Poligami dan landasan ketakwaan....

Walaupun pada umumnya wanita tidak menyenangi  jika dia dimadu, namun landasan
yang telah ditanamkan oleh Islam bagi poligami adalah  aspek ketakwaan.
Kadang-kadang dalam satu keluarga  tidak dikaruniai anak keturunan . Dan
kerisauan pada diri manusia mengenai keberlangsungan keturunan adalah merupakan
suatu  dorongan dan tuntutan fitrati. Dan karenanya melakukan perkawinan lagi
atau poligami  bukanlah suatu aib yang memalukan.

Kadangkala isteri yang pertama menderita penyakit yang berbahaya  dan banyak
lagi faktor lainnya yang semacam itu. Jadi jika kepada kaum wanita disampaikan
hukum-hukum Allah  Taala sepenuhnya , dan dijelaskan dengan penuh hikmah
kebijaksanaan maka mereka  sendiri yang akan berusaha gigih pada waktu
dibutuhkan lagi.

Ada semacam kebiasaan buruk dikalangan kaum wanita, yakni tatkala suami seorang
wanita ingin kawin lagi untuk suatu tujuan tertentu, maka wanita-wanita itu
beserta kaum kerabatnya  menjadi sangat tersinggung dan marah. Mereka
melontarkan caci maki, mengadakan keributan dan mereka mengganggu hamba Allah
itu tanpa hak . Wanita-wanita seperti itu dan juga kerabat-kerabat  yang
demikian pun adalah berakhlak buruk dan tidak baik.  Sebab, Allah Taala
berdasarkan hikmah-hikmahNya, sesungguhnya telah memberikan izinNya kepada kaum
pria untuk menikahi kaum wanita sampai "empat" pada  dibutuhkan atau  pada suatu
kebijaksanaan yang diperlukan.

Jadi, seseorang yang melakukan pernikahan sesuai dengan hukum-hukum Allah  dan
RasulNya , mengapa pula dia dikatakan buruk? Wanita-wanita seperti itu dan kaum
kerabatnya  yang memiliki adat kebiasaan, melawan hukum-hukum Allah dan RasulNYa
, adalah sangat tidak disukai  Allah dan merupakan saudara-saudara perempuan
atau saudara-saudara laki setan.  Sebab mereka memalingkan wajah mereka dari
Al-Qur'an dan Sunnah  lalu ingin berkelahi dan berperang  dengan Allah dan
RasulNya.

Dan jika dalam rumah tangga seorang Muslim yang berhati baik terdapat seorang
isteri yang bersifat buruk  seperti itu , maka tepat sekali bagi orang Muslim
tersebut  bila kawin lagi untuk menghukum isteri yang demikian.

Setiap keberatan dan protes yang dilancarkan orang-orang yang tidak menyukai
poligami  senantiasa disediakan jawabannya yakni  sebelum Islam pun kebanyakan
kaum dan bangsa-bangsa telah terbiasa memiliki banyak isteri. Bahkan dikalangan
Nabi-Nabi Bani Israel pun ada yang memiliki mencapai ratusan dan ribuan dan
Islam sesungguhnya telah mengurangi jumlah poligami dan bukan menambahnya.

"Wahdahuula laa syarik"....Tunggal dan tiada sekutu bagiNya, merupakan definisi
Allah. Namun kebanyak kaum wanita  memang tidak suka dipersekutukan (dimadu).
Masalah ini secara zahir sangat peka dan rumit. Memang kelihatan, sebagaimana
ghairat (kecemburuan) laki-laki tidak menghendaki apabila isterinya
mempersekutukan dirinya dengan laki-laki lain demikian pula ghairat wanita tidak
menghendaki apabila suaminya mempersekutukan dirinya dengan wanita lain.

Akan tetapi kita tidak bisa meyakini bahwa  pada ajaran Allah ada kelemahan dan
kekurangan  dan bertentangan dengan karakter dan fitrat manusia. Adanya semacam
penelitian sepenuhnya terhadap masalah ini  menyimpulkan bahwa "ghairat kaum
pria" adalah suatu ghairat yang hakiki, kamil serta benar-benar tidak dapat
disembuhkan apabila hancur  dan tercerai berai.  Namun "ghairat wanita "
tidaklah kamil, diragukan  dan berada dalam keadaan labil.

Mengenai hal itu , hikmah yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW kepada
salah seorang isteri beliau Ummu Salamah r.a. adalah suatu hikmah yang peuh
makrifat.  Sebab, ketika  Ummu  Salamah r.a. mengajukan keberatan terhadap
permohonan nikah Rasulullah SAW  sebab beliau sebelumnya telah memiliki banyak
isteri dan dimasa mendatang ada kemungkinan kawin lagi , sedangkan saya (Ummu
Salamah r.a.)  adalah saeorang wanita yang memiliki ghairat serta  tidak sanggup
melihat dan menerima isteri lainnya , maka Rasulullah SAW bersabda, "Saya akan
berdo'a untukmu, supaya Allah Taala menjauhkan ghairat engkau itu dan
menganugerahkan kesabaran....."

Menjaga isteri baru adalah sangat penting , sebab dia  adalah juga seperti kita
. Sewajarnya mapabila akhlak kita lebih unggul darinya  dan menerapkan kepadanya
kasih sayang serta cinta bersahaja  dan tidak dibuat-buat.  Dan mohonkanlah
kepada Allah Taala , semoga karuniaNya  didalam diri sang isteri timbul
kecintaan dan kasih sayang yang suci kepada suaminya. Sebab sesunguhnya seluruh
perkara ini dibawah ikhtiar dan kuasa Allah Taala.

(Maktubat, jilid 5V, nomor 2, hal 66-68, Maktub nomor 48, Edaran Khusus ,
21/98).

Wassalamualaikum wr.wb.
H. Nadri Saaduddin
Kelompok Studi Islam  Ahmadina
Jalan Imam Bonjol 12 A
Balaikandi Koto Nan Ompek
Telp. +62-0752-92367
Mobile:081363259195
Payakumbuh 26225
Sumatera Barat

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 


Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke