Ada yang ganjil sepekan kemarin. Hampir setiap waktu yang terdengar di seantero rumah lagi-lagi petikan gitar si ganteng-satu mainkan instrumental "Honey" dari Laruku dalam tempo superlemah dibanding aslinya. Paling cepat pun dia genjreng "Kono Mune Ni" dari J-Rock, lengkap dengan senandung diseling vokal beratnya sesekali. Dalam hati semula saya menyangka itu cuma salah pilih lagu.
Maghrib tadi barulah saya tersadar kalau beberapa buka puasa ini g-1 langsung naik ke kamarnya dan kemudian akan terdengar tangannya mainkan "Honey / Kono" lagi. Pelan-pelan saya menangkap ada yang tidak beres dengan "Honey" yang diulang berhari-hari begini. Lalu, "Kono Mune Ni" yang titian nadanya gampang bikin anak perempuan klepekan itu, apa maunya..? Sulit dipahami, anak muda Jakarta malam minggu pilih menyendiri di kamar... Lebih dari itu, inikah g-1 yang tempohari bikin emaknya girang lantaran khatam bawain "Moonchild"...? Wah, ada yang nggak beres! Segera saya pergi mencari info ke sumber terdekat. Emaknya. Di dapur, kedua mata ma'e jadi nerawang. Senyum manisnya pudar. Ma'e meneruskan tenggelam dalam kesibukan "meracuni" teman-teman para ganteng muda yang sepulang tarawih pada kelaparan di halaman belakang. Gerak-gerik yang gesit membuat rambut ma'e lagi-lagi jatuh menjuntai. Tak peduli tangannya kena bumbu, ma'e menyangkutkan lagi rambutnya ke kuping, coba berkonsetrasi menyimak gitar murid kesayangannya yang terus merintih "Honey, Kono.." di kejauhan. Timbul-tenggelam di tengah riuhnya kelaparan di halaman. Setelah mangkuk besar berisi emping melinjo diangkut mpok jul ke halaman, barulah ma'e berikan waktunya. Tangannya pura-pura bersihkan meja. Salah tingkah. Tak tahu mau bilang apa atau berbuat apa karena tadi meja toh sudah dibersihkan mpok jul. Akhirnya, ma'e menatap dengan pandang hampa, "pu..tus.." bisiknya lirih menjelaskan keadaan g-1. Saya dalami matanya. Berair. Senyumnya getir menahan getar di dada, seolah hatinyalah yang remuk berderai kehilangan kekasih ... Nah, ini gawat, pikir saya. Artinya, si cantik yang dipacari g-1 sejak SMP nggak akan pernah datang lagi bawa coklat, kan? Ma'e menimpuk punggung saya dengan serbet. Saya terkekeh ke halaman. Di teras dapur saya berpapasan dengan g-2 yang baru menaruh piring makannya. Langsung saya giring dia ke studio (studio-studioan). Seperti dapat mandat untuk meledek abangnya, dia betot gitar basnya dengan semangat nyanyikan "Honey" versi elektrik. Vokal lantangnya yang bertenaga itu masih sanggup mengimbangi ampli bas. Tapi g-1 tetap bergeming di kamar. Pada ledekan kedua, "Into The Silent", barulah kena. Bak Zoro berflamenco, g-1 turun kamar sambil terus memetik "Kono". Rambutnya acak-acakan, air mukanya datar beybeh. Teman-temannya yang kekenyangan soto ayam bersorak-sorai seperti penonton menyambut serunya Republik BBM di televisi itu. Lengkap dengan ledekan tentang hati yang dibacok kapak merah, kata salahsatu dari mereka. Kelihatan alot juga usaha g-1 melepas beban di hati. Apalagi itu hati masih penuh dengan kenangan tawa canda berdua yang banyak dihiasi lagu-lagu L'Arc en Ciel alias Laruku, grup Jepang kesukaan sejoli itu. Hmm, berat yah. Patah hati pertama memang berat, bung. Jadi, istirahatkan saja itu gitar di pojokan. Sebagai gantinya saya tawarkan sepasang stik kayu. Anak muda itu bertanya dengan tatapan ibunya. "Lepaskan," jawab saya. Sebuah lagu dari grup lokal yang dikenal sebagai replika Laruku melintas begitu saja dan langsung saya pilih untuk dimainkan. Semata karena hatinya tentu masih lumat digulung lagu-lagu rock Jepang itu. g-1 tersenyum dan terangguk-angguk sepakat. Disambarnya stik dari tangan lantas melangkah gagah ke balik drum, siap memenuhi permintaan saya. Oktober adalah bulannya muda-mudi Indonesia untuk tegak menghadapi dunia. Nggak eloklah kalau kalian malah asyik hanyut dalam kesontoloyoan cinta monyet! Nah, kendati ini nyanyian pedih - katakanlah sisi sensitifnya laki-laki - tapi nggak bakal ada anak perempuan yang tahan kena hentak iramanya yang cepat bersemangat. Mereka pasti jejingkrakan histeris. Pasti! Yak, g-1 pada drum; g-2 pada gitar bas & vokal; ampli pada volume 8. Ayo bantu si cantik untuk berhenti menangis dan ikut berjingkrak! Yeah, hajar bung! - lepaskan j-rock saat kurasa semua tlah berbeda dirimu jadi tak sama karna kutahu kau! kau! inginkan aku 'tuk menjadi yang sempurna tapi! kau tahu ku tak bisa menjadi yang kau pinta terlalu lama kuterjebak dengan dirimu reff: kini kuingin pergi darimu takkan ada yang bisa menahanku lagi karna kutahu dirimu tak seperti dulu lagi sudahlah sudah, lepaskan diriku jika kau rasa kaulah segalanya semua menjadi percuma ingin rasanya ku menjauh darimu buang semua cerita tapi! janganlah kau sesali apa yang tlah terjadi terlalu lama kuterjebak dengan dirimu reff sepuasnya Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
