Koncomu Yusfiq itu katamu liburan kok lama bener sih.Ojo2 wong anti 
Islam golonganmu ini wis moik.makanya janganlah kamu terlalu anti 
sama Islam ntar kamu nyusul dia lo.
Tawangalun.
- In [email protected], "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Agama Kepercayaan Bukanlah Pedoman Atau Perangkat Berpikir !!!!
> 
> > "iscabus" <saptocondro@> wrote:
> > Waskito <waskitomailbox@> wrote:
> > Agama hanyalah seperangkat pedoman berpikir, bersikap dan 
bertindak, 
> > alias metode. Sebagai metode, agama harus dilaksanakan dalam 
tingkat 
> > konsistensi tertentu dan jangka waktu tertentu, sampai dapat 
> > dievaluasi hasilnya dan..........
> 
> 
> 
> Pendapat diatas ini hanyalah satu contoh bagaimana pandirnya
> pendidikan di Indonesia.  Saya berani bertaruh, tunjukkanlah dimana
> ada sekolah disemua negara maju didunia yang mengajarkan 
bahwa "Agama
> merupakan perangkat pedoman berpikir" ??????
> 
> Agama hanyalah kepercayaan, dan kepercayaan merupakan bagian dari
> angan2, sedangkan proses penciptaan angan2 selalu melibatkan 
perasaan.
>  Demikianlah, kepercayaan itu muncul akibat kegagalan bersaing 
pikiran
> seseorang dalam dunia realitas yang di sublimasinya melalui angan2
> sebagai bagian dari "defense mechanism".  Melalui angan2 inilah
> kegagalan2 dalam dunia realitas bisa dirasakan sebagai keberhasilan
> yang membahagiakan.  Dalam psikiatri, setiap orang memiliki defense
> mechanism untuk digunakan sebagai ventilasi pelepasan kekecewaan 
yang
> harus diatasinya.  Kegagalan ventilasi ini bisa menjadi penyebab
> "Anxiety" yang merupakan sindrom umum bagi semua gangguan 
kejiwaan. 
> Demikianlah, agama atau kepercayaan merupakan bagian dari ventilasi
> untuk membantu defense mechanism yang sama sekali tidak ada
> hubungannya dengan perangkat pemikiran apapun juga.
> 
> Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, pendidikan di Indonesia
> sangat parah karena mencampur aduk pemikiran rasional dengan angan2
> yang tidak rasional seperti agama dan kepercayaan ini.  Tidak 
sedikit
> mahasiswa2 terbaik di Indonesia yang gagal lulus testing masuk
> Universitas2 di Amerika hanya karena kemampuannya dalam "critical
> thinking, rasional thingkin, dan logical thinking" -nya sangat 
rendah.
>  Mereka hanya bermodal pengetahuan umum yang dihafalnya saja 
sehingga
> dengan test2 seperti di Indonesia yang juga cuma menyeleksi hafalan
> seseorang membuat seorang kandidat se-olah2 cerdas dan jenius.  
Namun
> kalo sudah masuk kedalama persaingan di Universitas2 di Amerika, 
maka
> semuanya akan jeblok karena dalam pendidikan di Amerika ini, 
seorang
> mahasiswa harus mengeluarkan creativitasnya sendiri yang tidak bisa
> dengan menjiplak milik kawan2nya sebelumnya seperti yang umum
> dilakukan di Indonesia.  Originalitas pemikiran seorang mahasiswa
> gampang diuji cukup melalui wawancara.
> 
> Demikianlah, tulisan saya ini sekedar bukti bagaimana dangkalnya
> kualitas manusia2 Indonesia yang juga termasuk pejabat2 negaranya 
yang
> cuma berbekal kepada iman dan doa yang dianggapnya sebagai logika. 
> Agama dan kepercayaan bukanlah perangkat berpikir tetapi perangkat
> ber-angan2, dan juga bukan merupakan metode karena angan2 bukanlah
> metode dan kepercayaan tidak pernah dinamakan metode.  Kalo basic
> knowledge saja sudah jeblok, tak mungkin hasil akhirnya bisa benar
> tapi malah jadi lebih2 jeblok lagi.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>







Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke