kalem... kalem..

ketombe dulu urusin.
gak enak keliatannya: ngoceh berapi-api, sambil garuk-garuk


--- In [email protected], "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Demokrasi itu System untuk mendidik Orang2 koplok !!!
> 
> Demokrasi memang memberi kesempatan yang bebas, tapi bukanlah untuk
> disalah gunakan oleh orang2 yang koplok yang merasa pinter kalo 
bisa
> menyalah gunakan kebebasan ini.
> 
> Pada dasarnya, Demokrasi ini membantu mendidik orang2 koplok agar
> tidak lagi koplok, tapi bukan jarang orang2 koplok ini merasa dapat
> wangsit dari Allah atau Dewa2nya untuk melakukan tindakan2 koplok
> menyalah gunakan kesempatan yang ada yang dianggapnya bisa menambah
> pahala yang merupakan kekayaan disorga angan2nya nanti.  Orang2 
koplok
> ini merendahkan kekayaan duniawi yang termasuk kekayaan yang berupa
> etika moral.  Jadi orang2 koplok ini selain goblok juga miskin 
etika
> moralnya.  Dilema dari orang2 koplok ini, kalo Bule membuka 
kesempatan
> kepada yang bukan bule, dituduh koplok, tapi kalo kesempatannya
> ditutup, dituduh rasialist.
> 
> Tapi kita sudah menyaksikan, orang2 bule itu umumnya bijaksana, 
mereka
> mampu menyingkir dari tuduhan2 koplok.  Cara2 koplok dalam Syariah
> Islam yang memaksakan cuma menyembah satu setan yang dipercayanya 
bisa
> membuat negara jadi maju tidak pernah bisa jadi panutan, tapi
> pandangan koplok ini telah ditolak oleh masyarakat diseluruh dunia
> kecuali segelintir negara yang sudah terjerumus terpaksa menyembah
> setan koplok ini.
> 
> 
> 
> > "godamlima" <godamlima@> wrote:
> > > "marthajan04" <marthajan04@> 
> > > wrote:
> > > Dearest Godam,
> > > ....mengenai si Akiong yang meng-koplok2in bule, gue makiin 
dia 
> > > sebagai orang yang tidak tau diri. sudah dikasih enak hidup 
> > > diamrik, pulang indo ngomong wong bule koplok. Wong bule 
gampang 
> > > dibohongi itu karena mereka biasa hidup dan ngomong jujur. itu 
> > > masalahnya. Si akiong yang biasa hidup dalam alam tipu menipu 
> > > tentu saja tidak habis ngerti kalo orang yang gampang ditipu 
itu 
> > > sebetulnya bukan koplok tapi jujur.
> > > salam,
> > > MJ
> 
> 
> Bule itu bukanlah koplok juga enggak ada kaitannya dengan kejujuran
> dalam hal ini sebenarnya karena mereka memang memberi kesempatan
> kepada si Akiong untuk berlaku tidak jujur untuk nantinya dijadikan
> bukti dan alasan menyingkirkan orang2 seperti ini.  Karena kalo
> kesempatan tidak diberikan, semua orang kelihatan baik dan jujur,
> gimana caranya kita tahu ada orang yang tidak jujur???  Nah, cara
> berpikir seperti si Akiong inilah contohnya orang2 Koplok!!!  Dalam
> hal ini kita bisa menyaksikan, di Indonesia kesempatan seperti di
> Amerika jangan harap bisa didapatkan oleh orang2 seperti si Akiong
> sehingga setiap orang Indonesia se-olah2 baik dan jujur semuanya. 
> Akhirnya kalo salah satu orang ini diangkat jadi pejabat, hasilnya
> fatal, negara dikorup oleh orang2 yang kelihatan mulanya jujur 
padahal
> bukanlah jujur melainkan tidak adanya kesempatan yang diberikan 
untuk
> berbuat tidak jujur.  Dan kenyataannya, semua pejabar RI memang sak
> model seperti si Akiong sehingga tak mengherankan negaranya ambles
> dalam krisis semuanya.  Kalo saja ada kebebasan diberikan dari 
paling
> bawah sehingga mereka yang tidak jujur bisa disingkirkan sebelum
> sampai kedudukan teratas, tentu bukan negaranya yang ambles, cukup
> nasib orang2 kayak Akiong sendiri saja yang ambles masa depannya.
> 
> Orang2 Bule itu memang memberi kesempatan kepada yang bukan bule 
untuk
> bekerja ikut membangun negaranya.  Hanya karena ada yang menyalah
> gunakan kesempatan bukanlah berarti pelaku yang tidak jujur ini 
bisa
> dianggap lebih pintar dan si Bule dianggap koplok !!!  
Kenyataannya,
> kalo perbuatannya yang kalo ketahuan mereka akan dideportasi.  Bagi
> Bule2 itu hasil ketidak jujuran orang2 seperti ini sama sekali 
tidak
> merugikan mereka justru mereka merasa beruntung bisa menemukan 
orang2
> ini untuk ditendangnya keluar.  Karena mereka juga sudah tahu bahwa
> dari sekian banyaknya orang yang diberi kesempatan tidak mungkin
> semuanya memiliki kualitas yang baik, namun mereka tidak tahu 
siapa2
> yang baik dan yang tidak baik, dan untuk mengetahuinya memang 
dengan
> cara memberi kesempatan se-baik2nya untuk berbuat tidak jujur.  
Makin
> besar terbuka kesempatan itu makin terlihat ketidak jujurannya dan
> makin mereka untuk menendang orang2 ini.  Justru orang2 yang tidak
> jujur ini yang sebetulnya koplok, dia hanya bisa melakukannya waktu
> itu saja untuk kemudian habis sudah masa depannya.
> 
> Contoh yang paling sederhana hanyalah kasus 911.  Banyak umat Islam
> yang menganggap Amerika kecolongan, koplok, dan membanggakan 
sebagai
> kemenangan Islam.  Tentu saja pendapat ini lebih koplok lagi karena
> yang mereka kerjakan itu sama sekali tidak ada nilai kecerdasan 
sama
> sekali karena hanya menyalah gunakan kesempatan yang diberikan 
kepada
> orang2 ini yang mau sekolah maupun bekerja disini.  Mereka menyalah
> gunakan kebebasan yang diberikan kepada seluruh masyarakat yang
> tinggal disini.  Buktinya, sekarang semua orang2 Arab, maupun 
orang2
> dari negara2 yang mayoritas Islam dilarang masuk bukan cuma ke
> Amerika, bahkan keseluruh dunia negara2 yang maju.  Semua pelajar2
> yang sedang belajar dihentikan beasiswanya, pemberian visa2 untuk
> masuk sebagai turist sekalipun tidak bisa didapatkannya kecuali 
untuk
> mereka yang benar2 sudah mempunyai record yang baik dalam arsip 
negara
> maju ini.  Akibatnya, negara2 orang koplok ini makin gelap, mata
> pencaharian hilang, lapangan kerjaan makin sempit, sedangkan uang
> hasil ketidak jujuran habis bahkan bisa hilang ditipu sesama orang2
> koplok itu sendiri.  Jadi kalo kita mau menganalogikannya, cukup 
anda
> membayangkan bahwa ada sekelompok orang Indonesia yang tidak suka
> kepada pemerintah RI-nya, kemudian orang2 ini numpang naik bus dari
> senayan ke Harmoni, tapi diperjalanan sopir busnya dibajak dan 
busnya
> diambil alih untuk kemudian dikendarai oleh para pembajaknya keatas
> jembatan semanggi untuk diterjunkan dari atas kebawah sehingga 
seluruh
> penumpang di bus mati semua bersama para pembajak bus ini.  
Kemudian
> simpatisan pembajak keplok2 tangan dan bilang pemerintah RI koplok,
> kebobolan, dan memuji pembajak2 yang mati ini orang2 cerdas pilihan
> Allah.  Apakah benar pemerintah RI kebobolan dan koplok???  Apakah
> pelakunya bisa dinamakan cerdas???  Tentu sama sekali tidak benar,
> karena penguasa RI sama sekali tidak terusik melainkan simpatisan 
si
> koplok itu sendiri yang akhirnya jadi susah karena terpaksa 
pemerintah
> memeriksa dan mengawal semua bus yang berjalan dengan ketatnya dan
> menangkap setiap mereka yang dicurigai akibatnya naik bus harus 
antri
> dulu, kekantor harus lebih pagi agar jangan terlambat, tarip bus 
jadi
> dinaikkan untuk biaya pengawalan dan lebih sakit lagi, tidak semua
> diperkenankan naik bus dengan memeriksa hanya mereka yang 
membuktikan
> benar2 kerja dikantor yang resmi tercatat dipemerintah.  Akhirnya 
si
> koplok yang merasa pinter yang biasa nyopet di Bus kehilangan mata
> pencahariannya akhirnya merampok dijalanan kepada penunggu Bus
> sehingga akhirnya tertangkap atau ketembak mati oleh polisi yang
> disebar di-mana2 akibat kejadian koplok itu diatas.  Semua biayanya
> itu bukan dibayar oleh pejabat2 penguasa negara tetapi rakyatnya
> sendiri yang termasuk juga para pendukung dan simpatisan si koplok.
> 
> Begitulah, kenyataannya orang2 yang merasa pinter karena bisa 
menyalah
> gunakan kesempatan sebenarnya jauh lebih koplok dari orang yang 
paling
> koplok.  Mereka merasa bisa bermain filem lebih hebat dari bintang
> filem Hollywood.  Hal yang sama terjadi dengan peristiwa 911, 
termasuk
> juga perbuatan2 si koplok yang meng-koplok2an Bule2 itu.  
Simpatisan
> si koplok ini bukan cuma hidupnya susah tetapi juga di-uber2 
kemanapun
> dia pergi.  Memang pemerintah Amerika menyesalkan harus menyusahkan
> semua orang2 ini, namun mereka yang tidak bersalah dan tidak koplok
> menyetujui dan mendukung sekali sikap pengamanan yang dilakukan
> pemerintah Amerika untuk keamanan mereka naik pesawat.  Akibatnya,
> semua perusahaan pesawat terbang didunia banyak yang bangkrut 
karena
> kehabisan penumpang yang takut naik pesawat kecuali negara2 maju 
yang
> mampu melakukan pengamanan penumpang pesawatnya seperti Amerika 
ini. 
> Hasilnya yang mudah dilihat itu adalah GIA yang merupakan satu2nya
> perusahan penerbangan RI akhirnya bangkrut harus tutup dijual 
kepihak
> asing yang akhirnya cuma mampu line dalam negeri saja tak cukup
> penumpang yang keluar negeri meskipun sekarang sudah secara 
bertahap
> sudah diperluas lagi ke beberapa kota Eropah saja.  Namun tetap 
masih
> saja terkebelakang dibandingkan sebelum kejadian2 koplok yang 
menyalah
> gunakan kesempatan.
> 
> Memang, orang koplok sesungguhnya hanya orang2 yang menyalah 
gunakan
> kesempatan untuk melakukan perbuatan2 koplok yang dianggapnya 
pinter
> dan korban2nya itu dianggap koplok.  Mereka merasa ide2 koplok ini
> merupakan wangsit dari Allah untuk memusnahkan mereka yang tidak
> percaya adanya wangsit.  Dengan perbuatan ini, mereka percaya 
akhirnya
> semua orang akan percaya adanya wangsit, kepercayaan koplok 
bukan ???
> 
> MEMANG SIH HARUS DIAKUI, TULISAN SAYA INI SUSAH BISA DIPAHAMI OLEH
> ORANG2 KOPLOK KARENA SYSTEM YANG MEMBUKA KESEMPATAN ITU TERLALU 
LUAS
> UNTUK BISA DIPAHAMI ORANG2 KOPLOK YANG PEMAHAMANNYA CUMA SELUAS 
DAUN
> KELOR SEBATAS MENYEMBAH ALLAH, TUHAN, NABI2, DEWA2, MAUPUN JIN DAN
> SETAN YANG BIASA MENJERUMUSKAN KEDALAM PERBUATAN2 KOPLOK.  Akhirnya
> orang2 koplok ini saling membunuh, saling memusnahkan, karena 
mereka
> satu sama lain saling menyalahkan siapa yang harus disembahnya. 
> Sedangkan didunianya orang2 Bule kebebasan untuk menyembah memang
> terbuka se-luas2nya tapi dilarang saling menyalahkan dan juga 
dilarang
> berpropaganda memaksakan menyembah siapapun baik di-tempat2 umum
> maupun di-sekolah2 publik sehingga enggak ada yang saling membantai
> seperti didunia atau lingkungan sikoplok ini.  Inilah yang kita
> namakan System DEMOKRASI yang oleh orang2 koplok diartikan sebagai
> kebebasan untuk melakukan atau menyalah gunakan perbuatan2 koplok.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>






Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke