http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006100401195915


      Rabu, 4 Oktober 2006 
     
      BURAS 
     
     
     
pa Kabar Kemiskinan? 

       
      H.Bambang Eka Wijaya:



      "APA kabar program mengatasi kemiskinan?" tukas raja. "Apa irigasi dan 
jalan tembus desa yang dibangun berhasil meningkatkan pendapatan rakyat 
termiskin?"

      "Peningkatan pendapatan rakyat termiskin ternyata hanya terjadi 
sementara, selama bekerja mengikuti program padat karya membangun irigasi dan 
jalan-jalan tembus!" sambut Jonaha. "Selanjutnya, irigasi dan kelancaran 
transportasi produksi desa lebih dinikmati para pemilik tanah luas! Sedang 
kalangan termiskin cuma bisa bekerja sebagai buruh tani dengan upah sangat 
minim, jadi ekonomi mereka tak jauh berubah dari sebelum kita bangun fasilitas 
di desa!"

      "Lantas, program capital reform sertifikasi tanah agar surat tanahnya 
bisa dijaminkan untuk modal usaha dari bank?" kejar raja.

      "Program itu juga lebih dinikmati para pemilik tanah luas karena kaum 
termiskin tak punya tanah untuk disertifikatkan!" jawab Jonaha.

      "Semua itu kita tempuh tujuannya kan untuk mengentaskan kelompok 
termiskin!" tegas raja. "Kenapa hasilnya dinikmati pihak lain?"

      "Usaha mengatasi keimiskinan memang selalu terbentur pada lemahnya 
penguasaan sarana produksi kelompok termiskin!" timpal Jonaha. "Pemerintah 
negeri tetangga telah menyadari itu hingga terakhir memutuskan membagi sembilan 
juta hektare lahan hutan produksi ke kelompok termiskin!"

      "Kembali ke land reform? Kuno!" tegas raja.

      "Tapi hanya dengan adanya modal lahan untuk diusahakan sendiri itulah, 
peningkatan pendapatan rakyat termiskin bisa dilakukan secara nyata dan bisa 
bertahan lama! Dengan peningkatan pendapatan berlanjut, mereka bisa 
mengentaskan dirinya!"

      "Tapi kita tak punya hutan produksi yang bisa dibagikan kepada rakyat 
termiskin!" tukas raja.

      "Ampun patik, Baginda!" sembah Jonaha. "Lahan ratusan ribu hektare yang 
selama ini Baginda tawarkan ke investor asing dalam berbagai perjalanan ke luar 
negeri itu?"

      "Itu disiapkan untuk para investor yang bisa menjamin peningkatan 
kekayaan pribadi penguasa!" jelas raja. "Apa pun program mengatasi kemiskinan 
kau usulkan kusetujui, asal tak mengusik alokasi tanah yang kutawarkan ke 
investor itu!"

      "Tanpa itu, program mengatasi kemiskinan bisa cuma basa-basi!" ujar 
Jonaha. "Di sisi lain, dengan ditundanya penanggulangan, kemiskinan kian 
berakar, makin susah diatasi!"

      "Jadi, mengatasi kemiskinan tak boleh tanggung-tanggung?" kejar raja.

      "Harus komprehensif!" tegas Jonaha. "Misal, kalau dari 765 desa miskin 
cuma 200 desa yang dapat program, selain yang 200 desa belum tentu berhasil, 
sisanya yang 565 desa bisa terpuruk lebih parah sehingga lebih berat 
pengentasannya kemudian!"

      "Kenapa begitu?" tanya raja.

      "Miskin itu identik lapar!" tegas Jonaha. "Paling tahan satu hari, 
seperti orang puasa, jika ditunda-tunda bisa fatal! Maka itu, mengatasi 
kemiskinan harus seperti mengatasi orang lapar, meskipun sedikit cepat beri 
makanan, jangan ditunda-tunda--apalagi ditunda cuma demi menjamin tambahan 
kekayaan penguasa!
     


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke