Demokrasi itu System untuk mendidik Orang2 koplok !!! Demokrasi memang memberi kesempatan yang bebas, tapi bukanlah untuk disalah gunakan oleh orang2 yang koplok yang merasa pinter kalo bisa menyalah gunakan kebebasan ini.
Pada dasarnya, Demokrasi ini membantu mendidik orang2 koplok agar tidak lagi koplok, tapi bukan jarang orang2 koplok ini merasa dapat wangsit dari Allah atau Dewa2nya untuk melakukan tindakan2 koplok menyalah gunakan kesempatan yang ada yang dianggapnya bisa menambah pahala yang merupakan kekayaan disorga angan2nya nanti. Orang2 koplok ini merendahkan kekayaan duniawi yang termasuk kekayaan yang berupa etika moral. Jadi orang2 koplok ini selain goblok juga miskin etika moralnya. Dilema dari orang2 koplok ini, kalo Bule membuka kesempatan kepada yang bukan bule, dituduh koplok, tapi kalo kesempatannya ditutup, dituduh rasialist. Tapi kita sudah menyaksikan, orang2 bule itu umumnya bijaksana, mereka mampu menyingkir dari tuduhan2 koplok. Cara2 koplok dalam Syariah Islam yang memaksakan cuma menyembah satu setan yang dipercayanya bisa membuat negara jadi maju tidak pernah bisa jadi panutan, tapi pandangan koplok ini telah ditolak oleh masyarakat diseluruh dunia kecuali segelintir negara yang sudah terjerumus terpaksa menyembah setan koplok ini. > "godamlima" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > "marthajan04" <marthajan04@> > > wrote: > > Dearest Godam, > > ....mengenai si Akiong yang meng-koplok2in bule, gue makiin dia > > sebagai orang yang tidak tau diri. sudah dikasih enak hidup > > diamrik, pulang indo ngomong wong bule koplok. Wong bule gampang > > dibohongi itu karena mereka biasa hidup dan ngomong jujur. itu > > masalahnya. Si akiong yang biasa hidup dalam alam tipu menipu > > tentu saja tidak habis ngerti kalo orang yang gampang ditipu itu > > sebetulnya bukan koplok tapi jujur. > > salam, > > MJ Bule itu bukanlah koplok juga enggak ada kaitannya dengan kejujuran dalam hal ini sebenarnya karena mereka memang memberi kesempatan kepada si Akiong untuk berlaku tidak jujur untuk nantinya dijadikan bukti dan alasan menyingkirkan orang2 seperti ini. Karena kalo kesempatan tidak diberikan, semua orang kelihatan baik dan jujur, gimana caranya kita tahu ada orang yang tidak jujur??? Nah, cara berpikir seperti si Akiong inilah contohnya orang2 Koplok!!! Dalam hal ini kita bisa menyaksikan, di Indonesia kesempatan seperti di Amerika jangan harap bisa didapatkan oleh orang2 seperti si Akiong sehingga setiap orang Indonesia se-olah2 baik dan jujur semuanya. Akhirnya kalo salah satu orang ini diangkat jadi pejabat, hasilnya fatal, negara dikorup oleh orang2 yang kelihatan mulanya jujur padahal bukanlah jujur melainkan tidak adanya kesempatan yang diberikan untuk berbuat tidak jujur. Dan kenyataannya, semua pejabar RI memang sak model seperti si Akiong sehingga tak mengherankan negaranya ambles dalam krisis semuanya. Kalo saja ada kebebasan diberikan dari paling bawah sehingga mereka yang tidak jujur bisa disingkirkan sebelum sampai kedudukan teratas, tentu bukan negaranya yang ambles, cukup nasib orang2 kayak Akiong sendiri saja yang ambles masa depannya. Orang2 Bule itu memang memberi kesempatan kepada yang bukan bule untuk bekerja ikut membangun negaranya. Hanya karena ada yang menyalah gunakan kesempatan bukanlah berarti pelaku yang tidak jujur ini bisa dianggap lebih pintar dan si Bule dianggap koplok !!! Kenyataannya, kalo perbuatannya yang kalo ketahuan mereka akan dideportasi. Bagi Bule2 itu hasil ketidak jujuran orang2 seperti ini sama sekali tidak merugikan mereka justru mereka merasa beruntung bisa menemukan orang2 ini untuk ditendangnya keluar. Karena mereka juga sudah tahu bahwa dari sekian banyaknya orang yang diberi kesempatan tidak mungkin semuanya memiliki kualitas yang baik, namun mereka tidak tahu siapa2 yang baik dan yang tidak baik, dan untuk mengetahuinya memang dengan cara memberi kesempatan se-baik2nya untuk berbuat tidak jujur. Makin besar terbuka kesempatan itu makin terlihat ketidak jujurannya dan makin mereka untuk menendang orang2 ini. Justru orang2 yang tidak jujur ini yang sebetulnya koplok, dia hanya bisa melakukannya waktu itu saja untuk kemudian habis sudah masa depannya. Contoh yang paling sederhana hanyalah kasus 911. Banyak umat Islam yang menganggap Amerika kecolongan, koplok, dan membanggakan sebagai kemenangan Islam. Tentu saja pendapat ini lebih koplok lagi karena yang mereka kerjakan itu sama sekali tidak ada nilai kecerdasan sama sekali karena hanya menyalah gunakan kesempatan yang diberikan kepada orang2 ini yang mau sekolah maupun bekerja disini. Mereka menyalah gunakan kebebasan yang diberikan kepada seluruh masyarakat yang tinggal disini. Buktinya, sekarang semua orang2 Arab, maupun orang2 dari negara2 yang mayoritas Islam dilarang masuk bukan cuma ke Amerika, bahkan keseluruh dunia negara2 yang maju. Semua pelajar2 yang sedang belajar dihentikan beasiswanya, pemberian visa2 untuk masuk sebagai turist sekalipun tidak bisa didapatkannya kecuali untuk mereka yang benar2 sudah mempunyai record yang baik dalam arsip negara maju ini. Akibatnya, negara2 orang koplok ini makin gelap, mata pencaharian hilang, lapangan kerjaan makin sempit, sedangkan uang hasil ketidak jujuran habis bahkan bisa hilang ditipu sesama orang2 koplok itu sendiri. Jadi kalo kita mau menganalogikannya, cukup anda membayangkan bahwa ada sekelompok orang Indonesia yang tidak suka kepada pemerintah RI-nya, kemudian orang2 ini numpang naik bus dari senayan ke Harmoni, tapi diperjalanan sopir busnya dibajak dan busnya diambil alih untuk kemudian dikendarai oleh para pembajaknya keatas jembatan semanggi untuk diterjunkan dari atas kebawah sehingga seluruh penumpang di bus mati semua bersama para pembajak bus ini. Kemudian simpatisan pembajak keplok2 tangan dan bilang pemerintah RI koplok, kebobolan, dan memuji pembajak2 yang mati ini orang2 cerdas pilihan Allah. Apakah benar pemerintah RI kebobolan dan koplok??? Apakah pelakunya bisa dinamakan cerdas??? Tentu sama sekali tidak benar, karena penguasa RI sama sekali tidak terusik melainkan simpatisan si koplok itu sendiri yang akhirnya jadi susah karena terpaksa pemerintah memeriksa dan mengawal semua bus yang berjalan dengan ketatnya dan menangkap setiap mereka yang dicurigai akibatnya naik bus harus antri dulu, kekantor harus lebih pagi agar jangan terlambat, tarip bus jadi dinaikkan untuk biaya pengawalan dan lebih sakit lagi, tidak semua diperkenankan naik bus dengan memeriksa hanya mereka yang membuktikan benar2 kerja dikantor yang resmi tercatat dipemerintah. Akhirnya si koplok yang merasa pinter yang biasa nyopet di Bus kehilangan mata pencahariannya akhirnya merampok dijalanan kepada penunggu Bus sehingga akhirnya tertangkap atau ketembak mati oleh polisi yang disebar di-mana2 akibat kejadian koplok itu diatas. Semua biayanya itu bukan dibayar oleh pejabat2 penguasa negara tetapi rakyatnya sendiri yang termasuk juga para pendukung dan simpatisan si koplok. Begitulah, kenyataannya orang2 yang merasa pinter karena bisa menyalah gunakan kesempatan sebenarnya jauh lebih koplok dari orang yang paling koplok. Mereka merasa bisa bermain filem lebih hebat dari bintang filem Hollywood. Hal yang sama terjadi dengan peristiwa 911, termasuk juga perbuatan2 si koplok yang meng-koplok2an Bule2 itu. Simpatisan si koplok ini bukan cuma hidupnya susah tetapi juga di-uber2 kemanapun dia pergi. Memang pemerintah Amerika menyesalkan harus menyusahkan semua orang2 ini, namun mereka yang tidak bersalah dan tidak koplok menyetujui dan mendukung sekali sikap pengamanan yang dilakukan pemerintah Amerika untuk keamanan mereka naik pesawat. Akibatnya, semua perusahaan pesawat terbang didunia banyak yang bangkrut karena kehabisan penumpang yang takut naik pesawat kecuali negara2 maju yang mampu melakukan pengamanan penumpang pesawatnya seperti Amerika ini. Hasilnya yang mudah dilihat itu adalah GIA yang merupakan satu2nya perusahan penerbangan RI akhirnya bangkrut harus tutup dijual kepihak asing yang akhirnya cuma mampu line dalam negeri saja tak cukup penumpang yang keluar negeri meskipun sekarang sudah secara bertahap sudah diperluas lagi ke beberapa kota Eropah saja. Namun tetap masih saja terkebelakang dibandingkan sebelum kejadian2 koplok yang menyalah gunakan kesempatan. Memang, orang koplok sesungguhnya hanya orang2 yang menyalah gunakan kesempatan untuk melakukan perbuatan2 koplok yang dianggapnya pinter dan korban2nya itu dianggap koplok. Mereka merasa ide2 koplok ini merupakan wangsit dari Allah untuk memusnahkan mereka yang tidak percaya adanya wangsit. Dengan perbuatan ini, mereka percaya akhirnya semua orang akan percaya adanya wangsit, kepercayaan koplok bukan ??? MEMANG SIH HARUS DIAKUI, TULISAN SAYA INI SUSAH BISA DIPAHAMI OLEH ORANG2 KOPLOK KARENA SYSTEM YANG MEMBUKA KESEMPATAN ITU TERLALU LUAS UNTUK BISA DIPAHAMI ORANG2 KOPLOK YANG PEMAHAMANNYA CUMA SELUAS DAUN KELOR SEBATAS MENYEMBAH ALLAH, TUHAN, NABI2, DEWA2, MAUPUN JIN DAN SETAN YANG BIASA MENJERUMUSKAN KEDALAM PERBUATAN2 KOPLOK. Akhirnya orang2 koplok ini saling membunuh, saling memusnahkan, karena mereka satu sama lain saling menyalahkan siapa yang harus disembahnya. Sedangkan didunianya orang2 Bule kebebasan untuk menyembah memang terbuka se-luas2nya tapi dilarang saling menyalahkan dan juga dilarang berpropaganda memaksakan menyembah siapapun baik di-tempat2 umum maupun di-sekolah2 publik sehingga enggak ada yang saling membantai seperti didunia atau lingkungan sikoplok ini. Inilah yang kita namakan System DEMOKRASI yang oleh orang2 koplok diartikan sebagai kebebasan untuk melakukan atau menyalah gunakan perbuatan2 koplok. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
