Saya kira sikap pemerintah RI sudah tepat, sekarang
tinggal temen2 yang mau membantu dengan pergi ke
Timteng untuk segera menyiapkan diri lahir batin dan
segera mungkin berangkat karena bantuan anda sangat
dibutuhkan untuk melawan Israel.

Karena sifatnya tidak melarang sebaiknya anda2
berangkat secara terbuka agar dapat kami2 dapat
melihat dan membuktikan ucapan2 yang selama ini muncul
di media cetak ataupun visual.

Hal ini sangat perlu agar kami-yang tidak pergi ini-
setidaknya dapat belajar meneladani agar menepati
ucapan2 dimuka umum agar tidak dianggap sebagai
mencari popularitas, konsumsi politik dlsbnya.

Tentunya sangat diharapkan agar hal ini bisa
dipelopori oleh rekan2 dari fpi dengan bom jihadnya
dan dikomandani oleh yang terhormat bapak menteri
olahraga dan pemuda.

Segeralah berangkat rekan2, orang2 yang sudah bertekad
untuk mati syahid untuk saudaranya di timteng yang
ditindas Israel.

Jangan banyak berpikir atau berargumen, segera
berangkat dan umumkan secara terbuka karena anda2
sangat dibutuhkan disana. Jangan kecewakan saudara2
yang menantikan anda. Kami akan melepas kepergian anda
dengan penuh kebanggaan.

Namun jika anda tidak jadi berangkat dengan berbagai
argumen maka rakyat Indonesia dan Timteng akan
mencatat seperti manusia apakah sebenarnya anda. 

--- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> REFLEKSI: Arti  silat lidah  pemerintah Indonesia
> "tidak dilarang dan tidak dianjurkan" berarti boleh
> saja bagi menteri olahraga bersama konco-konconya 
> berpamit dengan isteri, kekasih,  gundik, orang tua
> dan sanak saudara etc.    
> 
> 
> 
> REPUBLIKA
> 
> Jumat, 04 Agustus 2006  14:39:00
> 
> 
> Deplu: Pemerintah tidak Larang dan tidak Anjurkan
> WNI ke Timur Tengah
> 
> 
> Jakarta-RoL -- Pemerintah Indonesia tidak melarang
> Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki niat
> untuk pergi ke Timur Tengah membantu perjuangan
> rakyat Palestina dan Lebanon karena meninggalkan
> Indonesia adalah hak setiap WNI, namun sebaliknya
> pemerintah juga tidak menganjurkan kepergian semacam
> itu. 
> 
> "Adalah hak dari setiap WNI untuk pergi meninggalkan
> Indonesia dan kembali ke Indonesia tetapi tentu saja
> ada batasan-batasan tertentu bahwa kepergian itu
> didasari dengan niat yang baik," kata Juru Bicara
> Departemen Luar Negeri (Deplu) Desra Percaya kepada
> wartawan di Gedung Deplu Jakarta, Jumat. 
> 
> Menurut dia, pihak Deplu telah mendengar ada
> beberapa WNI yang memiliki niat untuk pergi ke Timur
> Tengah guna membantu perjuangan rakyat Palestina dan
> Lebanon. "Pemerintah memahami dan mengerti perasaan
> mereka karena itu jugalah yang dirasakan pemerintah.
> Merasa frustrasi dengan peristiwa ini," katanya. 
> 
> Namun, lanjut dia, ada banyak cara untuk membantu
> rakyat Palestina dan Lebanon, misalnya dengan
> memberikan bantuan kemanusiaan. "Saat ini mereka
> sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, dapat dengan
> cara mengumpulkan uang untuk obat-obatan dan makanan
> ataupun dana bagi proses rehabilitasi dan
> rekonstruksi. Lalu, dari segi faktual apakah kita
> memiliki kemampuan untuk mengatasi militer Israel,"
> katanya. 
> 
> Jubir menambahkan, di dalam negeri juga masih
> dibutuhkan banyak relawan untuk membantu korban
> bencana alam, seperti korban tsunami Pangandaran.
> Lebih lanjut Jubir Deplu mengatakan bahwa hingga
> saat ini belum ada laporan peningkatan permintaan
> visa ke Timur Tengah dari kedutaan-kedutaan negara
> sahabat di Indonesia. 
> 
> "Sampai saat ini Deplu memang belum punya data WNI
> yang pergi ke Timur Tengah. Permohonan memang bukan
> diajukan ke Deplu dan sampai saat ini kami belum
> melihat kenaikan yang signifikan," katanya.Jubir
> juga mengatakan bahwa, hak untuk bersikap selektif
> dalam menyeleksi permohonan visa berada di
> kedutaan-kedutaan tiap-tiap negara. 
> 
> "Tentu saja Deplu dan kedutaan-kedutaan asing ada
> pertukaran informasi tentang aplikasi visa tetapi
> sulit untuk mengetahui niat yang sesungguhnya, misal
> kalau ada niat umroh maka kita berpikir baik bahwa
> memang akan umroh," katanya. 
> 
> Saat ditanya mengenai kemungkinan munculnya
> radikalisme akibat tindakan Israel, Jubir mengatakan
> bahwa Menlu Hassan Wirajuda telah menyampaikan
> kepada Menlu AS Condollezza Rice tentang hal itu
> pada pekan lalu. 
> 
> "Pak Hassan telah mengatakan ke Menlu AS bahwa kalau
> AS membiarkan Israel menghajar dan membunuh di
> Lebanon maka hal itu akan sangat menyulitkan
> negara-negara moderat dengan penduduk sebagian besar
> Islam. Bahkan negara-negara tersebut bisa melakukan
> apa pun setelah melihat tindakan Israel yang
> berlebihan," katanya. 
> 
> Pada kesempatan itu, lanjut Jubir, Menlu AS
> mengatakan bahwa dia tahu dan mengerti kesulitan
> yang dihadapi oleh negara-negara moderat dan berniat
> mengupayakan gencatan senjata. 
> 
> Sementara itu beberapa waktu lalu Anggota Presidium
> ASEAN Muslim Youth Secretary (AMSEC) HM Suaib Didu
> mengatakan sebanyak 72 orang warga negara Indonesia
> (WNI) turut bergabung dalam kelompok gerilyawan yang
> menamakan diri Pasukan Bom Jihad Palestina yang
> beranggotakan warga negara dari sejumlah negara di
> Asia Tenggara. 
> 
> Menurut Suaib, Pasukan Bom Jihad Palestina dari
> ASEAN memiliki anggota 217 yakni dari Indonesia 72
> orang, Filipina 57 orang, Malaysia 36 orang,
> Thailand 43 orang, Brunei lima orang, Singapura satu
> orang, ditambah tiga orang dari Bangladesh. Mereka
> berusia antara 30-45 tahun. 
> 
> Sebanyak 22 orang tujuh orang dari Indonesia di
> antaranya telah memiliki pengalaman di medan
> Afganistan dan Palestina. "Mereka inilah yang
> menjadi pemimpin atau pembimbing bagi anggota yang
> belum berpengalaman," katanya. 
> 
> Yang menarik, kata Suaib, tidak semua orang yang
> menjadi anggota pasukan itu beragama Islam. "Ada
> tiga orang yang non-Islam. Mereka berperang demi
> kemanusiaan. Lagi pula Yerussalem `kan juga kota
> suci," katanya. antara/pur
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke