http://www.tribun-timur.com/view.php?id=34602
      Rabu, 04-10-2006  


      Persepsi Lapar 
      Puasa Sehat Ala Prof Husni, Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas dan Ahli 
Anestesi

        
      PADA hakikatnya, puasa itu adalah sebuah upaya penyucian diri. 
      Dari segi psikis, puasa adalah sebuah training yang harus dijalankan 
untuk menuju ke arah perbaikan akhlak. 

      Sementara dari segi kesehatan puasa adalah proses pembersihan diri dari 
segala pola hidup tidak sehat yang dijalani selama 11 bulan. 
      Tentu semua sudah mengetahui inti dari puasa itu adalah menahan diri.
        
      Melihat makanan yang enak-enak dan berlimpah dan kemudian mengonsumsinya 
sesuai kebutuhan adalah salah satu pelatihan yang bisa didapatkan dalam puasa. 
      Jadi, jika yang halal saja bisa dikendalikan itu berarti kita bisa 
mengendalikan diri terhadap segala sesuatu yang diharamkan dan dapat merusak 
kesehatan. 
      Meski demikian, menahan diri juga berarti memberikan kemampuan kepada 
kita untuk memilih makanan yang sehat. 

      Secara umum, tubuh memerlukan sumber gizi yang digunakan untuk 
menghasilkan energi dan menjaga kesehatan. 

      Kelengkapan dari makanan seperti sumber karbohidrat, lemak, dan protein 
tentu sangat dibutuhkan. 

      Satu tip yang saya berikan adalah jangan pernah mengonsumsi teh atau kopi 
saat sahur. 
      Pasalnya, kopi dan teh mengandung zat diuretik yang bersifat diuresis. 
      Maknanya, kopi dan teh membuat seseorang ingin terus-menerus mengeluarkan 
urine. 
      Ini berakibat dapat membuat seseorang mengalami dehidrasi pada siang 
hari. 
      Bagi orang yang pertama kali berpuasa, tentu hal ini sangat berat. 
Tetapi, satu hal yang perlu diketahui, sistem yang diciptakan dalam tubuh 
memang demikian sempurna. 
      Tubuh memiliki kemampuan beradaptasi terhadap berbagai bentuk perubahan 
yang diakibatkan oleh lingkungan sekitarnya. 

      Sebagai contoh, pada awal puasa tentu hal itu sangat berat. Tetapi, 
setelah memasuki hari-hari selanjutnya tubuh kemudian bisa segera kembali 
normal. Lapar itu adalah persepsi di otak. 

      Jadi, kalau kita menyibukkan diri dengan kegiatan, persepsi lapar itu 
tidak akan muncul di otak. 

      Ini bisa dibuktikan dengan melihat makanan di meja setengah jam sebelum 
berbuka, maka persepsi lapar pun muncul di otak yang kemudian mengirimkan 
sinyal bahwa tubuh sedang lapar. (wid) 


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke