--- In [email protected], "Holy Uncle" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ***Usaha Israel memisahkan isu Hizbullah dari isu Lebanon telah 
gagal. 
> Lebanon satu negara berdaulat, perangi Hizbullah = perangi Lebanon.
> 


Yang ini anda benar, karena Lebanon itu anggauta PBB tentunya Israel 
tidak boleh menyerangnya, oleh karena itu kalo menyerang Hesbollah 
tidak ada larangannya meskipun akibatnya Libanon yang hancur bukan 
Hesbollah-nya.  Dan hal ini akan mudah diatasi nanti setelah selesai 
perang, cukup membangun lagi Libanon yang baru yang bebas dari unsur 
Hesbollah, bahkan PBB juga berjanji membantunya, apalagi Hesbollah 
itu merupakan blacklist organisasi terorist Internasional dalam 
catatan PBB.  Juga anda benar, Libanon adalah negara berdaulat, namun 
kedaulatannya dizalim oleh Hesbollah sehingga untuk menegakkan 
kedaulatan Libanon kembali, Israel perlu menghancurkan Hesbollah 
karena bukan cuma Libanon yang kedaulatannya dizalimi juga kedaulatan 
Israel dizalim oleh Hesbollah.




> ***Nasib semua agressor sama saja. Nasib AS di Vietnam, di Irak, 
nasib 
> Israel di Lebanon....
> 


Itu adalah mimpi, karena realitasnya terbalik, Israel tidak dianggap 
agressor oleh siapapun didunia ini bahkan PBB telah memberikan 
dukungannya hak membela kedaulatannya.  Jadi percayakanlah kepada 
mereka wakil2 negara seluruh dunia yang ada di PBB yang kenyataannya 
mendukung hak Israel membela kedaulatannya.  Sudah ada yang ngurus 
tak perlu mengacaukan hal2 yang anda tidak ketahui.

> Lebanon Hargai Dukungan Pemerintah dan Rakyat Indonesia
> 


Iya, sebatas menghargai, karena Pemerintah RI juga cuma mendukung 
kalo didukung PBB.  Pemerintah RI mau mengirimkan tentara dan 
volunteer kalo biayanya ditanggung PBB, lumayan mengurangi 
pengangguran.  Namun karena alokasi dana dari PBB belum dikeluarkan 
untuk mendukung team pemerintah RI ini, maka cukup saja bermimpi 
dulu.  Kecuali tentunya pemerintah RI bersedia menyumbangkan dana 
sendiri dalam membantu pemerintah Libanon, maka pasti lebih dihargai 
oleh seluruh dunia bukan cuma oleh pemerintah Libanon saja.



> Pertemuan Presiden Yudhoyono dengan Menlu Lebanon Fawzi Salloukh
> dilakukan usai keduanya menghadiri sidang darurat Organisasi 
Konferensi 
> Islam (OKI) yang diikuti 18 negara anggota OKI di Putrajaya.
> 


Aaah....OKI juga tidak berniat membantu koq, mereka justru bertugas 
untuk menjalankan missi PBB membujuk pemerintah Libanon dan Hesbullah 
untuk melepaskan sandera2nya agar bisa dimulai membujuk Israel untuk 
menghentikan serangannya.  Itulah sebabnya, dari 57 negara2 OKI, 
hanya 17 negara saja yang menghadirinya, dan itupun hanyalah basa 
basi politik saja untuk saling ngobrol2 relaks menikmati hidangan 
gratis di Malaysia.  Dan SBY pun punya missi ingin cari kontrak kerja 
berkedok membantu Libanon merebut dana dari PBB, dengan harapan 
dukungan anggauta2 OKI nanti di PBB.




> Sidang tersebut menghasilkan dua deklarasi Putrajaya yaitu 
Deklarasi 
> Putrajaya tentang Situasi di Lebanon dan Deklarasi Putrajaya 
tentang 
> Penguasaan Wilayah Palestina.
> 


Mau menguasai wilayah Palestina?  Enggak begitu deklarasinya, 
deklarasinya cuma basa basi untuk membujuk Israel nantinya setelah 
sanderanya dilepaskan.  Masalahnya, sandera2 itu sudah tewas sehingga 
tak bisa dikembalikan hidup, daripada Israel makin marah, cukup 
dijanjikan saja bahwa sandera akan dikembalikan kalo serangan 
dihentikan, biar nantinya urusan belakangan kalo serangan Israel 
sudah berhenti sehingga masih ada waktu untuk kabur dari Libanon.  
Tapi masalahnya, Israel juga sudah tahu nasib sandera2 itu, itulah 
sebabnya mereka terus menyerang tak mau berunding.  Apanya lagi yang 
mau dirundingkan kalo ketiga sandera itu sudah tewas ???  Wajar saja 
kalo Israel mengikuti sandiwara bohong Hesbollah tentang sandera2nya 
yang masih hidup itu.  Seluruh dunia juga menyadarinya kalo sandera 
itu sudah tewas !!!!



> Dalam deklarasi yang terkait dengan masalah Palestina, OKI antara 
lain 
> menyatakan mengecam keras pendudukan Israel atas wilayah Palestina 
dan 
> agresinya terhadap rakyat Palestina.
> 



Benar, kecaman itu cuma dalam sidang OKI di Malaysia tidak pernah 
dikirim ke PBB karena PBB sendiri sudah mengeluarkan statement yang 
syah untuk mengesyahkan hak kedaulatan Israel yang tidak bisa 
diganggu atau diubah dengan hanya basa basi kecaman.



> OKI juga mengecam penahanan terhadap para menteri dan pejabat 
Palestina 
> lainnya.
> 


Janganlah kuatri, kecaman2 itu cuma basa basi sama sekali tidak 
pernah ditangapi di PBB, apalagi kecaman itupun tidak resmi cuma basa 
basi dalam sidang saja.



> Selain itu, OKI juga meminta PBB untuk menunjukkan tanggung 
jawabnya agar 
> Israel menghormati hukum internasional dengan tidak menduduki 
wilayah 
> Palestina.
> 



Justru, untuk tegaknya hukum Internasional itulah Hesbollah harus 
dimusnahkan karena hukum Internasional tidak mengenal adanya militia 
Allah dalam sebuah negara yang berhak menyerang negara tetangganya 
dan menculik tentara didalam wilayah tetangganya.

Untuk hal yang satu ini, PBB lebih banyak memiliki ahli2 hukum 
Internasional yang tahu apa yang harus dilakukan PBB sebelum 
mengeluarkan statement mendukung tindakan Israel, sehingga anggauta2 
OKI juga menyadarinya.



> OKI juga mengulangi komitmennya dan mendukung semua inisiatif ke 
> arah perundingan perdamaian Israel-Palestina.(*)


Aaah..... masalah perundingan damai sih sudah jelas, Israel baru mau 
berunding setelah ketiga sanderanya dikembalikan hidup2.  Kalo sudah 
tewas, apanya yang mau didamaikan lagi?  Beruntunglah Hesbollah tak 
berani mengakui tewasnya ketiga sandera2 ini sehingga Israel bisa 
tetap pura2 enggak tahu agar bisa memanfaatkan tarik ulur waktu yang 
digunakan oleh Hesbollah untuk terus menghancurkan Hesbollah.

Biarlah, mereka mulai menyerang, silahkan tanggung sendiri akibatnya, 
kenapa harus teriak2 minta tolong yang lainnya ???  Dan kepada yang 
berminat membantunya silahkan saja membantunya tak perlu banyak omong 
atau kecam2, kirim saja pasukan kalo memang mau cepat2 keaherat.

Ny. Muslim binti Muskitawati.











Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke