tuh, kan...??? ujung-ujungnya ketahuan kalau si mus jadi provokator. si jasad.
--- In [email protected], "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sudah Waktunya Perang Islam Kristen Dikobarkan di Indonesia !!! > > Laskar Jihad harus dijawab dengan Laskar Kristus, yang satu minoritas > tapi memiliki kekuatan mayoritas diluar negeri, lawannya adalah > mayoritas yang selalu kalah diluar negeri. Demikianlah kira2 > perbandingan kekuatan sementara, karena dengan pecahnya perang barulah > kekuatan sebenarnya akan muncul. > > > > A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Fabianus Tibo itu membantai ribuan Muslim di Poso. > > Di Ambon di mana Kristen mayoritas, di sana terjadi > > kerusuhan yang menewaskan puluhan ribu Muslim. > > Tapi di daerah yang mayoritas Islam seperti di Jawa > > dan Sumatera aman2 saja. Tidak ada ribuan orang dari > > agama tertentu yang dibunuh. > > > > Tulisan diatas hanyalah salah satu fitnah untuk mengobarkan perang, > karena kenyataannya, Tibo adalah korban yang membela gerejanya yang > mau dibakar muslim sehingga dia terpaksa juga membunuh beberapa muslim > bukan ribuan. Namun kenyataannya, muslim membunuh jutaan orang > dizaman G30S diJawa sudah menjadi catatan sejarah dunia. Dan jutaan > nyawa itupun pasti akan menagih hutang nyawa pada waktunya yang tepat. > > Daerah Kristen di Indonesia Timur telah diserbu oleh pasukan Laskar > Jihad yang dibacking pemerintah pusat. Umat Kristen jelasnya > minoritas yang tidak mendapatkan perlindungan pemerintah melainkan > justru didholimi oleh umat mayoritas. Namun agama Islam dilain pihak > bukanlah agama damai, cukup anda belajar dari sejarahnya. Sebaliknya, > agama Kristen juga merupakan agama penjajah dulunya, namun bukan lagi > dizaman sekarang. > > Kalo memang umat Islam memang bertekad memaksakan Syariah Allah, apa > salahnya bagi umat lain juga untuk mencegahnya. > > Biar gimana pun, perang Islam Kristen memang harus dimulai, tidak ada > kata damai dalam hal ini. Saya sebagai pengamat tidak melihat > kemungkinan untuk mencegahnya karena memang hak masing2 untuk membunuh > lawannya dalam menegakkan kedamaian masing2. > > Seharusnya kita belajar dari Hammas, mulanya ingin memusnahkan Israel, > setelah dihantam Israel malah ingin berdamai dan gencatan senjata. > Memang perang itu kejam tak mengenal ampun, sebaiknya jangan memulai > karena sekali pecah hamipir tak mungkin menghentikannya sebelum salah > satu pihak hancur lebur. Ukurlah kekuatan masing2 sebelum memulainya. > Memang Kristen itu masih minoritas di Indonesia, tapi kalo bisa > menang perang, apa salahnya kalo jadi mayoritas akhirnya, hal itu > hanyalah soal kekuatan senjata sama kasusnya Yahudi yang minoritas > bisa menundukkan Arab yang mayoritas. Kalo umat Islam punya > brotherhood yang saling menolong apabila satu Islam disakiti, saya > kira umat Kristen juga punya brotherhood yang sama setelah banyak > umatnya yang didholimi dengan pembunuhan, penjarahan maupun fitnah2 > dari umat Allah ini. > > Hanya negara sekuler sajalah yang bisa menjamin kedamaian kehidupan > beragama, namun negara sekuler terbukti sudah ditolak oleh semua pihak > yang sekarang siap perang tanding. Pembunuhan Tibo belum lagi > terbalas, sekarang ditambah lagi pembunuhan pendeta, saya yakin > Crusader dari Luar Negeri perlu diundang masuk lengkap dengan > senjatanya. Bahkan perlu Israel juga diundang untuk berpartisipasi > untuk menjadikan Indonesia juga seperti Libanon. > > Selamat Berperang, sudah waktunya umat Kristen berani berperang, saya > yakin dengan pembunuhan pendeta Irianto situasi makin mendorong bahwa > orang2 Kristen tak boleh hidup satu atap dengan orang Islam keduanya > harus dipersenjatai dan untuk ini sesama umat dari luar negeri bisa > diharapkan untuk membantunya. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
