Oretan ngaco lagi, membuang lumpur di pengeboran laut, tetap saja merugikan
si perusahaan itu sendiri, wong bisa ber bulan-bulan...........( emang sudah
bisa dipastikan ber bulan-bulan nya ? )

sur.( sekali sekali jangan orat-oret Allah dengan seenak jidat
gitu......kasihan pan ntu Allah di ketik melulu sama nyak Mus )
+
----- Original Message -----
From: "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]>

> Lumpur Lapindo Gambaran Dari Keserakahan Bakri & Bros !!!!
>
> Lumpur Lapindo bukan sama sekali bencana alam tetapi memang ulah murni
> pengusaha yang serakah yang dibacking pejabat pemerintahan yang
> tentunya juga mendapatkan komisi dari rezeki ini.
>
> Masyarakat banyak yang tidak mengerti, namun saya memang punya
> pengalaman tersendiri bekerja sebagai engineer untuk tujuan research
> di perusahaan analisa kimia Schlumberger.
>
> Setiap ladang minyak yang akan dibor terlebih dulu harus dianalisa
> oleh sebuah kontraktor yang khusus memang bekerja untuk analisa kimia
> ini.  Perusahaan yang paling terkenal ini adalah Schlumberger.  Tidak
> peduli siapapun yang memiliki hak mengebor, pasti menyewa kontraktor
> Schlumberger khusus untuk analisa kimia atau testing ini untuk
> mengukur ratio kadar lumpur dari sebuah tambang minyak yang akan dibor
> ini.  Perusahaan kontraktor Schlumberger boleh dikatakan tidak ada
> saingannya dalam pekerjaan seperti ini.
>
> Setiap lubang minyak pasti ada lumpurnya, dan biasanya lumpurnya itu
> disedot dan diangkut dengan tangki lainnya untuk dibuang ditempat
> khusus untuk pembuangan lumpur ini.  Pekerjaan untuk menyedot
> lumpurnya saja bisa menghabiskan waktu ber-bulan2 dan biayanya jangan
> ditanyakan lagi, karena pasti lebih mahal daripada biaya operasi
> pengeboran penyedotan minyaknya itu sendiri.
>
> Oleh karena itulah, tidak mungkin ada satupun perusahaan Indonesia
> atau perusahaan Nasional yang sanggup mengerjakan berbagai keahlian
> yang berbeda ini.  Tapi hal ini bukanlah halangan bagi para penguasa
> negara untuk memiliki perusahaan pengeboran minyak sendiri.  Mereka
> biasanya mengebor ditengah lautan, dan lumpur yang seharusnya diangkut
> dan dibuang disuatu tempat khusus tidak perlu dilakukan karena untuk
> menghemat biaya sehingga untungnya pasti berlipat ganda.  Lumpurnya
> biasa dibuang dilautan dan bila ditemukan ikan2 mati maka disalahkan
> perusahaan minyak asing sebagai pelakunya.
>
> Kebiasaan perusahaan pejabat dalam membuang lumpur ini dilautan
> sekarang kebablasan, lumpur yang dibuang itu ternyata malah
> menggenangi kota Sidoarjo.  Namun hal ini tidak mengapa karena lumpur
> ini kita serahkan saja kepada negara mengurusnya, dan Lapindo nantinya
> cukup cuma mengurus minyaknya saja dan penguasa negara dibagi
> komisinya.  Kalo perusahaan asing lainnya selalu mengontrak perusahaan
> lainnya untuk khusus mengurus lumpur ini, maka perusahaan Bakri cs ini
> tak perlu melakukan hal2 yang membuang biaya ini, karena dinegara
> sendiri mereka bebas membuang segala macam lumpur kelautan untuk nanti
> tinggal cari kambing hitam perusahaan asing yang dijadikan tertuduhnya.
>
> Kambing hitam untuk kasus lumpur Lapindo ini bukan tidak ada tetapi
> sedang di-pilih2 kira2 perusahaan kontraktor asing mana yang bisa
> dijadikan kambing hitamnya.  Karena pada kenyataannya, tidak
> seorangpun ahli perminyakan Indonesia yang lulusan Amerika memiliki
> pengetahuan dan keahlian khusus untuk analisa ini meskipun banyak
> diantara mereka berhasil lulus dengan menggondol master.  Itulah
> sebabnya perusahaan Schlumberger menjadi penting kehadirannya karena
> tugasnya justru untuk memelihara lingkungan itu sendiri.  Jelasnya,
> Lapindo hanyalah namanya saja, tetap saja yang melakukan pemboran itu
> adalah perusahaan2 asing yang kelas kacangan yang memilik peralatan
> yang bisa disewa oleh Lapindo.  Dan perusahaan2 asing kacangan inilah
> yang juga jadi pertimbangan untuk dijadikan kambing hitamnya nanti.
> Tapi kita cuma bisa menunggu, karena memang pihak Bakri & Bros ini
> masih belum mampu menemukan kambing hitamnya ini.  Andaikata gagal
> juga menemukan kambing hitamnya, bisa saja semua ini dikembalikan
> kepada bencana yang dikirim Allah sebagai peringatan, dan rakyat yang
> jadi korban hanya bisa diminta tabah dan terus berdoa.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke