http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006100303412516

      Selasa, 3 Oktober 2006 
     

      BURAS
     
     
     
     

Ikut Menggantang Asap! 


       
      H.Bambang Eka Wijaya:

      "MEMBERSIHKAN literan beras buat apa?" tanya ibu. "Apa Pak Kaum memintamu 
membantunya menggantang zakat fitrah?"

      "Ibu tenang saja!" jawab Adi. "Negeri kita kini menjadi pengekspor asap 
terpenting! Kebetulan Lampung sudah jadi produsen asap, jadi aku akan jadi 
eksportirnya!"

      "Jadi literan itu kau bersihkan untuk ikut menggantang asap?" entak ibu. 
"Apa kau tak sadar, menggantang asap itu pekerjaan sia-sia? Artinya, dengan 
provinsi kita sekarang masuk daftar produsen asap yang diekspor ke luar negeri, 
itu pertanda kemunduruan! Karena sebelumnya masyarakat provinsi kita tergolong 
arif, bisa menghindari terjadinya banyak titik api pada musim kemarau panjang! 
Kini, kearifan itu tinggal kenangan!"

      "Lantas mau ekspor apa lagi? Ekspor kopi produksinya turun drastis! 
Begitu pula lada hitam lampung yang terkenal di dunia!" timpal Adi. "Sebab itu, 
ikut tercatat sebagai pengekspor asap dengan 231 titik api di Lampung ini, 
mendingan!"

      "Kalau cuma tercatat dalam hal-hal negatif, seperti pengekspor asap, 
masuk kelompok provinsi termiskin di Indonesia, laboratorium konflik, tak ada 
gunanya!" tegas ibu. "Justru segala usaha harus dilakukan agar Lampung keluar 
dari stigma-stigma negatif tersebut!"

      "Untuk hal-hal besar itu mana bisa dilakukan rakyat jelata seperti kita!" 
timpal Adi. "Menghentikan sebagai laboratorium konflik, jelas cuma para 
petinggi di pusat yang menjadikan daerah ini sebagai laboratorium konflik yang 
bisa! Mengentaskan kemiskinan agar Lampung keluar dari kelompok provinsi 
termiskin, hanya bisa dilakukan para petinggi yang mengelola pembangunan daerah 
ini! Mengoordinasi masyarakat agar menjaga kawasannya dari kebakaran, hanya 
bisa dilakukan pemerintah daerah, orpol, dan ormas yang punya kepanjangan 
tangan memobilisasi massa!"

      "Justru karena masyarakat kita kurang peduli dengan masalah-masalah itu, 
sehingga menyerahkan segalanya sebagai urusan para petinggi pusat dan daerah 
serta kekuatan sosial politik dan ormaslah, semua itu terjadi dan stigma-stigma 
itu berlarut!" tegas ibu. "Maka itu, perlu partisipasi rakyat agar 
gejala-gejala tersebut tak kian memburuk!"

      "Partisipasi rakyat itu hanya bisa efektif jika para petingginya telah 
berdemokrasi secara sungguh-sungguh!" timpal Adi. "Segala sesuatu diproses 
dari, oleh, dan untuk rakyat! Tapi kenyataan, petinggi dan kameradnya justru 
selalu membuat keputusan dengan menghindari partisipasi takyat!"

      "Memang, dalam demokrasi semua kebijakan diproses bersama rakyat, 
kebijakan yang dihasilkan berorientasi pada kepentingan rakyat!" sambut ibu. 
"Lain hal dalam tiran, kebijakan diproses dengan menghalalkan segala cara tanpa 
partisipasi rakyat, kebijakan yang dihasilkan juga tidak berorientasi pada 
kepentingan rakyat!"

      "Maka itu, berharap pasrtisipasi rakyat, tapi sistem yang efektif bekerja 
belum betul-betul berdasar demokrasi dari, oleh, dan untuk rakyat!" tukas Adi. 
"Hasilnya terbukti, cuma menggantang asap!" 
     


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke