http://sumeks.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=16253&Itemid=30
Jangan Pernah Berhenti Bersuara
Kamis, 28 September 2006
Oleh Rustam Efendi
Mahasiswa FISIP Universitas Muhammadiyah Malang dan Pengkaji di RePORT
Malang
Saya memahami jalan pikiran Ahan S.A. Saya pun sepakat terhadap apa yang
dia tulis tentang revolusi hati, revolusi diri, pada 25 September 2006.
Namun, bagi tuan-tuan kaum intelektual, khususnya Saudara Ahan S.A., yang
perlu digarisbawahi dan ditekankan, bulan Ramadan ini jangan pernah dijadikan
alasan atau hambatan untuk tetap tidak memperjuangkan nasib rakyat yang
tertindas. Jangan pula sekali-kali kita melihat sesuatu hal dengan memakai
kacamata kuda.
Mencintai tidak harus memuji, tapi mengkritik adalah bagian dari
mencintai. Itulah kiranya kata bijak yang bisa memahami bahwa perjuangan
mahasiswa selama ini bukan bermaksud menghancurkan pemerintah, tetapi justru
sebaliknya, untuk mengingatkan bahwa pemerintah juga manusia biasa.
Tak bisa dipungkiri, perubahan besar dalam kehidupan Indonesia tak dapat
lepas dari peran mahasiswa. Sejarah telah mencatat, sejak pergerakan pelajar
pribumi pertama di Indonesia pada 1908 dengan didirikannya Boedi Oetomo, telah
memberikan fondasi awal terhadap basis pergerakan mahasiswa di Indonesia untuk
mengubah tatanan sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang bersifat
feodal-imperialis menjadi berpihak kepada kepentingan rakyat.
Karena itu, persoalan demi persoalan yang terus menghantui perjalanan
bangsa Indonesia sampai saat ini harus tetap kita perjuangkan, apalagi di bulan
yang suci ini. Sebab, secara sadar maupun tidak sadar, kita sedang dilanda
kegilaan berpikir menghadapi berbagai paradoks kebijakan yang terkadang tidak
sesuai antara das Sollen dan das Seine, antara normatif dan sosiologis, antara
logika dan fakta.
Nah, untuk itulah, saya mengajak tuan-tuan kaum intelektual, jangan
pernah berhenti bersuara dan berpikir kritis tentang dimensi "moral yang
transendental", berpikir tentang "pertanggungjawaban moral yang bersembunyi di
balik pertanggungjawaban normatif", dan janganlah bulan Ramadan menjadikan kita
buta serta tuli atas masalah yang menimpa rakyat.
Bulan suci ini memang penuh pengampunan dan rahmat. Namun, itu akan
menjadi "hambar" jika para pelaku korupsi di muka bumi ini tidak segera
dibumihanguskan. Apalagi, pembuat kebijakan terus-menerus berpihak kepada para
penguasa dan menginjak-injak rakyat kecil.
Kita jangan pernah terkecoh oleh apa pun yang dilakukan para penguasa di
bulan Ramadan ini. Sebab, itu semua telah direduksi sehingga secara kasat mata
nyata, padahal itu semua hanyalah semu.
Pilihan Pertama dan Utama
Jika Ahan mengatakan demo adalah yang paling utama dan pertama, saya
tidak setuju. Orientasi dan arah gerakan mahasiswa haruslah mampu mencari dan
menemukan arah baru gerakan.
Mengapa? Sebab, jika hal itu tidak dilakukan, akan berakibat fatal
terhadap eksistensi dan peran mahasiswa dalam tata konstelasi dan pergulatan
perubahan peradaban bangsa. Bentuk gerakan yang semula hanya berorientasi pada
aksi fisik seperti demonstrasi, ternyata memang tidaklah signifikan mampu
memengaruhi kebijakan yang dibuat pemerintah atau mengubah keadaan menjadi
lebih baik.
Bagaimanapun, tak dapat kita nafikan bahwa saat ini kondisi problematika
bangsa telah mencapai titik kompleks sehingga membutuhkan solusi dan
penyelesaian yang komprehensif.
Polarisasi gerakan yang terjadi saat ini, baik yang terjadi akibat
perbedaan persepsi, ideologi, maupun tujuan, harus mulai diarahkan pada gerakan
kolektif lintas kultural. Gerakan mahasiswa harus mampu menerapkan prinsip
diterima dalam berbagai kultur dan kondisi masyarakat.
Artinya, bentuk gerakan yang dibangun haruslah mempunyai tujuan,
orientasi, dan arah yang sama, yakni memihak kepentingan masyarakat, bukan
partisan, golongan, bahkan komunitas tertentu.
Format baru gerakan mahasiswa dalam konteks saat ini, misalnya, dapat
diwujudkan melalui peran pemberdayaan dan pendidikan politik, advokasi, bahkan
legitasi terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sekalipun tak dapat kita pungkiri bahwa tingkat masivisitas format itu
masih terhalang oleh kultur gengsi mahasiswa, tetapi jika mampu dibangun secara
perlahan-lahan tentu akan lebih menemukan signifikansi gerakan mahasiswa untuk
berpartisipasi menyelesaikan persoalan bangsa ini.
Selain itu, peran mahasiswa yang harus tetap dipertahankan adalah dalam
kerangka gerakan politik yang dijalankan. Ruang lingkup politik kekuasaan
negara selayaknya memang harus mulai ditinggalkan oleh gerakan mahasiswa.
Kembali ke tengah kancah, dalam arti, mengembangkan kultur politik
kebangsaan yang mengedepankan prinsip bahwa gerakan mahasiswa adalah media atau
jembatan untuk mengontrol pemerintah dalam setiap pembuatan kebijakan dan
mengaspirasikan kepentingan rakyat.
Jembatan informasi yang dibangun mahasiswa dengan membentuk opini publik
(public opinion) untuk menghadapi persoalan yang dihadapi masyarakat baik
melalui media massa atau media lainnya merupakan bentuk konkret dan mendesak
yang perlu dilakukan.
Turun langsung ke dalam kehidupan masyarakat untuk mengetahui,
mengobservasi, dan mengadvokasi persoalan dalam masyarakat akan lebih
dibutuhkan ketimbang hanya bergelut dengan aksi fisik demonstrasi yang di bulan
Ramadan akan menguras tenaga dan bisa membuat niat kita yang awalnya baik
menjadi tidak baik.
Bahkan, dalam orasi, sering kaum intelektual secara sadar mengeluarkan
kata-kata kotor yang mengakibatkan amal ibadah kita menjadi tidak bermanfaat.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/