Sebagaimana dikatakan pada tulisan terdahulu bahwa konsep Imam Mahdi dan Isa al
Masih telah dijadikan sebagai momentum oleh sebagian besar Mainstream Islam
untuk kebangkitan Islam kedua kalinya. Sayangnya kebayakan diantara mereka malah
berpendapat bahwa  kedua tokoh  rohani itu akan menjalankan tugas mereka dengan
kekerasan.  Isa al Masih  yang  akan  datang  itu   akan "menghancurkan salib
dan membunuh babi". Makna hadits-hadits Rasulullah SAW tentang pekerjaan Isa al
Masih  itu bagi  golongan- golongan  tersebut  betul-betul harfiah,  betul-betul
benda salib   Kristen   ....salib  yang  berada  dipuncak   menara gereja...dan
dileher-leher   orang   Kristen   yang   akan dihancurkan  dan benar-benar babi
bahan makanan mereka  yang yang  akan  dibunuh oleh Nabi Isa yang dijanjikan
kedatangannya oleh Rasulullah SAW itu. Sedangkan  mengenai  Imam Mahdi  ,
orang-orang Islam tersebut berpaham  bahwa  beliau akan memaksa orang-orang
kafir masuk Islam dengan kekerasan. Siapa yang tidak tunduk akan dibunuh oleh
Imam Mahdi..

Tidak  sedikit  diantara orang-orang Islam ini menanti-nanti nabi  Isa al Masih
ibnu Maryam yang diutus kepada kaum  Bani Israil  dahulu  yang bakal datang
kembali.... karena  beliau masih  hidup  dilangit dan kedatangannya kebumi
konon  akan dituntun oleh dua malaikat.... Betapa keyakinan yang  mirip-mirip
keyakinan  Kristen  ini  telah pula  dianut  oleh sebahagian  mainstream  Islam
ini. Mereka  telah  memahamkan hadist -hadist  ini  betul-betul secara
harfiah.....  yang secara  tidak  langsung merendahkan derajat  Rasulullah  SAW
sendiri.... yang sebagai Khaatamannabiyin ...ummatnya  perlu dibereskan
kembali  oleh  Isa  ibnu   Maryam   yang   misi kerasulannya terbatas hanya bagi
kaum Yahudi itu.

Kekeliruan-kekeliruan  memahamkan  ajaran-ajaran  ini  telah membentuk  watak
orang-orang Islam menjadi keras dan  tegar. Bagi mereka jalan kekerasan adalah
satu-satunya harapan untuk meraih  kemenangan  Islam atas semua  agama.  Watak
demikian berlaku  juga  terhdap pencapaian tujuan yang  lain.  Banyak
pemimpin-pemimpin   Islam   terkemuka   menganut    persepsi memenangkan
kembali  Islam dengan cara  kekerasan. Mereka menjadi  bengis  dan  kejam
terhadap sesama  manusia.  Salah seorang yang dianggap pemikir Islam terkemuka
diabad ke  dua puluh  ini  Maulana Maududi dari Pakistan berpendapat  bahwa
cara-cara kekerasan itu bukan hanya perlu pada waktu ini dan dimasa  depan,
tetapi telah dipakai sejak  permulaan  Islam berdiri.   Bahkan   Nabi  Muhammad
SAW   sendiri   katanya menggunakan cara itu. Ia menulis sbb:

"Selama  tiga  belas tahun Rasulullah SAW, memanggil  orang- orang  kepada Islam
, selama itu beliau melakukan cara  yang seefektif  mungkin  untuk  mengajak
dan  memberi  nasehat, mengemukakan dalil-dalil yang kuat, memaparkan  hujjah
yang jelas,  membakar  hati  manusia  denga  kefasihan  lidah, kelancaran  dan
bahasa yang indah,  menampakkan  dari  Allah SWT, mukjizat-mukjizat yang
mengherankan, menampilkan contoh dan  teladan  akhlak dan kehidupan suci yang
sebaik-baiknya dan  tidak  membiarkan jalan yang apapun  yang  mendatangkan
manfaat  untuk hak dan kebenaran . Namun sekalipun kebenaran beliau menjadi
terang benderang laksana mentari, kaum beliau menolak  menerima panggilan
beliau...."

"Tetapi manakala Dai (penyeru) kepada Islam memegang  pedang ditangan  beliau
sesudah cara nasehat dan anjuran  mengalami kegagalan,  maka  sedikit demi
sedikit karat kejahatan dan kebejatan  yang  melekat pada hati manusia mulai
buyar dan unsur-unsur   jahat  sudah  keluar  dari   tabiat-tabiat, kekotoran
ruh-ruh  telah  hilang  lenyap  dan  bukan   saja selubung  yang menutup mata
telah terbuka dan nur  kebenaran telah   terang  benderang,  bahkan  kekencangan
leher dan kesombongan  pada kepala yang menjadi sebab tidak  tunduknya manusia
kepada   kebenaran   akhirnya   telah   menghilang .........."

"Sebab  negeri-negeri lain mengikuti pula jejak negeri  Arab menerima  Islam
dengan begitu cepat  sehingga  hanya  dalam  waktu satu abad , seperempat dunia
telah masuk Islam, adalah  tak  lain pedang Islam telah berhasil menguak  tirai
tutupan  yang  telah menyelubungi hati manusia........"(Al- Jihad  Fil  Islam
halaman 137-138. Dikutip dari  dalam  buku Penumpahan Darah atas nama Agama,
Oleh Mirza Tahir  Ahmad  , Khalifatul Masih IV halaman 35-36).

Penganut-penganut cara berpikir seperti  Maulana Maududi ini bisa  diketemukan
dimana-mana diseantero dunia  Islam  ini. Demikian  juga  pengagum-pengagum
beliau  dapat  dicari dan dijumpai  dikalangan  Ulama-Ulama dan cendekiawan
Islam  di Indonesia juga. Kita telah menyaksikan gerakan-gerakan ummat Islam  di
seantero dunia maupun di Indonesia ,  menggunakan cara-cara  kekerasan  fisik
dalam usaha  mereka  memenangkan Islam.   Tindakan   yang  mereka  lakukan
tersebut   jelas memberikan dampak negatif terhadap citra ajaran Islam. Usaha
yang  mereka  lakukan  tersebut bukannya  memenangkan  Islam tetapi  justeru
sebaliknya telah menjauhkan  ummat  manusia untuk berminat mempelajari agama
Islam.

Wassalamualaikum wr.wb.
H. Nadri Saaduddin
Kelompok Studi Islam  Ahmadina
Jalan Imam Bonjol 12 A
Balaikandi Koto Nan Ompek
Telp. +62-0752-92367
Mobile:081363259195
Payakumbuh 26225
Sumatera Barat

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/SktRrD/hOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke