharaan dibanding ketakutan mereka pada virus rabies yang membunuh hampir 206 orang sejak 1997-Juli 2006. Selama tidak ada pembasmian anjing, menurut Effendy, kasus rabies tidak akan hilang. Meski rabies juga menyerang kera dan kucing, sejumlah kasus kematian warga akibat rabies bersumber dari anjing peliharaan. Anjing pengidap rabies yang dibantai, lanjut Effendy, tidak boleh dikonsumsi warga. Meski virus itu mati setelah direbus atau dimasak, dikhawatirkan akan masuk ke dalam jaringan tubuh melalui luka yang ada di tangan atau kaki. Kasus rabies tidak merambat ke daratan Pulau Timor, NTT, kecuali di Maluku Utara. Padahal, jarak Flores-Timor dapat ditempuh satu hari satu malam dengan feri. Kendaraan angkutan air dan udara tidak membolehkan penumpang membawa binatang jenis apa pun. "Kasus di Maluku Utara bisa jadi disebabkan oleh virus rabies yang dibawa kelelawar karena binatang ini dapat membawa virus tersebut," katanya. (KOR) [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
