Pancasila mempunyai kelemahan pada sila pertama yaitu : KeTuhanan yang Maha 
Esa:  [a] Tuhan Gurun Pasir tidak ada dalam agama Hinduisme [Bali] , 
Konfuchuisme maupun Buddhisme. [b]  Tuhan gurun pasir bagi agama sepupuh 
agaknya tidak sama  dan malah menyebarkan rasisme, contohnya dalam Al Quran 
5:51 dikatakan : "Believers take neitheir Jews nor Christians for your friends 
and protectors....".  Kalau  sila  pertama itu  diganti dengan "agama adalah 
hak tiap warganegara", akan lebih menguntungkan bagi semua pihak dan tidak ada 
yang  akan bakar-bakar  atau membom gereja, melarang melakukan ibadah keluarga 
disumah privat atu menghancurkan mesjid Ahmadiah karena dianggap  kafir, 
penyebar murtadisme etc  atau mendiskrimisasi sesorang dalam menduduki jabatan 
negara karena dianggap agamanya tidak benar.



http://www.suarapembaruan.com/News/2006/08/26/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 

Kembali ke Pancasila, Membangun Indonesia Baru

[JAKARTA] Pancasila harus menjadi acuan dari seluruh sistem hukum dan politik 
di Indonesia. Komitmen, kesetiaan serta keteguhan sikap para tokoh agama dan 
pejabat pemerintah terhadap Pancasila harus dapat jadi panutan. Sekarang ini 
masyarakat dan bangsa Indonesia membutuhkan keteladanan dari para tokoh publik 
bahwa mereka memang menghayati kehidupan sehari-hari sesuai nilai-nilai luhur 
Pancasila. 

Demikian benang merah pokok pikiran sejumlah tokoh agama dan masyarakat perihal 
Kembali ke Pancasila Membangun Indonesia Baru di Jakarta, Jumat (25/8). "Kami 
yakin jika sikap trust dibangun, silaturahmi makin dimantapkan dan komitmen 
kembali kepada Pancasila diperteguh maka agama-agama di Indonesia akan dapat 
memainkan peran yang sangat signifikan dalam sejarah kehidupan bangsa," ujar 
Wakil Sekretaris Umum PGI, Weinata Sairin kepada Pembaruan secara terpisah. 

Sekarang merupakan saat yang paling tepat bagi para tokoh agama untuk 
menegaskan kembali komitmen mereka mengembangkan keberagaman secara dewasa, 
sehingga mampu menjawab tantangan global. Komitmen bahwa Pancasila merupakan 
etika bersama dalam menata kehidupan bernegara, bermasyarakat dan bernegara 
harus diperteguh, katanya. 

Hal senada diungkap cendekiawan muslim, Prof Drs Dawam Rahardjo. Para bapak 
bangsa yang memberikan pondasi besar bagi arah perjalanan bangsa Indonesia 
melawan pusaran arus zaman dengan cerdas, arif, bijaksana, akurat dan tepat 
telah melahirkan sebuah produk bernama Pancasila yang merupakan sari pati dari 
komitmen kebangsaan bangsa Indonesia. 

Dikatakan, merupakan tanggung jawab besar seluruh anak-anak bangsa ini untuk 
dapat menjadikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar untuk 
menetapkan arah besar bangsa ini di masa depan dengan menjadikan persatuan dan 
kesatuan bangsa dalam bingkai keberagaman serta perbedaan modal dasar terbesar 
bagi bangsa ini guna menjadi bangsa yang besar. 

Apa yang disampaikan oleh Weinata dan Dawam ini sesuai dengan temuan hasil 
survei yang dikerjakan Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Seperti disampaikan 
Direktur Eksekutif LSI, Denny JA bahwa mayoritas publik Indonesia (69,6 persen) 
tetap kokoh mengidealkan Indonesia mengembangkan sistem kenegaraan berdasarkan 
Pancasila. Hanya 3,5 persen yang menginginkan Indonesia seperti negara 
demokrasi ala Barat dan 11,5 persen menginginkan seperti negara Islam di Timur 
Tengah. 

Idealisasi sistem kenegaraan Pancasila, bukan demokrasi ala Barat atau ala 
Timur Tengah, ternyata menyebar rata dalam mayoritas rakyat Indonesia. Bahkan 
67,4 persen publik yang beragama Islam berpandangan yang sama tentang sistem 
kenegaraan berdasarkan Pancasila, walau tidak sebesar rakyat yang beragama 
Kristen (81,7 persen) dan agama lainnya (90,9 persen), katanya. (Pembaruan, 
25/8). [E-5] 


Last modified: 26/8/06 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke