Sudahkah Umat Islam Siap Membayar Hutang Darah ???

> putrisa yovanna <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> bukan permasalahan siapa menyerang siapa terlebih dahulu. Tapi 
> bagaimana supaya keadilan bisa di tegakkan!! Terlalu banyak intrik 
> di pemerintahan kita, terlalu banyak provokator yang cerdas untuk 
> menyulut konflik horizontal... tp tetap saja masalah itu tidak 
> pernah tuntas terselesaikan.
> 

Justru Islam mendholimi umat Kristen dan umat lainnya seperti Hindu,
Buddha, Katolik, Konfusius, Islam Ahmadiah, adalah bukti nyata yang
tidak bisa dibantah bahwa Islam selalu menyerang lebih dulu kepada
siapapun yang tidak ingin berperang.  Islam selalu memaksakan agama
kepercayaannya kepada mereka yang tidak percaya.  Disinilah
permasalahannya jadi sangat penting, karena dengan kenyataan2 inilah
kita bisa memastikan bahwa ALQURAN BERISI FITNAH, KEBOHONGAN, DAN
PEMUTAR BALIKAN FAKTA.  Dalam AlQuran selalu dikatakan bahwea Islam
selalu diserang lebih dulu dan tidak pernah menyerang dulu. 
Kenyataannya, Islam selalu menyerang siapapun kepada siapapun yang
tidak berpikir untuk menyerangnya.

Jadi akibat kenyataan ini, malapetaka akan menunggu dimasa depan
Syariah Islam, karena Syariah Islam itu adalah Syariah Bohong, Syariah
fitnah.  Bayangkan saja, Syariah Islam yang sudah diberlakukan
dibanyak daerah, ternyata tidak sama dengan ajaran AlQuran.  Pezinah
yang harusnya dihukum rajam ternyata cukup dihukum cambuk 60x.  Lebih
parah lagi tukang cambuknya itu bisa disogok dibelakang layar,
meskipun dia mencambung sama jumlahnya yaitu sama2 60x, tapi hasilnya
beda.  Zubaidah yang centil ternyata setelah dicambuk 60x, kulitnya
tetap mulus, tapi neneknya Siti Jaenem yang kebetulan lagi puber kedua
ketangkap berzinah, akhirnya dicambuk baru 10x sudah babak belur
pingsan dengan kulit pecah2 sehingga tak sanggup lagi menerima sisa
cambukan ahli cambuk soleh yang rajin bertahajut ini.  Perbedaan itu
disebabkan si Zubaidah itu cantik jadi tukang cambuknya tak tega
mencambuknya keras2, dan tukang cambuknya berjanji akan mengusap
memijitnya nanti kalo selesai tugas akan berkunjung kerumah Zubaidah.

Ternyata IAIN belum siap untuk membuka Sekolah agama Islam khusus
jurusan pencambukan, padahal jurusan perajaman juga harus disiapkan
bersama.  Lalu bagaimana nantinya kalo syariah Islam sudah berlaku
diseluruh dunia dimana ada satu tempat yang mencambuk pezinah 20x,
tempat lain 100x, dan kemudian muncul lagi terorist Islam yang aseli
yang menuduh itu bukan negara syariah karena ajaran syariah harus
dirajam bukan dicambuk !!!!  Itulah masa depan yang tak ada habis2nya
terbelunggu benang kusut kekacauan dan kebodohan zaman nabinya sendiri.

Demikianlah, disinilah pentingnya memahami kebohongan AlQuran dimana
kebohongan ini mau dipercayakan untuk menangani keadilan hukum padahal
dengan kebohongan ini saja sudah berarti ketidak adilan.  Terlalu
banyak ajaran Islam yang hanya menciptakan musuh2 baru.  Amoy2 yang
diperkosa tak mungkin bisa membuat hati orang Cina jadi cinta kasih
kepada ulama Islam, orang2 Jawa yang dibunuh karena dituduh PKI juga
tak mungkin bisa tidak dendam dan menganggap hanya kecelakaan biasa
saja kepalanya terpancung golok muslim, belum lagi orang Bali yang
tanah airnya dinodai bomb Isdlam hingga jatuh korban ratusan orang
yang tidak berdosa, dan yang lebih parah adalah umat Kristen difitnah
sebagai pelaku pemerkosaan massal amoy2 diGlodok dulu.  Tapi juga
jangan dilupakan, apakah anda sendiri tidak dendam apabila rumah anda
dijarah dan mesjid anda dibakar tanpa satupun pelakunya ditangkap ???
 Demikianlah, tak mungkin dendam membara ini tidak membakar setiap
dada umat Akhmadiah, mereka juga mengenal arti nya Jihad, mereka juga
mampu berjihad, mereka juga punya keyakinan dan akidah yang sama
kuatnya bahkan mungkin lebih kuat, apakah sudah siap umat Islam dan
rakyat Indonesia menghadapi tuntutan balas dendam masa depan yang
hanya menunggu waktunya yang tepat ???  Memang rasanya tidak
mengerikan kalo belum terjadi, nanti kalo sudah terjadi barulah kaget
mau menghindar juga tidak keburu karena mana musuh dan mana teman
sudah kabur tidak lagi bisa dibedakan, sama2 mengucapkan Allahu Akbar
tapi yang satunya umat Ahmadiah yang dibakar dendam, dan yang satunya
lagi Islam MUI yang di-buru2 oleh dosanya.  Renungkanlah hai
saudara2ku, dendam itu membara meskipun tidak kelihatan dari luar dan
tidak terasa panasnya oleh anda, hanya mereka itulah yang tahu dan
disimpannya untuk dilepaskan dimasa depan dalam saat anda sendiri
tidak siap untuk menyambutnya.

Sekarang tambah lagi hutang darah umat Islam yang nantinya akan
ditagih oleh umat Katolik.  Jangan lupa saudara2 Tibo itu juga banyak
di Timor Timur, mereka bukanlah tidak mendengar kakak tuanya si Tibo
Cs dijagal Islam di Indonesia.  Janganlah mengharapkan bantuan umat
Islam lain diluar Indonesia karena mereka sendiri juga lagi sibuk
saling bunuh antara Syiah dan Sunni dimana Amerika sudah menetapkan
keduanya harus tetap menang sehingga perang tak boleh berkesudahan 1-0
ataupun 0-1, harus selamanya 1-1 dalam artinya korban harus jatuh
sebanding dikedua belah pihak.  Perlu senjata, nanti ada umat Islam
yang jadi penyalurnya seperti Kasogi, belum punya dana? bisa merampok
dulu sesama Islam saja disana.  Demikianlah perang sesama Islam maka
yang menang pasti juga Islam, dalam hal ini tak perlu kita beritakan
siapa yang kalah karena kedua belah pihak harus tetap bersemangat
jihad yang tinggi.

Ny. Muslim binti Muskitawati.









Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke