Korupsi Hambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Harus ada reformasi birokrasi.
JAKARTA -- Tingginya tingkat korupsi di Indonesia menjadi penyebab rendahnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia dibanding negara berkembang lainnya. "Korupsi dianggap sebagai risiko bisnis dan investasi yang cukup besar di Indonesia," kata Paul A. Volcker, mantan Dewan Direksi Bank Sentral Amerika Serikat, di Jakarta kemarin. Volcker, yang juga Ketua Kehormatan The Board of the Financial Services Volunteer Corps., mengatakan minat investor asing dan domestik menanamkan modal di Indonesia berkurang akibat tingginya tingkat korupsi di Indonesia. Kondisi itu semakin buruk dengan tidak jelasnya kepastian hukum dan inefisiennya birokrasi di Indonesia. Padahal Indonesia mempunyai potensi tinggi untuk pengembangan bisnis dan investasi. Bahkan, menurut dia, potensi itu lebih tinggi dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, seperti Malaysia dan Singapura. "Namun, tingginya korupsi membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi turun," katanya. "Kinerja perekonomian buruk karena tidak cukup investasi untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi," katanya menambahkan. Dia mengatakan, selama tingkat korupsi di Indonesia masih tinggi, pertumbuhan ekonomi di Indonesia pasti akan terus melambat dan lebih rendah dibanding negara berkembang lainnya. "Indonesia akan sulit bersaing di tingkat internasional. Terlebih dengan sistem pasar terbuka saat ini," ujarnya. Ia menyarankan agar pemerintah mengambil langkah konkret pemberantasan korupsi, meningkatkan audit, serta melakukan perencanaan proyek yang lebih baik dan transparan. "Dengan itu, diharapkan minat investasi akan meningkat kembali." Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan tingginya korupsi dan rendahnya penerapan tata kelola pemerintahan akibat rendahnya mutu sumber daya manusia di Tanah Air. Permasalahannya, memperbaiki mutu sumber daya manusia tidak mudah. "Tidak cukup hanya dengan niat dan kebijakan baik," katanya. Menurut dia, peningkatan kredibilitas aparat pemerintah juga membutuhkan insentif dan penggajian berdasarkan kinerja (merit system) yang dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai negeri. "Gaji memang bukan satu-satunya masalah. Tapi tanpa perbaikan gaji, pemberantasan korupsi tak mungkin bisa memberantas korupsi secara menyeluruh." Karena itu, kata dia, reformasi birokrasi harus menjadi satu paket, termasuk sistem anggaran dan penggajian. Menteri Perdagangan Mari Pangestu juga mengatakan reformasi birokrasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. "Tanpa birokrasi yang baik, daya saing kita akan menurun," katanya. Namun, reformasi dan transformasi yang dilakukan sekarang membutuhkan waktu. "Tidak semua dapat berdampak langsung, terkadang butuh jangka waktu lebih lama," ujarnya. suryani ika sari | sofian Sumber: Koran Tempo - Jumat, 22 September 2006 ++++++++++ Untuk berita aktual seputar pemberantasan korupsi dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) klik http://www.transparansi.or.id/?pilih=berita Untuk Indonesia yang lebih baik, klik http://www.transparansi.or.id/ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
