Poligami dan Persyaratan Mutlak...... Mengenai masalah poligami, dengan kata-kata yang jelas telah ditampilkan dalam Kitab Suci Al-Qur'an. Secara tegas Al-Qur'an menyebutkan " dua (atau ) tiga (atau) empat....(QS. 4:3). Namun masih didalam ayat itu juga terdapat petunjuk mengenai sikap adil. Jika tidak dapat bersikap adil dan rasa cinta lebih banyak tertuju pada satu pihak saja, atau karena penghasilan sedikit dan tidak memadai, atau juga lemah dalam kekuatan kelaki-lakian, maka hendaknya janganlah lebih dari "satu". Jalan yang terbaik untuk menyikapi hal ini adalah dengan pertimbangan bahwa manusia hendaknya janganlah menjerumuskan dirinya kedalam cobaan. Sebab Allah Taala telah berfirman. " Innallaha, laa yuhibbul mu'tadiin...sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas".....(QS. 5: 88).
Mirza Ghulam Ahmad dalam sebuah tulisannya berpesan kepada pengikut-pengikutnya orang-orang Ahmadi sbb: " Janganlah kalian menggasak habis-habisan sesuatu yang memang telah di halalkan, sampai-sampai kalian menjadi orang-orang yang menyembah nafsu syahwat. Ringkasnya jika menjadi hamba atau budak para isteri dengan menganggap sesuatu yang halal itu sebagai barang yang halal semata , tetap saja yang demikian itu merupakan suatu kesalahan. Setiap orang tidak dapat memahami kehendak Allah Taala . Ini bukanlah keinginanNya supaya kalian betul-betul menjadi penyembah nafsu dan budak wanita. Dan Dia tidak pula menginginkan supaya kalian menerapkan "rahbaniyyat" (hidup tidak berkawin) , melainkan tetaplah dijalan tengah dan jangan jerumuskan dirimu dalam hal-hal yang tidak berguna."......(Al-Hakam, jilid 2 hal 2, 6 Maret 1898, Edaran Khusus 19/98). Jika Allah Taala memberikan suatu "kekhususan dan keistimewaan" kepada para nabi 'alaihimussalam", maka hanya orang-orang yang berpikiran dangkallah yang melakukan protes dan keberatan terhadap hal itu. Kita bisa membaca di dalam Taurat dimana diberikan pengencualian dan keistimewaan bagi golongan "Kahin" dikalangan kaum Yahudi. Dan juga bagi kaum Braman dikalangan Hindupun terdapat pengecualian-pengecualian istimewa. Jadi adalah merupakan suatu kebodohan apabila ada orang-orang yang melakukan keberatan atau protes terhadap suatu keistimewaan yang diberlakukan Allah kepada para nabi 'alaihimussalam. Kedudukan dan pangkat mereka sebagai nabi itu saja sudah merupakan keistimewaan besar yang tidak terdapat pada orang lain. Pada umumnya orang-orang Kristen melakukan protes dan keberatan terhadap poligami adalah dikarenakan Islam telah "mengizinkan" untuk mengawini banyak wanita. Mirza Ghulam Ahmad memberikan tanggapan dan komentarnya terhadap kritik ini. "Saya mengatakan apakah ada pemberani dan orang yang jantan di arena kritikan ini dapat menunjukkan kepada saya bahwa Al-Qur'an mengatakan supaya harus mengawini lebih dari satu wanita? Ya, ini adalah merupakan suatu fakta yang benar dan sungguh merupakan suatu perkara alami dan bahwa manusia memang sering dihadapkan pada kebutuhan untuk mengawini lebih dari satu wanita. Misalnya saja bilamana si isteri telah buta atau terkena suatu penyakit berbahaya sehingga tidak mampu menunaikan kewajibannya yang berkaitan dengan rumah tangganya. Atau si isteri menderita suatu penyakit yang berbahaya pada bagian rahimnya, sehingga si suami tidak dapat memenuhi kebutuhan alaminya. Dan si suami, karena kasih sayangnya tidak pula ingin meninggalkannya. Maka dalam kondisi demikian , jika tidak diizinkan kawin lagi, tidakkah dari itu akan meningkatkan dan memungkinkan terjadinya perbuatan dan akhlak yang buruk? Jadi jika suatu agama dan syari'at melarang poligami, maka pastilah agama dan syari'at mendukung perbuatan dan akhlak yang buruk. Akan tetapi Islam yang berkeinginan menjauhkan manusia dari akhlak yang buruk dan perbuatan yang kotor dari dunia, telah mengizinkan supaya mengawini lebih dari satu isteri dengan mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan semacam itu. Demikian pula dalam kondisi dan kasus tidak adanya anak keturunan (yang tidak jarang menimbulkan kekacauan dan pertumpahan darah dikalangan keluarga mereka) merupakan suatu hal yang penting untuk mengawini lebih dari satu isteri sehingga melahirkan anak"........( Al-Hakam, jilid III, volume 1, hal 8, 1889, Edaran Khusus 20/1998). Bahkan dalam kondisi-kondisi darurat demikian tidak jarang pula isteri-isteri yang salehah dan baik, dengan penuh keikhlasan memberikan izin kepada suami mereka untuk kawin lagi. Jadi sejauh mana kita melakukan penela'ahan masalah ini akan tampak dengan jelas dan terang. Bagaimana mungkin orang-orang Kristen mempunyai hak untuk melakukan pencelaan dan kritik terhadap masalah ini, sementara para nabi dan para "mulham" dikalangan pendahulu mereka yang diakui, bahkan nenek moyang Nabi Isa sendiri pun telah memiliki tujuh ratusan atau tigaratusan isteri. Dan jika orang-orang Kristen mengatakan bahwa para nabi suci itu merupakan orang fasik dan bejat, maka akan sulit bagi mereka menjawab pertanyaan bagaimana mungkin ilham dan wahyu yang diterima para nabi-nabi itu berasal dari Tuhan? Dikalangan kaum Kristen sendiri terdapat beberapa sekte yang tidak membenarkan sikap lancang terhadap kemuliaan para nabi. Selain itu permasalahan ini tidak dipaparkan secara jelas di dalam Injil. Di London dan Paris sendiri pernah diadakan tekanan oleh kaum wanita dengan mengajukan tuntutan agar para suami mereka tidak kawin lagi. Dan ini bisa kita lihat dan amati bagaimana tingkat kesucian dan ketakwaan di kedua kota Eropa tersebut. Wassalamualaikum wr.wb. H. Nadri Saaduddin Kelompok Studi Islam Ahmadina Jalan Imam Bonjol 12 A Balaikandi Koto Nan Ompek Telp. +62-0752-92367 Mobile:081363259195 Payakumbuh 26225 Sumatera Barat __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
