Tawang, Maaf,saya kira kemampuan Anda untuk berbicara lebih dalam mengenai masalah ekonomi dalam solusi kepada Ummat sangat tidak cukup. Bicara saja alangkah indahnya surga.
Wassalam, ----- Original Message ----- From: "tawangalun" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Saturday, September 30, 2006 11:31 AM Subject: [proletar] Re: Zakat, Solusi Problematika Ummat > Ho ho ho carane mbrantas itu bukan hanya zakat tok,tapi: > 1.Ada khalifahnya dulu nanti dia yang memaksakan zakat.Jaman Abu > Bakar ada perang Yamamah itu untuk memaksa wong sing beling zakat. > 2.Wong nimbun gak boleh,bukan gur soal nimbun beras nimbun tanahpun > dilarang,sekarang kamu beli tanah 5 Ha di Pamulang kan boleh kan? > nek Islam gak ada itu. > 3.Riba gak oleh jadi sumber dana jadi murah soale tanpa bunga.Wong > naruh dirumah bawah bantal yo rugi juga akhirnya diinvestkan,dus > roda ekonomi jalan. > 4.Oh ya mgurangi timbangan yo dicekel.Ini bukan hanya timbangan > jeruk termasuk spek dalam suatu borongan proyek. > Dah itu saja kalau bisa sebentar saja ekonomi apik. > Tawangalun. > - In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> REFLEKSI: Hemat saya zakat tidak dapat memberikan solusi permanen > terhadap kemiskinan ummat [rakyat] karena didasarkan pada > belaskasihan orang berada kepada ummat miskin melarat. Topik zakat > hangat diingatkan pada bulan puasa. >> >> Patut dimnegerti bahwa belaskasihan adalah bukan hak warganegara > miskin untuk dapat keluar dari lingkaran setan yang menjerat mereka > untuk berkehidupan layak. Penilaian ini timbul karena "sudah 61 > tahun Indonesia Merdeka, dan sudah 61 tahun dilakukan ibadah puasa". > Tetapi, angka kemiskinan di Indonesia Merdeka tidak berkurang, malah > bertambah dari tahun ke tahun. Gejala yang sama bisa juga dilihat di > negeri-negeri lain. >> >> >> http://batampos.co.id/index.php? > option=com_content&task=view&id=5246&Itemid=75 >> >> >> Zakat, Solusi Problematika Ummat >> Jumat, 29 September 2006 >> Oleh: Kasturi*) >> >> Kemiskinan seolah selalu menjadi cerita lama dalam rangkaian > episode panjang yang tidak kunjung berakhir di negeri ini, bahkan > menyebut hal yang satu ini, kerap hanya sekedar menjadi bahan > diskursus serta wacana politik yang sangat laku untuk dijual, Setiap > orang seolah bergairah untuk membicarakan tentang betapa miskinnya > negeri ini, negeri yang konon elok rupawan, dengan alamnya yang > mengundang decak kagum turis - turis manca negara, alamnya yang > subur menghasilkan tetumbuhan yang menggiurkan, tetapi ternyata > semuanya itu tinggal sekedar cerita masa lalu. Kemiskinan tetap saja > menjadi bagian yang belum terpisahkan dari bangsa yang indah ini. >> >> >> Yang lebih mengenaskan adalah, penyakit akut kemiskinan itu > ternyata telah bersarang di tubuh mayoritas ummat Islam, ia > menyerang jasad ummat yang sesungguhnya memiliki nilai-nilai > perjuangan untuk sukses dunia akhirat, tetapi kemudian harus > mengalami sebuah " bencana "kemiskinan yang sangat dahsyat. >> >> >> Dalam buku World in Figure 2003 yang diterbitkan oleh The > Economist, dipaparkan tentang Indonesia sebagai negara yang luar > biasa, negeri terluas nomor 15 di dunia ini, ternyata dikenal > sebagai pengekspor coklat dengan peringkat nomor 3 di dunia, > penghasil sawit terbesar ke 2, dan beragam hasil perkebunan lainnya, > dari penghasilan tambang, ternyata Indonesia menghasilkan emas ke 8 > di dunia, negeri ini menghasilkan sungguh banyak bauksit, bahan > bakar minyak, batubara, marmer, nikel dan kandungan mineral lainnya. >> >> >> Luar biasa., demikianlah agaknya yang bisa kita ucapkan > untuk menunjukkan potensi yang ada di Indonesia, negeri kaya raya. > Dan keluarbiasaannya ternyata tidak hanya karena potensi yang > dimilikinya itu saja, paradoks, itulah kalimat yang tepat untuk > menggambarkan situasi yang terjadi, dinegeri yang kaya raya ini, > fakta yang amat jelas memperlihatkan kondisi terkini tentang > kemiskinan dengan segala ancamannya menghantui anak negeri. >> Di buku yang sama di beberkan tentang beban hutang luar > negeri kita ternyata berada diperingkat 6 didunia, angka korupsi > menempatkan Indonesia di posisi ke 3 diantara negara di dunia, > penduduk miskinnya sebesar 26 % dan pengangguran terbuka berada di > angka 10 juta. Bukankah ini adalah hal yang sangat luar biasa, > pernahkah kita membayangkan bahwa kita terlahir dinegeri yang kaya > raya, tetapi inilah fakta yang sedang terjadi. >> >> >> Belum lagi ketika bencana alam yang silih berganti yang > menimpa bangsa ini, kebijakan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, > kenaikan harga BBM, pemutusan hubungan kerja akan ikut menambah > panjang daftar kemiskinan yang ada, keputusasaan muncul dimana-mana, > dan pertanyaan yang muncul hanya bak lagunya Ebiet G. Ade, " mengapa > ini semua terjadi di negeri ini, apakah Tuhan sudah bosan melihat > tingkah kita ". >> >> >> Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh dua lembaga besar, > Ford Foundation bekerja sama dengan Universitas Syarif Hidayatullah > ( UIN ) Jakarta dan PIRAC, memperlihatkan bahwa potensi zakat yang > ada di Indonesia sangat luar biasa besarnya. Dan ketika dana yang > sungguh luar biasa besarnya ini terkelola dengan baik, kita akan > melihat bahwa ummat ini akan kembali berbondong-bondong memasuki > zaman keemasannya. >> >> >> Sementara Lembaga PIRAC ( Public Interest Research and > Advocacy Center ) menyebut angka 20 Triliun potensi zakat profesi > dalam 1 tahun. Untuk itu butuh kesungguhan setiap orang untuk > membangunkan potensi "raksasa tidur " ini. >> Dan ini adalah besaran dana yang sangat luar biasa, > pertanyaanya adalah bagaimana ummat Islam menyikapi potensi yang ada > sebesar itu, apakah kemudian kita hanya membiarkan angka - angka itu > diam membisu diatas kertas selamanya, atau ummat Islam melakukan > action untuk menjemput kegemilangannya dengan membangkitkan potensi > yang ada itu. >> >> >> Apa yang tidak bisa dilakukan oleh ummat Islam dengan dana > sebesar itu, sungguh persoalan besar dengan segala kemiskinan dan > akibat kemiskinan itu, akan mampu diselesaikan dengan pengelolaan > yang baik terhadap dana Zakat, infaq dan shadaqah yang sebesar itu. > Ternyata kita harus banyak belajar dari kesuksesan negara tetangga, > Singapura dan Malaysia yang telah memperlihatkan keinginan dan > kesungguhan mereka, dalam menggali dan memfaatkan secara optimal > potensi zakat yang ada disana. >> >> >> Sejarah juga telah mencatat kecemerlangan ummat Islam dimasa > lalu, ambil saja sebuah sejarah kegemilangan Islam di bawah > kekhalifaan sang mujahid yang sangat fenomenal dalam sejarah, yaitu > Umar bin Abdul Aziz, ketika Amil-amil zakatnya turun ke lapangan > untuk menyalurkan zakatnya hingga ke wilayah Afrika, hampir-hampir > mereka tidak menemukan lagi orang yang bersedia menerima zakat. Lalu > muncul pertanyaan, apakah ketika itu, sama sekali tidak ada lagi > orang yang berhak menerima zakat? Sesungguhnya tidak juga demikian, > hanya saja ummat Islam dimasa itu, telah sampai pada posisi yang > ideal sebagai ummat yang rahmatan lil Alamin. >> >> >> Kehidupan sebagai makhluk mulia yang sosial yang utuh, telah > mengejawantah dalam kehidupan mereka, dimana para orang kaya sangat > sadar akan kewajiban mereka menunaikan kewajiban mereka dengan > segala kekayaan yang mereka miliki, dan mereka dengan segala > ketulusan hati menginfaqkan harta mereka di jalan Allah, disisi > lain, kaum miskin tidak rela kehormatan diri mereka diinjak-injak > dengan menjadi peminta-minta dimana-mana. Inilah satu kondisi ummat > yang ideal, dimana kekayaan bukan menjadi tujuan dari kehidupan > manusia, namun hanya menjadi jalan menuju sbuah kebahagian abdi > disisi Alloh SWT. >> >> >> Sesungguhnya kita tidak hanya menjadikan kisah kegemilangan > kekkhalifaan Umar sebagai satu-satunya model kejayaan ummat, tetapi > di bagian lain dalam sejarah ummat ini sungguh ternyata banyak > mereka yang telah menorehkan sejarah panjangnya kegemilangan mereka, > salah satu yang mereka lakukan ternyata dengan menegakkan dengan > sungguh-sungguh syariat zakat di kehidupan mereka. >> >> >> Dengan segala kondisi kemiskinan yang sedang menimpa anak > negeri yang merintih dalam keputusasaan ini, apalagi di berbagai > media elektronik, dan media cetak kita mendengar kekerasan di rumah > tangga kaum miskin terjadi, angka kejahatan semakin meningkat, maka > boleh jadi ini adalah bagian dari multi efek dari kemiskinan yang di > khawatirkan oleh Syaidina Ali RA. Beliau pernah berujar " kalau saja > kemiskinan berwujud manusia, maka akan aku perangi sekarang ". > Artinya efek kemiskinan sudah dipahami sejak lama dalam konsep islam. >> Bahkan Rasulullah yang agung dalam haditsnya mengatakan, > bahwa kefakiran itu sangat dekat mengantarkan seseorang kepada > kekafiran. >> >> >> Hidup di era industri dan teknologi ini, tidak sedikit > jurang pemisah yang amat dalam terjadi antara sikaya dan si miskin, > pola pergaulanpun telah membuat segalanya berubah, maka tinggallah > simiskin sendirian saja menata hidup mereka, kalaupun diangkat dan > disebut-sebut tentang mereka, maka kebanyakan dijadikan sebagai isu > untuk kepentingan-kepentingan tertentu saja. >> >> >> Karena itu, saatnyalah zakat kembali diangkat untuk > kemudiaan dijadikan sebagai jembatan emas yang menghubungkan > antara dua kutub yang berbeda, yang menjadi jembatan antara yang > kaya dengan kaum miskin, dengan menunaikan kewajiban berzakat > sebagai muslim yang sejati, >> Saatnya ummat Islam bersatu dengan menunaikan zakat dengan > baik, maka sebentar lagi akan hadir Rumah Sakit gratis buat para > mustahik, akan muncul wadah pengembangan ekonomi yang membantu > mengubah mustahik menjadi muzakki, yang mengubah si lemah menjadi > kuat, sehingga siap pula membantu saudaranya yang lain., dan > menyelamatkan orang-orang yang putus asa menjadi yakin akan > pertolongan Allah SwT. >> >> >> Terakhir, semoga saja dengan kehadiran institusi pengelola > zakat, baik Badan Amil Zakat maupun Lembaga Amil Zakat ( LAZ ) > semakin membuat ummat Islam semakin yakin akan kembalinya > kegemilangan islam, semakin luas kebaikan yang tersebar, dengan > bangkitnya segala ummat yang ada. tentu saja Sinergi yang terus > menerus harus terbangun dengan baik diantara kita, sehingga seperti > ungkapan Abu Syauqi dalam pengantar buku Manusia Muslim Abad 21 > karangan Anis Matta, " Biarkan mereka terpesona " dengan kerja- > kerja ini.*** >> >> *)Kasturi, Branch Manager Rumah Zakat Indonesia Batam >> >> >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> > > > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > List owner : [EMAIL PROTECTED] > Homepage : http://proletar.8m.com/ > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > -- > No virus found in this incoming message. > Checked by AVG Free Edition. > Version: 7.1.407 / Virus Database: 268.12.10/459 - Release Date: 9/29/2006 > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
