Perumpamaan Dalam Agama Banyak Yang Ngawur !!! Banyak perumpamaan2 dalam agama yang ngawur yang kemudian oleh umatnya bisa diartikan secara ber-beda2 yang akibatnya akan terjadi saling tuduh antara sesama umatnya sendiri. Yang paling menonjol adalah Agama Islam. Kitab suci Islam adalah AlQuran, dan AlQuran ini tidak berdiri sendiri, ada kitab lain yang disebutnya Hadist yang berisi tafsir2 dari AlQuran karena mereka menganggap Alquran sebagai wahyu Allah tidak cukup untuk dipahami umat sehingga harus ada Hadist yang ditulis atau dikarang oleh ulama2 ataupun nabi2nya. Namun kemudian muncul lagi aliran2 lainnya dimana Hadist ini ditafsir lagi, entah hingga berapa tingkat tafsir menafsir ini bisa terjadi sehingga hasil nya menjadi arti yang amburadul dimana bisa bertentangan dengan target yang dimaksudkan dalam Alquran sendiri.
Lucunya, para ulama ini menggunakan tafsir2 ini sebagai alat mereka untuk berdebat. Celakanya, kalo mereka kalah berdebat, dan tafsirnya dipukul habis oleh lawan sesama Islam dari aliran yang berbeda ataupun dari umat agama lainnya, maka mereka bilang itu bukanlah dari Allah tapi hanya dari tafsir manusia yang bisa diubah. Alquran katanya tidak bisa diubah tapi Hadist itu memang bisa dibuat oleh manusia. Namun pernyataan ini hanyalah se-batas kata2 karena pada kenyataannya mereka juga berjihad kalo ada yang men-coba2 mengubah Hadist mereka. Pada galibnya, kalo kita menyebut AlQuran, itu merupkan keseluruhan, kesatuan dari kitab suci yang katanya berisi dari wahyu Allah bersama Hadistnya yang merupakan tafsirnya. ARTINYA TIDAK ADA ALQURAN TANPA HADIST DAN TIDAK PERNAH ADA HADIST TANPA ALQURAN. Namun kalo mereka berdebat kusir, maka untuk melindungi atau menipu lawannya, mereka sering berakrobat kata yang antara lain menganggap bahwa itu cuma hadist bukan dari Alquran. Demikianlah, dalam mendidik umat Islam, para ulama juga menggunakan cara2 yang sama, yaitu memutar balik arti dalam akrobatik kata2 sehingga tidak jelas tujuannya yang bisa di-ubah2 artinya sehingga menimbulkan konflik dengan siapapun juga akibat pendirian yang bisa berubah karena kepentingan dan tujuan yang berubah. Oleh karena itu, dibawah ini secuplik saja contoh yang sangat jelas dimana seorang umat Islam yang diracuni kepercayaannya, membuat perumpamaan aneh yang sama sekali subjek dan objeknya tidak mewakili perumpamaan yang diungkapkannya itu sehingga benar2 tidak membawa pesan apapun kecuali memuja berkah Allahnya dan menuduh mereka yang tidak menyembah Allah dianggap peng-olok2. Tetapi subjek dan objek mana yang mewakili perumpamaannya benar2 kabur, gelap segelap malam buta. > "jasadlelaki" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > kan katanya bahwa "ada asap karena ada api" atau bisa diartikan lagi > "ada pengolok-olok karna ada yang diberkahi oleh Tuhan, dan > pengolok-olok itu cemburu karena tak pernah merasakan berkah2Nya, > jadi yang ada hanya mengolok-olok terus". Response Ny. Muslim binti Muskitawati: Ini perumpamaan apa yang dituju ??? Jadi yang mana yang anda umpamakan "asap" ??? peng-olok2nya atau Tuhannya? Lalu yang mana yang anda umpamakan "api" ??? Tuhan-nya, berkah2Nya atau olok2annya? Sorry, saya betul2 enggak ngerti perumpamaan apa yang ingin anda kemukakan. Rupanya, anda merupakan salah satu contoh dari yang saya tulis tentang orang2 koplok itu !!! Memang contoh2 perumpamaan yang enggak punya kaitan target yang dituju itu banyak terdapat dalam ayat2 AlQuran dan Hadistnya. Ditafsirkannya pun kacau balau. contohnya: "Bagimu agama mu, dan bagiku agama ku" Oleh para ulama kalimaat ini menggambarkan bahwa ajaran Islam itu mengenal toleransi. Yang dimaksudkan toleransi juga enggak jelas karena kalo dalam engineering, toleransi itu adalah membuat jarak, artinya masing2 agama tidak boleh berdekatan tak boleh kerja sama, saling bermusuhan. Tapi para ulama yang mengartikannya sebagai hidup bersama seling berdekatan yang saling membantu. Namun kalo kita membuat sedikit analisa ilmiah tentunya kita harus menelusuri apa yang dimaksudkan dengan kata "agama" dalam Islam. Dalam agama Islam, hanya Islam saja yang merupakan agama, sedangkan yang lainnya bukan agama. Akibatnya kalimat diatas bisa ditulis lebih menggambarkan tujuan sesungguhnya sbb: "Bagimu Islam mu, dan bagiku Islam ku" Setelah kita membaca kalimat yang sudah kita perbaiki untuk lebih tegas target yang dimaksudkan, kembali kita harus lebih dalam menganalisanya dengan mendefinisikan apa yang dimaksudkan hubungan "Kamu", "Islam", dan "Aku". Dalam Islam, hubungan Islam dan aku dinamakan ibadah yang artinya Islam itu adalah ibadahku dan juga Islam itu ibadahmu. Disini lebih jelas kita gambarkan bahwa setiap umat Islam melakukan ibadah Islam dengan hasil yang tidak sama, ada yang lebih khusuk ibadahnya, ada juga yang asal2an. Sekarang, kita akan lebih jelas kalimat ini mengarah target kemana setelah kita mengganti kata "Islam" dengan kata "ibadah": "Bagimu Ibadah mu, dan bagiku ibadah ku" Kesimpulannya: Meskipun kita sama2 Islam, belum tentu kita sama2 masuk kesorga, bisa terjadi saya masuk kesorga, kamu masuk keneraka atau sebaliknya! Namun bisa juga terjadi, Aku dan Kamu sama2 masuk kesorga tapi masing2 berbeda anugerah pahalanya, mungkin aku mendapatkan 72 bidadari, kamu hanya mendapatkan gedebong pisang untuk sama2 bisa mengejar menikmati kebahagiaan disorga sana. Jadi sangatlah menyesatkan kalo kalimat diatas diumpamakan atau dijadikan bukti bahwa Islam itu merupakan agama yang bisa berdekatan dengan agama lain karena dari ayat2 lainnya membuktikan bahwa Islam sangat memusuhi agama2 lainnya, dan umatnya berkewajiban memusnahkan siapapun yang bukan Islam, dalam hal ini bisa anda melihat sendiri dalam praktek ajaran Islam yang dilakukan mereka yang kuat ibadah ke Islamannya seperti dalam kewajiban memusnahkan Yahudi itu oleh pemerintah sekarang Palestina dengan jelas diungkapkan dalam isi pidato wakil Palestina di PBB yang didengarkan oleh seluruh perwakilan negara2 diseluruh dunia, dimana ide pemusnahaan Yahudi merupakan kewajiban setiap umat Islam. Dan dengan issue memusnahkan Yahudi inilah juga Osama Laden mau mempersatukan umat Islam diseluruh dunia dalam mentutaskan kewajiban bersama. Demikianlah, dari tulisan saya yang ini, tak perlu saya mengkritik pribadi siapapun juga, namun disini saya berkesempatan untuk menunjukkan bukti yang sangat akurat BAGAIMANA AJARAN ISLAM YANG DIIMANI UMATNYA ITU BENAR2 MERUSAK CARA2 BERPIKIR YANG NORMAL, KALIMAT DAN KATA2NYA BISA DIARTIKAN BERLAWANAN DARI ARTI SEBEMARNYA. Perumpamaan2 AlQuran pun diartikan berbeda dari targetnya dimana kesemuanya ini menjadikan umat Islam menjadi contoh orang2 koplok yang saya tulis dalam tulisan sebelumnya. Demokrasi yang dengan jelas memberi kebebasan kepada setiap individu yang batasnya hanya pada tanggung jawab pribadi masing2, oleh orang2 koplok diartikan sebagai kebebasan menteror mereka yang bukan Islam sebagai tanggung jawab korbannya yang menolak menyembah Allah. Demokrasi yang melindungi kebebasan seseorang untuk menentukan pilihan cara hidupnya, oleh orang2 koplok dijadikan alat untuk menuntut pembebasan tawanan teroris jihad yang memilih jalan Allah sebagai pilihan agamanya. Padahal, Demokrasi melindungi kebebasan seseorang untuk memilih cara hidupnya, memilih agamanya, memilih pekerjaannya, memilih pasangan hidupnya dan juga memilih cita2nya dimana semua pilihannya itu se-mata2 terkait dengan nasib dan kebahagiaannya sendiri yang tidak mengganggu siapapun diluar dirinya. Dilain pihak, dalam Demokrasi, siapapun yang mengganggu orang lainnya baik secara kekerasan fisik maupun ancaman2 akan ditangkap, diadili dan dihukum sehingga kehilangan kebebasannya demi melindungi kebebasan orang banyak lainnya. Islam memang merusak cara berpikir umatnya dengan memutar balik arti demokrasi membuat umat yang beriman menjadi manusia2 koplok yang menyembah Allahnya untuk membuat malapetaka bagi lingkungannya baik mereka yang sesama Islam sendiri maupun mereka yang bukan Islam. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
