REFLEKSI: Arti  silat lidah  pemerintah Indonesia "tidak dilarang dan tidak 
dianjurkan" berarti boleh saja bagi menteri olahraga bersama konco-konconya  
berpamit dengan isteri, kekasih,  gundik, orang tua dan sanak saudara etc.    



REPUBLIKA

Jumat, 04 Agustus 2006  14:39:00


Deplu: Pemerintah tidak Larang dan tidak Anjurkan WNI ke Timur Tengah


Jakarta-RoL -- Pemerintah Indonesia tidak melarang Warga Negara Indonesia (WNI) 
yang memiliki niat untuk pergi ke Timur Tengah membantu perjuangan rakyat 
Palestina dan Lebanon karena meninggalkan Indonesia adalah hak setiap WNI, 
namun sebaliknya pemerintah juga tidak menganjurkan kepergian semacam itu. 

"Adalah hak dari setiap WNI untuk pergi meninggalkan Indonesia dan kembali ke 
Indonesia tetapi tentu saja ada batasan-batasan tertentu bahwa kepergian itu 
didasari dengan niat yang baik," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri 
(Deplu) Desra Percaya kepada wartawan di Gedung Deplu Jakarta, Jumat. 

Menurut dia, pihak Deplu telah mendengar ada beberapa WNI yang memiliki niat 
untuk pergi ke Timur Tengah guna membantu perjuangan rakyat Palestina dan 
Lebanon. "Pemerintah memahami dan mengerti perasaan mereka karena itu jugalah 
yang dirasakan pemerintah. Merasa frustrasi dengan peristiwa ini," katanya. 

Namun, lanjut dia, ada banyak cara untuk membantu rakyat Palestina dan Lebanon, 
misalnya dengan memberikan bantuan kemanusiaan. "Saat ini mereka sangat 
membutuhkan bantuan kemanusiaan, dapat dengan cara mengumpulkan uang untuk 
obat-obatan dan makanan ataupun dana bagi proses rehabilitasi dan rekonstruksi. 
Lalu, dari segi faktual apakah kita memiliki kemampuan untuk mengatasi militer 
Israel," katanya. 

Jubir menambahkan, di dalam negeri juga masih dibutuhkan banyak relawan untuk 
membantu korban bencana alam, seperti korban tsunami Pangandaran. Lebih lanjut 
Jubir Deplu mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan peningkatan 
permintaan visa ke Timur Tengah dari kedutaan-kedutaan negara sahabat di 
Indonesia. 

"Sampai saat ini Deplu memang belum punya data WNI yang pergi ke Timur Tengah. 
Permohonan memang bukan diajukan ke Deplu dan sampai saat ini kami belum 
melihat kenaikan yang signifikan," katanya.Jubir juga mengatakan bahwa, hak 
untuk bersikap selektif dalam menyeleksi permohonan visa berada di 
kedutaan-kedutaan tiap-tiap negara. 

"Tentu saja Deplu dan kedutaan-kedutaan asing ada pertukaran informasi tentang 
aplikasi visa tetapi sulit untuk mengetahui niat yang sesungguhnya, misal kalau 
ada niat umroh maka kita berpikir baik bahwa memang akan umroh," katanya. 

Saat ditanya mengenai kemungkinan munculnya radikalisme akibat tindakan Israel, 
Jubir mengatakan bahwa Menlu Hassan Wirajuda telah menyampaikan kepada Menlu AS 
Condollezza Rice tentang hal itu pada pekan lalu. 

"Pak Hassan telah mengatakan ke Menlu AS bahwa kalau AS membiarkan Israel 
menghajar dan membunuh di Lebanon maka hal itu akan sangat menyulitkan 
negara-negara moderat dengan penduduk sebagian besar Islam. Bahkan 
negara-negara tersebut bisa melakukan apa pun setelah melihat tindakan Israel 
yang berlebihan," katanya. 

Pada kesempatan itu, lanjut Jubir, Menlu AS mengatakan bahwa dia tahu dan 
mengerti kesulitan yang dihadapi oleh negara-negara moderat dan berniat 
mengupayakan gencatan senjata. 

Sementara itu beberapa waktu lalu Anggota Presidium ASEAN Muslim Youth 
Secretary (AMSEC) HM Suaib Didu mengatakan sebanyak 72 orang warga negara 
Indonesia (WNI) turut bergabung dalam kelompok gerilyawan yang menamakan diri 
Pasukan Bom Jihad Palestina yang beranggotakan warga negara dari sejumlah 
negara di Asia Tenggara. 

Menurut Suaib, Pasukan Bom Jihad Palestina dari ASEAN memiliki anggota 217 
yakni dari Indonesia 72 orang, Filipina 57 orang, Malaysia 36 orang, Thailand 
43 orang, Brunei lima orang, Singapura satu orang, ditambah tiga orang dari 
Bangladesh. Mereka berusia antara 30-45 tahun. 

Sebanyak 22 orang tujuh orang dari Indonesia di antaranya telah memiliki 
pengalaman di medan Afganistan dan Palestina. "Mereka inilah yang menjadi 
pemimpin atau pembimbing bagi anggota yang belum berpengalaman," katanya. 

Yang menarik, kata Suaib, tidak semua orang yang menjadi anggota pasukan itu 
beragama Islam. "Ada tiga orang yang non-Islam. Mereka berperang demi 
kemanusiaan. Lagi pula Yerussalem `kan juga kota suci," katanya. antara/pur




[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke